Minggu, 21 Juni 2009

SuSah MuDaH cArI MeNu hAlAL Di ToKYo

By Republika Newsroom
Rabu, 26 November 2008 pukul 07:02:00
DiTerBiTkAn kEMbAlI OleH : aGeHA_83mUaCh

Kalau suatu hari Anda berkesempatan pergi ke Tokyo untuk tinggal dalam waktu panjang, ada baiknya untuk membawa bekal makanan halal. Sebab, boleh dikata susah-susah gampang untuk mencari makanan yang betul-betul halal di kota ini. Kebanyakan tempat makan di sini menyediakan menu berbahan dasar daging babi, atau daging yang disembelih tidak atas nama Allah SWT. Orang Jepang memang dikenal sangat menyukai makanan yang terbuat dari binatang laut. Seperti disabdakan hadis Rasulullah SAW: Seluruh binatang laut itu pada dasarnya halal. Tapi jangan dulu berpikir bahwa kondisi itu membuat kita mudah mendapatkan makanan halal.

Salah satu menu halal yang mudah ditemui adalah nasi. Selain di restoran, makanan ini juga bisa ditemui di banyak supermarket dengan berbagai jenis kemasan. Biasanya, kemasan nasi yang dijual di supermarket ini berupa plastik keras yang bisa langsung dibuang setelah nasinya dimakan. Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari 100 yen hingga lebih dari 200 yen. Selain nasi, menu halal yang juga mudah ditemui adalah sashimi dan sushi. Cuma, Anda belum tentu bisa menikmati menu ini. Dua jenis makanan tradisional ini berupa ikan, cumi-cumi dan udang mentah. Sashimi terbuat dari berbagai ikan mentah yang bisa dimakan dengan sejenis kecap.

Sedangkan sushi berupa ikan, udang, dan cumi-cumi mentah yang dimakan dengan nasi. Karena makanan ini terbuat dari binatang laut dan disajikan dalam keadaan mentah, kemungkinan halalnya cukup besar. Di supermarket, mudah juga kita temui menu yang sebenarnya halal tapi sangat potensial tercampur dengan makanan haram. Kita bisa dengan mudah menemui udang goreng, ikan goreng, atau ayam goreng sekalipun. Di restoran Jepang, menu yang terdiri dari ikan goreng, udang goreng, dan sayuran itu sering disebut Tempura.

Tapi kita tidak tahu persis minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan tersebut. Bisa jadi, makanan yang pada dasarnya halal itu digoreng dengan minyak yang sebelumnya dipakai untuk menggoreng makanan haram. Dalam kondisi seperti itu, maka otomatis makanan halal tersebut menjadi tercampur dengan makanan haram. Hal itu membuat makanan halal itu statusnya berubah menjadi haram. Jika ingin makan Ikan, ada baiknya untuk memilih ikan bakar. Jenis menu ini juga tidak terlalu sulit ditemui di supermarket. Sebuah supermarket di kawasan Osaki, Tokyo menjual ikan bakar kemasan dengan harga bervariasi sekitar 198 Yen hingga sekitar 300 Yen.

Biasanya, ikan bakar yang dijual di supermarket itu tidak dibumbui apa-apa. Meski rasanya hambar, menu ini tergolong aman. Satu lagi menu yang juga perlu diwaspadai adalah roti. Pada dasarnya roti memang hanya terbuat dari tepung. Tapi, untuk memberi rasa dan aroma, tepung yang dipakai untuk membuat roti itu dicampur dengan bahan-bahan lain. Sesekali ada juga roti yang mengandung wine atau rhum. Kalau Anda mahir berbahasa Jepang dan membaca huruf kanji, katakana, atau hiragana, komposisi bahan pembuat roti bisa mudah dikenali lewat kemasannya.

Tapi kalau tidak bisa keduanya, lebih baik tanya dulu sebelum membeli roti. Sebab, sebagian besar tulisan yang tertera di kemasan roti itu tidak ditulis dalam huruf latin. Untuk menjadi panduan, Islamic Center Jepang membuat daftar restoran halal. ``Daftar ini kami edarkan secara gratis ke tempat-tempat umum, juga masjid atau mushalla,`` tutur Official Islamic Center-Japan Abdul Rab Shaji. Dia berharap, daftar tersebut bisa membuat orang Islam yang tinggal di Jepang tidak mengkonsumsi makanan haram.

Lebih Aman Jus Kemasan
Tak hanya makanan makan yang susah-susah gampang untuk dicari. Minuman juga serupa. Orang Jepang memang hobinya minum teh dan kopi tanpa campuran apapun. Tapi mereka juga gemar minum bir, wine, atau yang sejenisnya. Di setiap pesta, hampir bisa dipastikan tersaji minuman yang memabukkan itu. Minum bir atau wine bukanlah hal yang tabu bagi orang Jepang. Saat makan bersama dengan tetangga sambil ngborol di rumah, terkadang mereka juga menyajikan salah satu atau kedua minuman tersebut. Di kereta listrik, aroma minuman tersebut juga kerap tercium.

Di kafe, atau restoran juga sama. Kebiasaan itu membuat Anda harus hat-hati memilih minuman. Sebab, walaupun kita pesan kopi atau teh, bisa jadi gelas atau cangkir yang dipakai, sebelumnya digunakan untuk menuang minuman haram. Kalau gelas itu dicuci benar-benar bersih, mungkin hal itu tak jadi soal. Tapi tidak tertutup kemungkinan sisa-sisa minuman haram menempel di wadah yang kita pakai minum teh atau kopi.

Kenyataan tersebut juga bisa membuat minuman kita potensial tercampur dengan benda haram. Tapi jangan dulu khawatir, minuman kemasan di Jepang jenisnya bisa mencapai ratusan atau mungkin ribuan. Air mineral adalah salah satu minuman halal yang mudah ditemui. Kemasan air mineral ini sangat bervariasi. Harganya pun beragam dari 98 Yen sampai lebih dari 500 Yen. Selain air mineral, kita juga bisa mudah menemukan juice dalam kemasan. Minuman itu juga tergolong aman karena hanya terbuat dari buah-buahan dan gula.

Terkadang ada juice kemasan yang murni. Harga dan kemasannya sangat bervariasi dan sangat mudah ditemui. Kopi dan susu dalam kemasan juga tergolong minuman yang cukup aman dikonsumsi. Minuman lain yang juga aman adalah air yang langsung mengucur dari kran. Biasanya di fasilitas umum seperti kantor, stasiun, atau taman mudah ditemui kran air bersih. Air dari kran tersebut bisa langsung diminum. Di hotel juga sama. Air yang mengalir lewat kran di kamar mandi juga bisa diminum. ir/dokrep/Oktober 2002

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar