Jumat, 19 Juni 2009

BOdYgUaRd tAu pACar,,, ???!!

"Chieri!!!!"

suara bariton papa seketika menggema memenuhi seluruh ruangan di rumah Chieri. Tapi Chieri seolah tak peduli dan pergi meninggalkan papa setengah ber-lari menuju ke kamarnya di lantai dua. Wajah Chieri merah padam karena kesal, matanya mulai berair, setetes demi setetes air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya. "papa nyebelin!!" omel Chieri dalam hati.

"BRAAK!"

Pintu kamar ditutup Chieri dengan sepenuh tenaga sampai membuat beberapa pajangan kaca di meja berderak-derak hampir jatuh ke lantai. Chieri menghempaskan tubuhnya segera ke kasur,membenamkan kepalanya ke bantal dan menangis sekeras-kerasnya...

"Papa jahat!!Jahaaaat!!!!Masa' baru pulang sehari udah mau pergi lagi!!! kEjam, sadis, nyeeebeeeliiinnnn!!!" Chieri terus ngomel gak keruan tapi... baru selang lima menit matanya mulai merem melek mirip lampu mau mati, setengah sadar dalam kantuknya dia masih aja ngomel, matanya mulai terasa makin berat, ngomel n nangis seharian benar-benar melelahkannya, sambil ngeyem-ngeyem si papa Chieri akhirnya jatuh tertidur, tour ke pulau bantal miliknya mpe pagi menjelang.

IN thE MoRnINg...

"Sreet" suara tirai yang bergerak perlahan tak juga membangunkan Chieri dari mimpinya. Perlahan, sinar mtahari yang sudah dari bersinar dari subuh tadi membangunkan semua orang, menelusup masuk ke celah jendela Chieri, membuat tidur Chieri jadi terusik. Matanya yang sembab n bengkak gara-gara menangis seharian ditambah tidur di kegelapan semalaman membuat mata nya bergerak-gerak kekana-kekiri karena silau.

"Aduh!!! bibi!!! tutup jendelanya dong!!! silau tau!!!" omel Chieri sambil menarik selimutnya ke atas kepalanya.

Tapi bukannya suara si bibi, yang mampir ke telinganya malah suara yang super ngebass n berat mirip suara si papa.
Spontan mata Chieri melotot n menarik selimutnya. Mimpi indahnya dengan pangeran william sirna seketika berganti dengan wajah kaget dan tak percaya. Matanya nyalang, mencari asal suara yang menghebohkannya pagi itu.
Tiba-tiba "SsSsSsrrrrRr"
Darahnya berdesir, serasa naik ke ubun-ubun. Mata dan tubuhnya serasa beku bagai es batu. Sesosok manusia dengan wajah keyeenzz bagai pangeran Willy nya tengah berdiri tak jauh dari hadapannya sekarang, mengamatinya. Chieri mengucek matanya berkali-kali tapi sosok itu tak juga hilang, "OMG, pa pangeran willy beneran mampir ke rumahku ya?? Kok, mimpiku jadi indah begini sih" pikirnya saat itu. Belum lagi dia selesai menenangkan diri, suara bass cowok itu kembali membuyarkan lamunan Chieri.

"Nona ditunggu tuan besar di ruang makan dalam 10 menit lagi" ucap cowok itu dingin.

Chieri melongo, kok pangeran willy ku nggak manis sih??!!

"Apa nona dengar? Nona ditunggu tuan di ruang makan 10 menit lagi," suara cowok itu terdengar lebih tegas.

Chieri makin mengkerutkan keningnya, mulutnya mulai monyong karena kesal. "Ugh!! dia nggak mirip willy!"

"Nona..."

"Iya, iya! aq denger kok, nggak usah diulangi lagi," Chieri mulai ketus. Tampang si cowok yang kayak pangeran William itu udah gak da pengaruh lagi buat dia.

Merasa sudah cukup membuat si nona ngamuk-ngamuk (terbangun dari bobo'nya), tanpa babibu cowok itupun pergi meninggalkan Chieri yang bengong dan kesal karena bingung. "Siapa sih dia?! Nyuruh-nyuruh!! Emang aku babu apa?!! WeEEk," Chieri menjulurkan lidahnya keluar sebal.
^O^@@@@@@@@@@@^O^

Suasana di ruang makan yang awalnya tenang berubah jadi seperti medan perang ketika Chieri datang.

“Papa!!!! Apa maksudnya ini??!!” Chieri ngomel-ngomel lagi.

Papa yang lagi minum kopi keliatan adem ayem aja dengar omelan Chieri, beliau hanya sebentar mengalihkan pandangannya ke Chieri terus segera balik lagi ke kopinya. Merasa gak dipedulikan untuk kedua kalinya, Chieri meraih cangkir kopi di tangan papanya paksa. Matanya melotot kesal, pipinya seketika menggembung mirip ama hamster. Papa akhirnya menyerah, gak tega juga dia liat putri semata wayangnya marah-marah terus dari kemarin.

"Udah ketemu Kyuu?" tanya papa.

"Kyuu? Sapa lagi itu pa?! Chieri tu mau...," Chieri tak meneruskan kata- katanya. Isyarat mata papa menjelaskan semuanya, "Kyuu" jadi itu nama cowok pengganggu tidur Chieri pagi ini.

"Dia..."

"Iya, dia bodyguardmu sekarang, papa sengaja mengirimnya kesini karena papa harus pergi ke Tokyo selama 3 bulan kedepan," papa masih aja santai ngejelasin, sementara Chieri dia melongo melihat si "bodyguard" yang kayaknya usianya nggak jauh-jauh banged darinya.

"Tapi, pa. Aku kan udah ada bibi Maru, ngapain sih pake bodyguard bodyguard segala. Chieri itu bukan anak kecil lagi kan, pa!" ucap Chieri, merajuk.Papa menghela napasnya dalam-dalam, dia toh sadar bukan kali ini saja Chieri menolak permintaannya. Dengan setengah pasrah papa kembali memohon.

"Chieri, papa mohon sayang. Kali ini papa benar-benar mohon padamu, lagipula papa nggak mau kalau sampai terjadi apa-apa. Ya, Chieri mau kan ditemani Kyuu?" ucap papa kemudian.

Papa menatap Chieri lekat, tampak dari wajahnya yang sudah mulai tua itu kekhawatiran yang sangat. Chieri terdiam tanpa suara, wajah papa yang sedih membuatnya serasa makin bersalah. Papa, sosok yang kini juga menjadi ibu kedua buatnya. Papa yang selama ini ada untuknya, mengurusnya dari mulai kebutuhan sekolah sampai yang paling cewek banget, hanya demi dirinya. Sejak kepergian mama 13 tahun lalu, hanya papalah satu-satunya orang yang berarti baginya saat ini. Meskipun, akhir-akhir ini papa berubah karena kesibukannya, tak ada waktu lagi untuknya dan tentunya jadi over protective padanya, Chieri tak mengeluh itu juga demi papa,.. hanya saja... kenapa sekarang dia harus dijaga ama bodyguard kaya'Kyuu sih??!!. Chieri masih diam, dilihatnya wajah papa yang udah melaaas banget nunggu jawaban darinya. "Oke, demi papa deh. Musti dijaga ama sadako atau alien juga aku jalanin," tekad Chieri dalam hati. Akhirnya, Chieri menganggukkan kepalanya pelan, membuat senyum papa merekah cerah secerah mentari yang baru bersinar abis mendung.
Papa memeluk Chieri erat, membuat anak itu serasa sesak napas karena didekap papa yang tubuhnya gedhe, diciumnya kening Chieri lembut.
"TiiIrIiIT....tIiIRiIt..." alarm jam tangan papa berbunyi nyaring, mengingatkan sang majikan agar bergegas. Papa beranjak dari tempatnya diikuti beberapa bodyguard dan asistennya keluar rumah.

"Pa," panggil Chieri lagi.
Papa menghentikan langkahnya sejenak, Dibalikkannya badannya, melihatnya Chieri malah memalingkan muka, malu.
"Ada apa sayang?" tanya papa.
"Makasih untuk semuanya," ucap Chieri akhirnya. Papa hanya tersenyum mendengarnya.
"Sama-sama, sayang." jawab papa dan berlalu pergi.
"hati-hati di jalan ya pa! Jangan lupa, jaga kesehatan!!" Chieri teriak dari kejauhan mengiringi kepergian papa yang kian jauh darinya.

"Waktunya ke sekolah, nona," suara Kyuu membuyarkan lamunan Chieri.

Chieri mendengus kesal, "ny orang gak tahu sikon banget sih!" omel Chieri. Dengan segera dia membalikkan badan,berniat ngomelin si Kyuu. Tapi, ketika Chieri melihat ke arahnya, rasanya ada yang aneh, emmm... KYA!! BODYGUARD JELEK ITU PAKE SERAGAM SEKOLAHNYA!!!" Chieri melongo, "apa maksudnya ini ???!!" teriaknya dalam hati.

"Itu?!! Itu seragam sekolahku kan???!! Kok kamu juga pake' segala?" Chieri memberanikan diri buat tanya juga akhirnya, daripada penasaran.
Kyuu tak bereaksi sedikitpun. Membuat Chieri makin jengkel aja.
"Kamu bisa ngomong kan? Lo aku tanya dijawab bisa kan?" ucap Chieri ketus.
"Lebih baik nona segera berangkat, waktu kita tinggal 10 menit lagi," jawab Kyuu datar, dia kayaknya emang nggak niat jawab prtanyaan konyol Chieri barusan.
Chieri melihat jam gucci di tangannya sekilas, dan kemudian... "HAH!! JAM SETENGAH DELAPAN!! DUH, TELAT NY AKU!!" Chieri malah jadi teriak-teriak nggak keruan. Chieri segera menyambar tasnya dan berlari keluar rumah secepat sonic,
Sampai di luar rumah, Chieri masih sibuk nyari mobil sport merahnya, dilongoknya kursi kemudi-kosong- nggak ada paman Taro (sopir pribadi Chieri) di dalamnya. Chieri tambah kalang kabut, tapi baru semenit, Kyuu dateng dan dengan nyantainya masuk ke dalam mobil, dan menyalakan mesin mobil dengan mulusnya. Chieri kembali bengong ngeliatnya.

"Nona, mau diluar berapa menit lagi?" tanya Kyuu kemudian, membuat Chieri sadar lagi.
"Oh,,E,,IyA,,,aku masuk skarang," jawab Chieri tergagap, sambil melangkahkan kakinya ke dalam mobil.
Mobilpun segera melaju menembus jalanan kota menuju sekolah,,,
Menyisakan banyak pertanyaan di hati Chieri pagi ini,,,

^O^@@@@@@@@@@@@^O^

Tiba di OUJOU gakuen tersayang...
Pas banget ama bel masuk yang dah berbunyi dengan merdunya, memanggil semua murid untuk masuk ke kelas, termasuk Chieri. Chieri menarik napas lega, "Untung nggak telat lagi," ucapnya lirih. Padahal, biasanya, kalau paman Taro yang antar Chieri nggak pernah tuh berangkat tepat waktu, padahal jarak sekolah rumahnya udah lumayan deket. Melihat si Kyuu jelek itu bisa ngebut juga mpe dia nggak telat masuk, sedikitnya udah membuat Chieri berdecak kagum ny,,,

"Kamu bisa turun sekarang," ucap Kyuu tiba-tiba, menyentakkan Chieri dari rasa kagumnya pada Kyuu yang baru berlangsung 5 detik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar