<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577</id><updated>2011-09-21T03:03:32.564-07:00</updated><category term='koReaN - ActOrZ'/><category term='PsIkolOgy DaN HaL2 mEnAkJubkAn dAlAm hIdUP'/><category term='TiPz AnD tRIcKqUe'/><category term='LyRiCz LaGoE'/><category term='InTroDuCe'/><category term='artIKeL tENtaNG KebuDayAan Di DunIA'/><category term='My iMaGiNagInatIoN tHinG'/><category term='lEaRn mOrE aBoUt nIhOnGo'/><category term='mItOs jEpAng'/><category term='KotOzAWa'/><category term='SEmUWA'/><category term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>aG3H@ lOVeLy j@P@n</title><subtitle type='html'>sugeng rawuh,,
untuk para pembaca,, blog ini hanya berisi tentang hal-hal yang aku sukai,, tapi,, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian,,
39 (sankyuu) ^_^

                                      aG3H@_83mU@Ch</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1036139615617990187</id><published>2010-05-02T01:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T10:15:24.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>Kimono, traditional clothes from Japan (lanjutaan)</title><content type='html'>Kimono selayaknya baju pada umumnya ternyata juga mempunyai bagian-bagian dalam kimononya,,&lt;br /&gt;antara lain :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S90_pGT1C9I/AAAAAAAAAhQ/uiOlk7Bn_4Y/s1600/550px-Kimono_parts.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S90_pGT1C9I/AAAAAAAAAhQ/uiOlk7Bn_4Y/s320/550px-Kimono_parts.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466595497998617554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keterangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dōura (胴裏?) upper lining on a woman's kimono&lt;br /&gt;    * Eri (衿?) collar&lt;br /&gt;    * Fuki hem guard&lt;br /&gt;    * Furi sleeve below the armhole&lt;br /&gt;    * Maemigoro (前身頃?) front main panel&lt;br /&gt;    * Miyatsukuchi opening under the sleeve&lt;br /&gt;    * Okumi (衽?) front inside panel&lt;br /&gt;    * Sode[5] (袖?) sleeve&lt;br /&gt;    * Sodeguchi (袖口?) sleeve opening&lt;br /&gt;    * Sodetsuke (袖付?) kimono armhole&lt;br /&gt;    * Susomawashi (裾回し?) lower lining&lt;br /&gt;    * Tamoto (袂?) sleeve pouch&lt;br /&gt;    * Tomoeri (共衿?) over-collar (collar protector)&lt;br /&gt;    * Uraeri (裏襟?) inner collar&lt;br /&gt;    * Ushiromigoro back main section&lt;br /&gt;(nb : maaf dalam bahasa ingris 0-0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sedangkan dalam hal jenis kimono, kimono perempuan mempunyai 14 jenis kimono yang pemakaiannya sangat bergantung pada situasi dan kondisi si pemakai (misal: akan menghdiri pemakaman, menghadiri upacara minum teh, dan lain-lain, sedangkan untuk kimono laki-laki hanya ada 4 jenis.&lt;br /&gt;   Karena sebagian kimono perempuan dan laki-laki sudah diterangkan pada artikel sebelumnya, maka artikel di bawah ini hanya sebagai tambahan,, ^0^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono perempuan :&lt;br /&gt;1. Uchikake&lt;br /&gt;     Kimono yang sangat formal, hanya digunakan oleh pasangan pengantin atau aktris di panggung. Uchikake seringkali dipentaskan dengan cara pemakaian yang berebeda dengan kimono pada dasarnya dan obi seringkali tidak diikatkan pada uchikake, sehingga terlihat seperti jas. Dalam pertunjukan, kain uchikake dibiarkan menyentuh lantai karena memang sangat panjang. Sedangkan uchikake pada pengantin, biasanya berwarna putih atau malah memnggunakan warna yang sangat menyolok, seperti merah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91EKvyfkqI/AAAAAAAAAhY/I9D-eN3_sUc/s1600/180px-Uchikake.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91EKvyfkqI/AAAAAAAAAhY/I9D-eN3_sUc/s320/180px-Uchikake.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466600474115281570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susoshiki/ Hikizuri&lt;br /&gt;   Adalah kimono yang digunakan oleh para maiko dan geisha, sering disebut "maiko styles". Kimono jenis ini hampir sama denga furisode, yang bagian lengannya sangat panjang. Kimono ini digunakan saat pertunjukan tari geisha atau maiko. Kimono jenis ini mempunyai panjang yang berbeda dengan kimono biasanya karena pada umumnya, kimono perempuan berukuran 1,5-1,6 m sedangkan susoshiki, bisa mencapai 2 m. Karena kimono ini sangat panjang,Saat pertunjukan kimono ini sampai menyentuh lantai.Karena hal tersebut, maka saat berjaklan-jalan biasanya para geisha dan maiko ini akan mengangkat kimono mereka, selain untuk menghindari kotor hal ini juga dikarenakan mereka ingin memperlihatkan nagajuban mereka.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91HAPamg4I/AAAAAAAAAhg/ACB-aiRaPiU/s1600/susoshiki.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91HAPamg4I/AAAAAAAAAhg/ACB-aiRaPiU/s320/susoshiki.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466603592161330050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Irotomesode&lt;br /&gt;   Adalah jenis lain dari tomesode. Tomesode mempunyai 2 jenis yaitu kurotomesode &lt;br /&gt;(tomesode yang berwarna hitam) dan irotomesode (tomesode yang berwarna).Pola pada irotomesode hanya di bawah pinggang saja. Berbeda denga kurotomesode, irotomesode tidaklah seformal kurotomesode, meskipun sama-sama digunakan oleh wanita yang telah menikah. Irotomesode, biasanya digunakan oleh kerabat dekat dari seorang pengantin. Irotomesode biasanya juga mempunya 3-5 kamon (lambang kelurga) seperti halnya kurotomesode.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91JEjDnWeI/AAAAAAAAAho/qE9jO9iSVWA/s1600/irotomesode-top.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91JEjDnWeI/AAAAAAAAAho/qE9jO9iSVWA/s320/irotomesode-top.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466605865176357346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mofuku&lt;br /&gt;   Adalah kimono yang digunakan saat pemakaman. Biasanya kimono berwarna hitam lengkap dengan semua aksesorisnya. Awalnya karena warna putih adalah simbol kematian di jepang, mofuku juga berwarna putih meski obi dan perlengkapan lainnya berwarna hitam. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, mofuku yang berwarna putih berubah menjadi berwarna hitam. Mofuku biasanya digunakan oleh keluarga atau orang-orang yang dekat dengan si mayit. Biasanya, pelayat yang tidak begitu dekat dengan si mayit menggunakan iromuji yang berwarna yang aksesorisnya berwarna hitam sebagai penghormatan dan sebagai tanda bahwa mereka bukan kerabat dekat si mayit.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Kq78UstI/AAAAAAAAAhw/ixl8dkhgr80/s1600/mofuku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Kq78UstI/AAAAAAAAAhw/ixl8dkhgr80/s320/mofuku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466607624203317970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono laki-laki selain montsuki masih ada 2 jenis lagi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Samue&lt;br /&gt;   Kimono santai yang biasanya digunakan oleh para biksu laki-laki atau laki-laki yang sedang bekerja, baik itu di ruang kerja maupun di ladang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91PFbpkuXI/AAAAAAAAAh4/DOZk3SuDosM/s1600/samue.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91PFbpkuXI/AAAAAAAAAh4/DOZk3SuDosM/s320/samue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466612477437720946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jin-Haori&lt;br /&gt;   Adalah kimono yang digunakan oleh para samurai. Berupa kimono yang terbuat dari baja. sering disen]but sebagai baju perang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91QeU0Z99I/AAAAAAAAAiA/5wluhgUV7Ro/s1600/200px-Armored_Samurai_with_Jin-Haori.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91QeU0Z99I/AAAAAAAAAiA/5wluhgUV7Ro/s320/200px-Armored_Samurai_with_Jin-Haori.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466614004612462546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Yang terakhir masalah aksesoris tentunya,, kimono pada umumnya memiliki lebih dari 15 pendamping,, antara lain :&lt;br /&gt;1. Juban/ underwear, dibagi 2 macam :&lt;br /&gt;   a. Hadajuban&lt;br /&gt;      Adalah underwear lapis pertama, dipakai sebelum nagajuban &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Uo_dlSvI/AAAAAAAAAiQ/kF5_bvCn9Mo/s1600/hadajuban%2Bsusoyoke.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Uo_dlSvI/AAAAAAAAAiQ/kF5_bvCn9Mo/s320/hadajuban%2Bsusoyoke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466618585904663282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   b. Nagajuban&lt;br /&gt;      長襦袢, atau juban yang sederhana. Diapakai oleh laki-laki dan perempuan. Naga juban berfungsi untuk melindungi kimono dari bersentuhan dengan kulit.Hanya tepi kerah nagajuban yang terlihat dari kimono luar. Banyak nagajuban yang kerahnya tidak terlihat, untuk memungkinkan mereka akan berubah untuk menyesuaikan dengan pakaian luar, dan mudah dicuci tanpa mencuci seluruh pakaian. Sedangkan jenis yang paling formal nagajuban berwarna putih, mereka sering sebagai hiasan indah dan berpola sebagai kimono luar.Karena kimono laki-laki biasanya cukup tenang dalam pola dan warna, nagajuban memungkinkan untuk diam-diam memakai desain dan warna yang mencolok.           &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91R7xzRz4I/AAAAAAAAAiI/bSc9wWad4X8/s1600/nagajuban.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91R7xzRz4I/AAAAAAAAAiI/bSc9wWad4X8/s320/nagajuban.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466615610120195970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Eri sugata&lt;br /&gt;   (衿 姿) adalah kerah terpisah yang dapat dipakai sebagai pengganti nagajuban di musim panas, ketika bisa terlalu panas untuk nyaman memakai sebuah nagajuban. Ia mengganti kerah nagajuban dalam mendukung kerah kimono itu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91VJF-cJgI/AAAAAAAAAiY/01V7s14uE9Y/s1600/Eri+Sugata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91VJF-cJgI/AAAAAAAAAiY/01V7s14uE9Y/s320/Eri+Sugata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466619137408902658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Date eri&lt;br /&gt;   Adalah bagian yang berbentuk persegipanjang yang dibuat untuk menyerupai kerah kimono dilipat. Ini adalah aksesori dekoratif digunakan dalam gaya formal perempuan kimono antara kerah nagajuban dan kimono meniru penampilan mengenakan kimono lapisan tambahan di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91VwR3BhzI/AAAAAAAAAig/HWFj_BMMzdM/s1600/date+eri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91VwR3BhzI/AAAAAAAAAig/HWFj_BMMzdM/s320/date+eri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466619810613921586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Datejime&lt;br /&gt;   (伊達 締め) adalah kain panjang dan luas yang digunakan untuk mengikat nagajuban dan kimono luar dan menahan mereka di tempat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91WP81N1CI/AAAAAAAAAio/-5jxZVfw3GE/s1600/220px-Datejime.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91WP81N1CI/AAAAAAAAAio/-5jxZVfw3GE/s320/220px-Datejime.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466620354725008418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hakama&lt;br /&gt;   (袴) adalah umanoribakama (dibagi) atau rok tak terbagi (andonbakama) yang menyerupai sepasang celana panjang lebar, biasanya dipakai oleh laki-laki namun terkadang juga oleh perempuan dalam situasi yang tidak formal. Hal ini juga dipakai dalam seni bela diri tertentu seperti aikido. hakama biasanya adalah celana berlipat dan diikat dengan pita, yang diikatkan pada pinggang di atas obi. hakama Pria juga memiliki ita Koshi, yang merupakan bagian kaku atau empuk di punggung bawah pemakainya. Hakama yang dipakai dalam beberapa budo seni seperti aikido, kendo, iaido dan naginata. Hakama sering dipakai oleh perempuan pada upacara wisuda, dan oleh Miko di kuil Shinto. Tergantung pada pola dan materi, hakama dapat berkisar dari sangat formal untuk mengunjungi kenakan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91W3ZbFQ7I/AAAAAAAAAiw/rZKX14-FapI/s1600/hakama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91W3ZbFQ7I/AAAAAAAAAiw/rZKX14-FapI/s320/hakama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466621032414921650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hanten&lt;br /&gt;   (袢 缠) adalah pakaian versi pekerja yang lebih formal dari haori. Sering kali digunakan sebagai pakaian hangat, bahan hanten yang agak berat bertentangan dengan happi agak ringan.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Xb2qtAMI/AAAAAAAAAi4/-VIMoI5NQqA/s1600/hanten.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 312px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Xb2qtAMI/AAAAAAAAAi4/-VIMoI5NQqA/s320/hanten.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466621658740359362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Haori&lt;br /&gt;   (羽 织) adalah baju-panjang seperti jaket kimono, yang menambahkan formalitas untuk baju. Haori awalnya hanya dipakai oleh laki-laki, sampai kemudian menjadi fashion untuk perempuan pada periode Meiji. Mereka sekarang dipakai oleh laki-laki dan perempuan. haori Pria biasanya lebih pendek daripada yang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91X94fbc1I/AAAAAAAAAjA/LHkOK1j-O7Y/s1600/m_haori15b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91X94fbc1I/AAAAAAAAAjA/LHkOK1j-O7Y/s320/m_haori15b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466622243345494866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Haori himo&lt;br /&gt;   (羽 织 纽) adalah sebuah string tenunan berumbai pengikat untuk haori. Warna paling formal adalah putih.&lt;br /&gt;   Haorihimo dubagi 2, untuk perempuan dan untuk laki-laki&lt;br /&gt;   a. haorihimo untuk perempuan&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91YigXztCI/AAAAAAAAAjI/G-FiRiMSJqs/s1600/haori+himo_ladies.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91YigXztCI/AAAAAAAAAjI/G-FiRiMSJqs/s320/haori+himo_ladies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466622872526238754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   b. haorihimo untuk laki-laki&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Yiw1snTI/AAAAAAAAAjQ/uqicvJdJC0w/s1600/haori_himo+man.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Yiw1snTI/AAAAAAAAAjQ/uqicvJdJC0w/s320/haori_himo+man.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466622876946570546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. Happi&lt;br /&gt;    (法 被) adalah jenis haori tradisional dikenakan oleh penjaga toko dan sekarang sebagian besar berkaitan dengan festival.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Y50HN5eI/AAAAAAAAAjY/U86VP8wdMcc/s1600/happi-blue.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Y50HN5eI/AAAAAAAAAjY/U86VP8wdMcc/s320/happi-blue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466623272962352610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hiyoku&lt;br /&gt;    (ひよく) adalah jenis kimono kurang formal, biasanya dikenakan oleh wanita di acara-acara formal di bawah kimono. Saat ini mereka hanya dikenakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan dan acara-acara sosial yang penting lainnya. kimono kelas tinggi mungkin memiliki lapisan tambahan di bawah lapisan utama untuk meniru tampilan baju utama, hiyoku dikenakan di bawah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Zg7-HEHI/AAAAAAAAAjg/M_qz_yDynvA/s1600/hiyoku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91Zg7-HEHI/AAAAAAAAAjg/M_qz_yDynvA/s320/hiyoku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466623945086537842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kimono slip&lt;br /&gt;    (着物 スリップ, Kimono surippu. susoyoke dan hadajuban digabungkan menjadi satu potong pakaian.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91aEvdw1OI/AAAAAAAAAjo/LyVqflsDeuc/s1600/kimono+slip.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91aEvdw1OI/AAAAAAAAAjo/LyVqflsDeuc/s320/kimono+slip.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466624560204928226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Koshihimo&lt;br /&gt;    (腰 纽) adalah sebuah sabuk sempit yang digunakan untuk membantu dalam berpakaian, sering terbuat dari sutra atau wol. Mereka digunakan untuk menahan gerakan apapun di tempat selama proses berdandan, dan dapat digunakan dengan berbagai cara tergantung pada apa yang dikenakan. Beberapa karihimo dikeluarkan setelah datejime atau obi telah diikat, sementara yang lain tetap dikenakan di bawah lapisan gaun itu. The karihimo yang dipakai di pinggang untuk menciptakan tambahan flip atau ohashori di kimono perempuan disebut koshihimo, harfiah "hip" pita.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91aga7YT0I/AAAAAAAAAjw/AeUOmYc2iwo/s1600/koshihimo_005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91aga7YT0I/AAAAAAAAAjw/AeUOmYc2iwo/s320/koshihimo_005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466625035728342850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Netsuke&lt;br /&gt;    merupakan ornamen yang dikenakan tergantung dari obi pria.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91a2PkHJII/AAAAAAAAAj4/6AcG97fksrI/s1600/220px-RyusaNetsuke.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91a2PkHJII/AAAAAAAAAj4/6AcG97fksrI/s320/220px-RyusaNetsuke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466625410635080834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Obijime&lt;br /&gt;    (帯締め) tali yang dikalungkan pada obi perempuan. Hal ini diperlukan untuk terus menjaga kimono ditempat yang seharusnya, dan berfungsi sebagai unsur dekoratif.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91bdVXMr_I/AAAAAAAAAkA/KAbymkLyqxE/s1600/obijime.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91bdVXMr_I/AAAAAAAAAkA/KAbymkLyqxE/s320/obijime.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466626082206429170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Obimakura&lt;br /&gt;    (帯 枕) adalah sebuah bantal kecil yang digunakan untuk memberikan volume dan  memberi bentuk pada gaya obi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91b8-zuBGI/AAAAAAAAAkI/iK2HGh-h_u8/s1600/Obimakura.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 261px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S91b8-zuBGI/AAAAAAAAAkI/iK2HGh-h_u8/s320/Obimakura.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466626625907852386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Obiage&lt;br /&gt;    (帯揚げ) adalah aksesori untuk obi perempuan, selempang yang terikat di sekitar tepi atas penutup obi dan yang obimakura itu "bantal" dan dapat menyimpan bagian atas dari musubi obi "simpul" di tempat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S98DexrrCqI/AAAAAAAAAkQ/Bi0JHO3VucM/s1600/obiage.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S98DexrrCqI/AAAAAAAAAkQ/Bi0JHO3VucM/s320/obiage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467092299918543522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Obi ita&lt;br /&gt;    (帯 板) merupakan sebuah papan tipis, seringkali kain yang tertutup, yang dipakai di bawah obi perempuan di depan obi utama supaya terhindar dari semakin kusut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S98EUR7fFoI/AAAAAAAAAkY/tHvptgf8l-s/s1600/obi-ita.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S98EUR7fFoI/AAAAAAAAAkY/tHvptgf8l-s/s320/obi-ita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467093219107870338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekian penjelasan dari q,, berhubung mulut dah berbusaaa,,,,&lt;br /&gt;lain kali qta sambung lagi,,,&lt;br /&gt;hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1036139615617990187?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1036139615617990187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/05/kimono-traditional-clothes-from-japan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1036139615617990187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1036139615617990187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/05/kimono-traditional-clothes-from-japan.html' title='Kimono, traditional clothes from Japan (lanjutaan)'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S90_pGT1C9I/AAAAAAAAAhQ/uiOlk7Bn_4Y/s72-c/550px-Kimono_parts.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-7066685906248512976</id><published>2010-04-28T08:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T08:20:44.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>~SHINOBI-HATTORI HANZO, THE LEGEND OF NINJA'S~</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9hR7iJlGMI/AAAAAAAAAhI/Q9UWhZPHlNc/s1600/hattori+hanzo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9hR7iJlGMI/AAAAAAAAAhI/Q9UWhZPHlNc/s320/hattori+hanzo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465208231035214018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hattori Hanzo (1542-23 Desember 1596), dikenal pula dengan nama Hattori Masanari, adalah sala seorang ninja  terkemuka dalam sejarah Jepang. Ia sering muncul dalam manga dan novel fiksi, digambarkan berpakaian serba hitam serta memiliki kemampuan ninjutsu yang luar biasa. Mulai dari ilmu meringankan tubuh, menyelam, bergerak di bawah tanah sampai menyamarkan diri di kegelapan. Ironisnya, dalam berbagai ensiklopedia sejarah, Hanzo jarang tertulis atau terkenal sebagai seorang ninja. Yang pasti, ia tercatat melayani Tokugawa Ieyasu dengan sangat setia. Atas kepandaiannya dalam menyusun taktik, ia mendapat julukan Oni-Hanzo (Devil Hanzo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hattori Hanzo Early Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda, Hattori Hanzo tercatat sebagai seorang superhuman ninja warrior. Dikisahkan Hanzo memiliki kemamuan untuk menghilangkan diri yang sangat sempurna. Ia juga menguasai ilmu penggunaan tali untuk menangkap musuh secara tepat. Kemampuan psychokinesis dan psychomancy pun konon dikuasai oleh Hanzo, membuatnya dapat memprediksikan taktik serta kekuatan lawan secara akurat. Selain seorang ninja, ia juga dikenal sebagai ahli pedang berkemampuan tinggi, seorang penyusun taktik jitu sekaligus piawai dalam memakai tombak. Hattori Hanzo mulai belajar ilmu bela diri pada usia 8 tahun di Gunung Kurama dan pada usia 12 tahun berhasil menjadi seorang ninja. Di usia 18 tahun, Hanzo dengan sukses menggapai posisi master ninja. Ayahnya, yakni Yasunaga, melayani Matsudaira Kuyoyasu selaku pemimpin klan Mikawa sekaligus kakek dari Ieyasu Tokugawa. Meski terlahir dan dibesarkan di provinsi Mikawa, ia sering kembali ke Iga selaku rumah dari keluarga Hattori yang memiliki kekuasaan sebagai pemimpin komunitas ninja di provinsi Iga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanzo dan Ieyasu Tokugawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara Hanzo dan Tokugawa Ieyasu, shogun Jepang, bermula saat Hanzo berumur 26 tahun. Ketika tinggal di Mikawa, ia menantang Hanzo untuk menahan nafas dalam air dan bahkan mencekik leher Hanzo dengan selembar kain. Tantangan itu dihadapi Hanzo dengan tenang dan akhirnya ia keluar menjadi pemenang. Ieyasu yang pucat dan terengah-engah karena kehabisan nafas bertanya mengenai berapa lama seorang ninja dapat bertahan dalam air, yang dijawab oleh Hanzo, ”Satu atau dua hari, tergantung permintaan tauan.” Untuk membuktikannya, ia kembali menyelam ke dalam air sampai beberapa jam lamanya hingga Ieyasu cemas dan mulai memanggil-manggil namanya. Hanzo muncul ke permukaan tanpa tanda-tanda kehabisan nafas lalu menyerahkan sebuah pedang pendek yang tadinya ada di pinggang Ieyasu. Ieyasu langsung terpukau dengan kemampuan Hanzo dan menjadikannya anak buah andalan sekaligus sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ieyasu Tokugawa lalu mendirikan pemerintahan pusat yang bertahan selama 300 tahun, bertahan selama 15 tahun generasi keturunannya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan Ieyasu dalam melobi banyak prajurit bertalenta tinggi. Ia memperkerjakan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda dalam usahanya mengumpulkan ilmu dan pengetahuan. Ieyasu juga banyak dibantu oleh klan ninja, terutama Hanzo. Selama Warring States Period, para ninja merupakan agen penting dalam pengumpulan informasi dan eksekusi yang cepat. Meski banyak daimyo yang memperkerjakan ninja tetapi tidak ada daimyo sepintar Ieyasu yang cara piki dan kepandaiannya disukai para ninja. Salah satu kesuksesan dan bukti kesetiaan Hanzo pada Ieyasu adalah ketika Ieyasu mencium niat pemberontakan pada Nobunaga di Honno-ji temple. Hanzo meminta tuannya untuk mampir ke Iga, kembali ke Mikawa dengan bantuan para ninja Iga dan Koga lalu menyerang para prajurit yang berkhianat. Ieyasu pun setuju dengan usul Hanzo. Setelah mengumpulkan sekitar 300 ninja, Hanzo menyerang Honno-ji sementara Ieyasu disembunyikan di Mikawa. Keberhasilan Hanzo dibalas dengan memperkerjakan semua ninja yang membantunya dalam pertempuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di tahun 1590, ketika Ieyasu tinggal di Edo, para ninja diberikan tempat tinggal di sayap barat istana Edo. Area tersebut dinamakan Hanzo-Cho, dan salah satu gerbang istana dinamakan Hanzo-mon (Gerbang Hanzo). Saat Battle of Winter dan Battle of Summer yang terjadi di Osaka tahun 1614-1615, menjadi pertempuran paling besar yang pernah terjadi di Jepang. Dalam perang tersebut, para ninja mencapai puncak kejayaan dimana peran mereka sangat besar dalam mempertahankan pimpinan serta mengirim informasi. Ketika Sanada Yukimura, salah seorang jendral Toyotomi terkemuka sibuk menyusun taktik di istana Osaka, Ieyasu mengirimkan surat panah berisi tawaran 100.000 koku beras. Ieyasu juga menyuruh para ninja menyamar sebagai ronin dan memasuki istana Osaka untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan mereka untuk menyamar akhirnya membuat klan Toyotomi kecolongan banyak informasi berharga, yang mengarah pada kejatuhannya di Battle of Winter dan Battle of Summer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Death of Hanzo Hattori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hattori Hanzo meninggal di tahun 1596 pada usia 55 tahun. Ada yang mengatakan Hattori meninggal karena sakit, tetapi ada juga yang percaya bahwa Hattori dibunuh dalam sebuah pertempuran oleh ninja bernama Fuma Kotaro. Kekuasaan Hattori diturunkan kepada anaknya Masanari yang baru berusia 18 tahun ketika ayahnya meninggal. Sayangnya ia tidak menguasai ninjutsu dan lalai dalam memimpin klan Iga sehingga para ninja menganggap Masanari tidak pantas menwarisi nama besar Hanzo dan mengakibatkan perpecahan. Para ninja yang memberontak mendesak Masanari untuk turun dari tampuk pimpinan. Jumlah ninja yang memberontak tidak tercatat dengan jelas tetapi para sejarawan mencatat pemberontakan tersebut sebagai salah satu pemberontakan paling besar dalam sejarah Jepang. Di tahun 1605, klan Iga terpecah menjadi 4 bagian dan masing-masing dipimpin oleh samurai berkedudukan rendah. Iga pun tidak pernah lagi mencapai kejayaan seperti yang pernah diraih Hanzo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : http://id.shvoong.com/humanities/history/1879421-hattori-hanzo-iga-ninja-paling/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-7066685906248512976?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/7066685906248512976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi-hattori-hanzo-legend-of-ninjas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7066685906248512976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7066685906248512976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi-hattori-hanzo-legend-of-ninjas.html' title='~SHINOBI-HATTORI HANZO, THE LEGEND OF NINJA&apos;S~'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9hR7iJlGMI/AAAAAAAAAhI/Q9UWhZPHlNc/s72-c/hattori+hanzo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-8575917010024195705</id><published>2010-04-28T03:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T04:06:29.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>~SHINOBI ARMY~</title><content type='html'>Senjata merupakan bagian yang sangat penting bagi para ninja atau juga seorang samurai. Dengan adanya senjata seperti pedang digunakan untuk melindungi diri dari musuh.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah macam-macam senjata yang dipakai oleh ninja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katana&lt;br /&gt;katana (刀) adalah pedang panjang jepang (daitō, 大刀), walaupun di jepang sendiri ini merujuk pada semua jenis pedang. Katana adalah kunyomi (sebutan jepang) dari bentuk kanji 刀; sedangkan onyomi (sebutan hanzi) karakter kanji tersebut adalah tō. Ia merujuk kepada pedang satu mata, melengkung yang khusus yang secara tradisi digunakan oleh samurai jepang.&lt;br /&gt;Katana biasanya dipasangkan dengan wakizashi atau shōtō, bentuknya mirip tapi dibuat lebih pendek, keduanya dipakai oleh anggota kelas satria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCNlrJ2I/AAAAAAAAAgI/fJV741A89VI/s1600/japanese-swords-samurai-swords-musashi-maou-kaze-katana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCNlrJ2I/AAAAAAAAAgI/fJV741A89VI/s320/japanese-swords-samurai-swords-musashi-maou-kaze-katana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465136877519185762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wakizashi&lt;br /&gt;wakizashi (bahasa jepang: 脇差) adalah pedang jepang tradisional dengan panjang mata bilah antara 30 dan 60 sentimeter (antara 12 hingga 24 inci), serupa tetapi lebih pendek bila dibandingkan dengan katana yang sering dikenakan bersama-sama. Apabila dikenakan bersama, pasangan pedang ini dikenali sebagai daisho, yang apabila diterjemahkan secara harafiah sebagai "besar dan kecil"; "dai" atau besar untuk katana, dan "sho" untuk wakizashi.&lt;br /&gt;Wakizashi digunakan sebagai senjata samurai apabila tidak ada katana. Apabila memasuki bangunan suci atau bangunan istana, samurai akan meninggalkan katananya pada para pengawal pada pintu masuk. Namun, wakizashi selalu tetap dibawa pada setiap waktu, dan dengan itu, ia menjadi senjata bagi samurai, serupa seperti penggunaan pistol bagi tentara.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCQS3vxI/AAAAAAAAAgQ/xGsPuRh3Zx8/s1600/wakizashi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCQS3vxI/AAAAAAAAAgQ/xGsPuRh3Zx8/s320/wakizashi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465136878245625618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;naginata&lt;br /&gt;naginata (なぎなた, 薙刀) adalah senjata kelas tombak yang secara tradisional digunakan di jepang oleh para anggota samurai. Sebuah naginata terdiri dari pegangan tongkat kayu dan golok melengkung pada ujungnya, senjata ini sama dengan yang dipegang oleh guan yu dalam sejarah china.&lt;br /&gt;Ilmu beladiri yang menggunakan naginata disebut naginata-jutsu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCwNSRpI/AAAAAAAAAgY/15z6d8Vk5Xc/s1600/Naginata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCwNSRpI/AAAAAAAAAgY/15z6d8Vk5Xc/s320/Naginata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465136886812133010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kama&lt;br /&gt;kama (鎌 or かま) adalah senjata tradisional yang berasal dari okinawa, kama pada awalnya digunakan untuk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata kama biasa digunakan sepasang, senjata ini merupakan salah 1 senjata utama ninja, tetapi pada ujungnya dipasang gada/rantai, disebut kusari-gama.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRDM3c_gI/AAAAAAAAAgg/9c9BNpofcl0/s1600/kama_l.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRDM3c_gI/AAAAAAAAAgg/9c9BNpofcl0/s320/kama_l.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465136894505188866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kusari gama&lt;br /&gt;kusari-gama adalah kama ( lihat diatas ), tetapi memiliki rantai yang diikatkan dengan senjata tajam ( gada, pedang kecil, dll )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVoCyyPkI/AAAAAAAAAgo/yj46hTpyMBw/s1600/kusarigama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVoCyyPkI/AAAAAAAAAgo/yj46hTpyMBw/s320/kusarigama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465141925502926402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sai&lt;br /&gt;sai (釵) adalah senjata tradisional yang berasal dari okinawa, juga digunakan di india, china, indonesia dan malaysia. Sai adalah senjata yang berbentuk seperti trisula.&lt;br /&gt;Sai pada awalnya adalah alat pertanian.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVoml1yUI/AAAAAAAAAgw/E8ymfpFpkbo/s1600/sai_l.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVoml1yUI/AAAAAAAAAgw/E8ymfpFpkbo/s320/sai_l.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465141935112309058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shuriken&lt;br /&gt;shuriken (手裏剣;"hand hidden blade") adalah senjata tradisional jepang yang pada umumnya digunakan untuk dilempar ke lawan, dan kadang digunakan untuk menusuk dan memotong arteri lawan. Shuriken dibuat dari jarum, pisau, dan bahan logam lain. Shuriken adalah senjata yang paling sering digunakan setelah katana dan naginata.&lt;br /&gt;Ilmu beladiri yang menggunakan shuriken disebut shuriken-jutsu, shuriken-jutsu pada dulunya diajarkan di perguruan ninja.&lt;br /&gt;Shuriken dikenal dengan sebutan "bintang ninja"&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVo48MJ-I/AAAAAAAAAg4/hPSIofTC6H0/s1600/shuriken.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVo48MJ-I/AAAAAAAAAg4/hPSIofTC6H0/s320/shuriken.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465141940037887970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunai&lt;br /&gt;kunai adalah senjata lempar tradisional jepang, muncul pada era kaisar tensho. Kunai pada umumnnya dibuat dari besi, bukan baja/metal lain, dibuat dengan murah dan tidak di-polish. Kunai biasanya berukuran 20-60cm, dan rata-rata 40 cm.&lt;br /&gt;Kunai pada dulunya adalah alat untuk berkebun dan alat bagi para pekerja batu.&lt;br /&gt;Kunai dipercaya sebenarnya bukan senjata yang didesain untuk dilempar, tetapi dapat dilempar dan menghasilkan daya hancur yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVpIZUudI/AAAAAAAAAhA/IqMo_FtKC1E/s1600/8480.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gVpIZUudI/AAAAAAAAAhA/IqMo_FtKC1E/s320/8480.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465141944186616274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : http://unik.bilcyber.com/2010/02/09/jenis-jenis-senjata-tradisional-jepang/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-8575917010024195705?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/8575917010024195705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi-army.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/8575917010024195705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/8575917010024195705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi-army.html' title='~SHINOBI ARMY~'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gRCNlrJ2I/AAAAAAAAAgI/fJV741A89VI/s72-c/japanese-swords-samurai-swords-musashi-maou-kaze-katana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-8462520545664844007</id><published>2010-04-28T03:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T03:21:11.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>~SHINOBI~</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gLeLQOV7I/AAAAAAAAAgA/Bf5oj5VaRE0/s1600/ninja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gLeLQOV7I/AAAAAAAAAgA/Bf5oj5VaRE0/s320/ninja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465130760858916786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah&lt;br /&gt;Shinobi atau Ninja( Seseorang yang bergerak secara rahasia ) adalah seorang pembunuh yang terlatih dalam seni ninjutsu jepang. Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan Ninjatetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi Nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara. Kagetora, Naruto, Ninja Rantaro, adalah contoh kecil manga yang mengangkat ninja sebagai tema utamanya. Apa ninja itu? Sama seperti yang dikisahkan dalam berbagai cerita bahwa ninja itu penuh rahasia. Ninja biasanya segera dikaitkan dengan sosok yng terampil beladiri, ahli menyusup dan serba misterius seperti yang tampak di dalam film atau manga. Dalam kenyataannya penampilan ninja yang serba hitam ada benarnya, namun jika ada anggapan bahwa ninja identik dengan pembunuh brutal, berdarah dingin, pembuat onar, tukang sabotase, tidak demikian adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ninja terbentuk dari dua kata yaitu nin dan sha yang masing-masing artinya adalah tersembunyi dan orang. Jadi ninja adalah mata-mata profesional pada zaman feudal jepang. Sejarah ninja juga sangat sulit dilacak. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia. Ninja juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan kepada seseorang yang menguasai dan mendalami seni bela diri ninjutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata ninja juga diambil dari kata ninpo. Po artinya adalah falsafah hidup atau dengan kata lain ninpo adalah falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Jadi ninja akan selalu waspada dan terintregasi pada prinsip ninpo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninja dalah mata-mata profesionl di jaman ketika para samurai masih memegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan jepang pada abad 12. Pada abad 14 pertarungan memperebutkan kekuasaan semakin memanas, informasi tentang aktifitas dan kekuatan lawan menjadi penting, dan para ninja pun semakin aktif. Para ninja dipanggil oleh daimyo untuk mengumpulkan informasi, merusak dan menghancurkan gudang persenjataan ataupun gudang makanan, serta untuk memimpin pasukan penyerbuan di malam hari.karena itu ninja memperoleh latiham khusus. Ninja tetap aktif sampai jaman edo (1600-1868), dimana akhirnya kekuasaan dibenahi oleh pemerintah di zaman edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Asal-usul Ninja&lt;br /&gt;Kemunculan ninja pada tahun 522 berhubungan erat dengan masuknya seni nonuse ke Jepang. Seni nonuse inilah yang membuka jalan bagi lahirnya ninja. Seni nonuse atau yang biasa disebut seni bertindak diam-diam adalah suatu praktek keagamaan yang dilakukan oleh para pendeta yang pada saat itu bertugas memberikan info kepada orang-orang di pemerintahan. Sekitar tahun 645, pendeta-pendeta tersebut menyempurnakan kemampuan bela diri dan mulai menggunakan pengetahuan mereka tentang nonuse untuk melindungi diri dari intimidasi pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 794-1192, kehidupan masyarakat jepang mulai berkembang dan melahirkan kelas-kelas baru berdasarkan kekayaan. Keluarga kelas ini saling bertarung satu sama lain dalam usahanya menggulingkan kekaisaran. Kebutuhan keluarga akan pembunuh dan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse semakin meningkat. Inilah awal kelahiran ninja. Pada abad ke-16 ninja sudah dikenal dan eksis sebagai suatu keluarga atau klan di kota Iga atau Koga. Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan itelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di jepang. Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja. Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu. Dalah ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi. Menurut para ahli sejarah hal itu telah berlangsung selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi falsafah bushido, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa sekitar abad ke-9 terjadi eksodus dari cina ke jepang. Hal ini terjadi karena runtuhnya dinasti tang dan adanya pergolakan politik. Sehingga banyak pengungsi yang mencari perlindungan ke jepang.sebagian dari mereka adalah jendral besar, prajurit dan biksu. Mereka menetap di propinsi Iga, di tengah pulau honsu. Jendral tersebut antara lain Cho Gyokko, Ikai Cho Busho membawa pengetahuan mereka dan membaur dengan kebudayaan setempat. Strategi militer, filsafat kepercayaan, konsep kebudayaan, ilmu pengobatan tradisional, dan falsafah tradisional. Semuanya menyatu dengan kebiasaan setempat yang akhirnya membentuk ilmu yang bernama ninjutsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bela diri Ninjutsu&lt;br /&gt;Gerakan beladiri ninjutsu hanya tendangan, lemparan, patahan, dan serangan. Kemudian dilengkapi dengan teknik pertahanan diri seperti bantingan, rolling dan teknik bantu seperti meloloskan diri, mengendap, dan teknik khusus lainnya. Namun, dalam prakteknya ninja menghindari kontak langsung dengan lawannya, oleh karena itu berbagai alat lempar, lontar, tembak, dan penyamaran lebih sering digunakan. Berbeda dengan seni beladiri lain. Ninjutsu mengajarkan teknik spionase, sabotase, melumpuhkan lawan, dan menjatuhkan mental lawan. Ilmu tersebut digunakan untuk melindungi keluarga ninja mereka. Apa yang dilakukan ninja memang sulit dimengerti. Pada satu sisi harus bertempur untuk melindungi, di sisi lain ninja harus menerapkan “berperilaku kejam dan licik” saat menggunakan jurus untuk menghadapi lawan. Disisi lain ajaran ninpo memberi petunjuk bahwa salah satu tujuan ninjutsu adalah mengaktifkan indra keenam mereka. paduan intuisi dan kekuatan fisik pada jangka waktu yang lama memungkinkan para ninja untuk mengaktifkan indra keenamnya. Sehingga dapat mengenal orang lain dengan baik dan mengerti berbagai persoalan dalam berbagai disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ninpo terdapat teknik beladiri tangan kosong (taijutsu), teknik pedang (kenjutsu), teknik bahan peledak dan senjata api (kajutsu), teknik hipnotis (saimonjutsu), dan teknik ilusi(genjutsu). Pada aliran togaku ryu dikenal adanya energi yang disebut kuji kiri. Prinsipnya adalah penggabungan antara kekuatan fisik dan mental. Penyaluran energi yang tepat dari tenaga kuji kiri dapat bersifat menghancurkan, namun disisi lain jika digunakan untuk olah pikir dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang pelik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninjutsu akan sia-sia jika ninja tidak memiliki mental dan spiritual yang kuat. Untuk itu ninja harus menguasai kuji-in, yaitu kekuatan spiritual dan mental berdasarkan simbol yang terdapat di telapak tangan yang dipercaya menjadi saluran energi. Simbol di tangan di ambil dari praktek pada massa awal penyebaran agama budha. Kuji-in digunakan untuk membangun kepercayaan diri dan kekuatan seorang ninja. Kuji-in mampu meningkatkan kepekaan terhadap keadaan bahaya dan mendeteksi adanya kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 81 simbol yang ada, hanya 9 yang utama, yaitu rin(memberi kekuatan tubuh), hei (memberi kekuatan menyamarkan kehadiran seseorang), Toh (menyeimbangkan bagian padat dan cair pada tubuh), sha (kemampuan menyembuhkan), kai(memberi kontrol menyeluruh terhadap fungsi tubuh), jin(meningkatkan kekuatan telepati), retsu (memberi kekuatan telekinetik), zai (meningkatkan keselarasan terhadap alam), dan zen (memberi pencerahan pikiran dan pemahaman). Seorang ninja akan menjadi master sejati dengan menguasai simbol-simbol ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terdapat banyak keluarga ninja di jepang, baru sekitar tahun enam puluhan keluarga ninja baru dapat di dekati oleh orang luar. Sejak ninja dinyatakan terlarang oleh shogun tokugawa pada abad 17. pada tahun 1950 larangan tersebut dicabut oleh pemerintah Jepang. Pada tahun 1960 televisi jepang menayangkan laporan dokumentasi dan sejarah ninja. Setelah itu salah satu aliran yang dapat membuka diri dan memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah aliran togakure-ryu dengan pewaris dari generasi ke 34, masaaki hatsume,.yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib ahli penyembuhan dan pengobatan tulang. Pada tahun 1978 ninjutsu berhasil di publikasikan dan diajarkan ke amerika oleh stephen k. hayes. Sejak saat itu ninjutsu menjadi cabang beladiri yang paling banyak diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Peralatan Ninja&lt;br /&gt;Ninja diharuskan untuk bisa bertahan hidup di tengah alam, karena itu mereka menjadi terlatih secara alamiah untuk mampu membedakan tumbuhan yang bisa dimakan, tumbuhan racun, dan tumbuhan obat. Mereka memiliki metode cerdik untuk mengetahui waktu dan mata angin. Ninja menggunakan bintang sebagai alat navigasi mereka ketika menjalankan misi di malam hari.mereka juga mahir memasang perangkap, memasak hewan, membangun tempat berlindung, menemukan air dan membuat api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninja memakai baju yang menutup tubuh mereka kecuali telapak tangan dan seputar mata. Baju ninja ini disebut shinobi shozoko. shinobi shozoko memiliki 3 warna. Baju warna hitam biasanya dipakai ketika melakukan misi di malam hari dan bisa juga sebagai tanda kematian yang nyata bagi sang target. Warna putih digunakan untuk misi di hari bersalju. Warna hijau sebagai kamuflase agar mereka tidak terlihat dalam lingkungan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shinobi shozoko memiliki banyak kantong di dalam dan luarnya. Kantong ini digunakan untuk menyimpan peralatan kecil dan senjata yang mereka butuhkan, seperti racun, shuriken, pisau, bom asap dan lain-lain. Ninja juga membawa kotak P3K kecil tradisional, yang diisi dengan cairan dan minuman. Ninja juga memakai tabi yang mirip sepatu boot. Celah yang memisahkan jempol kaki dengan jari lainnya memudahkan ninja saat memanjat tali atau dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninja wanita atau kunoichi yang biasanya bekerja dengan menggunakan kefemininan mereka ketika melakukan pendekatan pada sang target menggunakan manipulasi kejiwaan dan perang batin sebagai senjata mereka. mereka bisa mendekati target dan membunuhnya tanpa jejak. Kunoichi memiliki misi yang berbeda dengan ninja laki-laki. Mereka lebih sering dekat dengan target, sehingga mereka juga lebih sering menggunakan senjata jarak dekat seperti metsubishi, racun, golok, tali, dan tessen. Selain itu senjata-senjata tersebut juga praktis dibawa tanpa kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninja memiliki senjata dalam berbagai jenis, bentuk, dan ukuran. Selain senjata standar seperti pedang, naginata, panah, dan pisau, ada pula tessen (kipas yang bila dikibaskan keluar racun), shobo, kyoketsu shogei, neko te, dan lain-lain. Peralatan canggih ninja lainnya adalah kaginawa(jangkar bertali) untuk memanjat dinding, ashiaro untuk membuat jejak kaki palsu agar tidak terlacak saat menjalankan misi, metsubishi(cangkang telur yang diisi dengan pasir dan serbuk logam, biasanya juga kotoran tikus) yang berfungsi untuk membutakan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pelatihan Ninja&lt;br /&gt;Pada saat anak-anak ninja telah dilatih untuk waspada dan dididik dalam kerahasiaan dan tradisi ilmu mereka. Pada umur 5-6 tahun mereka diperkenalkan dengan permainan ketangkasan dan keseimbangan tubuh. Anak-anak disuruh berjalan diatas papan titian yang sangat keci, mendaki papan yang terjal, dan melompati semak-semak yang berduri. Pada umur 9 tahun mereka dilatih untuk kelenturan otot. Anak-anak berlatih berguling dan meloncat. Setelah itu anak-anak diajarkan teknik memukul dan menendang pada target jerami yang di ikat. Setelah itu pelatihan meningkat ke seni bela diri tanpa senjata dan setelahnya dasar-dasar menggunakan pedang dan tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa remaja mereka diajari cara menggunakan senjata khusus. Melempar pisau, penyembunyian senjata, teknik tali, berenang, taktik bawah air, dan teknik menggunakan alam untuk mendapat informasai atau untuk menyembunyikan diri. Waktu mereka dihabiskan dalam ruang tertutup atau bergelantungan di pohon untuk membangun kesabaran, daya tahan, dan stamina. Terdapat pula latihan gerak tanpa suara dan lari jarak jauh. Mereka juga diajarkan teknik melompat dari pohon ke pohon atau atap ke atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa akir remaja ninja belajar menjadi aktor dan psikologi melalui tingkah laku mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Mereka mulai mengerti cara bekerja jiwa manusia, menggunakan kelemahan orang lain untuk keuntungan mereka. Mereka juga belajar membuat obat-obatan, mendapatkan jalan masuk rahasia ke dalam sebuah bangunan, cara memanjat dinding, melewati atap, mencuri di bawah rantai, mengikat musuh, cara kabur, dan menggambar peta, rute, petunjuk jalan, serta wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 18 tingkat ilmu dan seni berperang ninjutsu dari banyak keahlian yang dimiliki oleh ninja yang dapat dipelajari oleh umum pada saat ini. Selebihnya di luar keterampilan fisik dan penguasaan jiwa, para pendekar ini harus mempelajari latihan batin. Setelah menguasai level ini, ninja bisa sangat ahli dan bahkan dianggap sebagai orang bijak atau dukun, karena kemampuannya menyatu dengan alam dan siklus di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan belas keahlian tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. seishin teki kyoyo (pemurnian jiwa)&lt;br /&gt;ninja aliran tokakure sangat mengandalkan pengenalan jati diri. Seorang ninja harus mengetahui dengan tepat komitmen dan motivasi hidupnya. Dengan pemahaman dan penghayatan terhadap proses pematangan seorang ninja bisa menjadi seorang pendekar yang bijak. Keterlibatan ninja dalam pertarungan dimotivasi oleh alasan untuk melindungi. Tidak dibenarkan jika alasannya semata-mata hanya karena uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. tai jutsu (bertarung dengan tangan kosong)&lt;br /&gt;paduan dari ilmu daken taijutsu(pukul, tendng, tangkis), ju taijutsu(gumul, mencekik, meloloskan dari kuncian), taihen jutsu(gerak tanpa suara, berguling, melompat, cara jatuh). Keterampilan ini di perlukan pada situasi terancam atau bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ninja ken (pedang ninja)&lt;br /&gt;pedang ninja adalah pedang pedek lurus bermata tunggal. Pedang adalah senjata utama ninja. Untuk menggunakan pedang dituntut dua keahlian utama yaitu ilmu menarik pedang (dg kecepatan namun halus gerakannya ) sekaligus mengayun untuk memotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. bo jutsu (jurus tongkat dan bilah)&lt;br /&gt;ada 2 jenis tongkat, tongkat panjang sekitar 2 meter(bo) dan tongkat pendek sekitar satu meter(hanbo). Ada lagi senjata dari bilah bambu yang bila di buka di dalamnya ada mata pedang yang sekilas tampak seperti tongkat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. shuriken jutsu (senjata lempar)&lt;br /&gt;ilmu lempar berupa lempeng baja dengan mata tajam bersisi empat seperti bintang(senban shuriken) atau paku lempar(bo shuriken). Senban shuriken dilempar dengan cara dipuntir agar bisa menancap dan memberi efek gergaji. Bo shuriken dilempar bersamaan beberapa buah sehingga terlihat seperti kilatan jarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. yari jutsu(jurus tombak)&lt;br /&gt;tombak digunakan untuk pertarungan jarak sedang untuk menangkis dan meredam serangan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. naginata jutsu(jurus pedang bertongkat)&lt;br /&gt;pedang pendek yang gagangnya dibuat panjang seukuran tombak. Digunakan ninja untuk memotong lawan yang berada dalam jarak sedang. Bisa digunakan untuk menyerang samurai dan merobohkan tentara berkuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. kusari gama (jurus rantai dan bandul)&lt;br /&gt;berupa rantai sepanjang 2-3 meter yang diberi bandul pada salah satu ujungnya. Pada ujung yang lain dikaitkan pada gagang arit tradisional jepang. Rantai digunakan untuk menangkis serangan senjata lawan.sedangkan bilah arit digunakan untuk menghabisi lawan yang sudah terjerat. Senjata rantai dan bandul yang disukai oleh para ninja aliran togakure adalah kyoketsu yaitu belati lengkung yang gagangnya dipasangi tali halus dari rambut kuda dan ujung tali satu lagi diberi cincin baja besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. henso jutsu (ilmu menyamar dan membaur)&lt;br /&gt;ilmu ini sangat diperlukan pada saat spionase. Ninja membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang. Ninja juga bergerak tanpa bisa di lacak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. shinobi iri (ilmu mengintai dan menyusup)&lt;br /&gt;ilmu ini mengajarkan bergerak tanpa suara dan bersembunyi di bawah bayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. ba jutsu&lt;br /&gt;seorang ninja harus bisa bertempur di atas kuda selain menunggang kuda dengan baik di segala medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. sui ren (ilmu tempur dalam air)&lt;br /&gt;meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara dalam air, cara menggunakan perahu khusus untuk mengapung dalam air, dan teknik perkelahian dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. bo ryaku (ilmu strategi)&lt;br /&gt;ilmu taktik yang tak lazim digunakan dalam kondisi bertahan atau pertarungan terbuka. Ninja sering memanfaatkan kondisi sekitarnya untuk melaksanakan tugasnya, tanpa banyak mengeluarkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. cho ho (ilmu spionase)&lt;br /&gt;ilmu mata-mata termasuk merekrut dan memakai orang yang digunakan sebagai mata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. inton jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang)&lt;br /&gt;ninja pandai meloloskan diri dengan memanfaatkan keadaan alam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. ten mon (meteorologi)&lt;br /&gt;memanfaatkan cuaca juga merupakan senjata utama ninja. Sejak kecil mereka dilatih mengendalikan cuaca dari tanda-tanda alam yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. chi mon (geografi)&lt;br /&gt;teknik pemanfaatan lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Filosofi Ninja&lt;br /&gt;Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung. Ninja tidak memiliki status mulia seperti samurai, sehingga ninja bebas melakukan apapun untuk mengatasi masalah, tanpa terikat oleh nama baik keluarga dan kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : wikipedia.org http://cobunder2.wordpress.com/2008/07/17/sejarah-ninja/&lt;br /&gt;         http://gatramu.wordpress.com/2008/07/23/5/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-8462520545664844007?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/8462520545664844007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/8462520545664844007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/8462520545664844007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/04/shinobi.html' title='~SHINOBI~'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S9gLeLQOV7I/AAAAAAAAAgA/Bf5oj5VaRE0/s72-c/ninja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-7142909940873089444</id><published>2010-01-05T16:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T05:25:50.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koReaN - ActOrZ'/><title type='text'>Kenapa dI dUniA InI BaNyaK CoW oK cAk3p YaAA??!!</title><content type='html'>tapi herannyaaa,,, koq gag ada yang milih aqu yachh,,??!! (ngarep,,T-T) hahaaahaaaa&lt;br /&gt;berhubung gag da yang pilih aqu,, cukuplah kutampilkan foto mereka,, heheee (gag nyambung deh omongannee,,")&lt;br /&gt;nY,, bebeRaPa aRtiZ koRea YaNg kUKaGuMI,,:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kIm nAm GIl (bidam-the great queen soen doek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Phmr0oKpI/AAAAAAAAAWY/vj2WJeLQWFM/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Phmr0oKpI/AAAAAAAAAWY/vj2WJeLQWFM/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423426430998948498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PhmWxplcI/AAAAAAAAAWQ/gTt0Au708Bo/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PhmWxplcI/AAAAAAAAAWQ/gTt0Au708Bo/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423426425349313986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Phl4HZ_tI/AAAAAAAAAWI/RShbvAhbP_4/s1600-h/2vhv1blm10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 47px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Phl4HZ_tI/AAAAAAAAAWI/RShbvAhbP_4/s320/2vhv1blm10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423426417119067858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PhlvuDz4I/AAAAAAAAAWA/6vIaTo4Ve4o/s1600-h/2lllddt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PhlvuDz4I/AAAAAAAAAWA/6vIaTo4Ve4o/s320/2lllddt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423426414865272706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PoG19JTiI/AAAAAAAAAXI/MyEX-ahSios/s1600-h/2446vlz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PoG19JTiI/AAAAAAAAAXI/MyEX-ahSios/s320/2446vlz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423433580544609826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PoF-JdJoI/AAAAAAAAAWw/vmFLzTgsSdI/s1600-h/62N12c63.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PoF-JdJoI/AAAAAAAAAWw/vmFLzTgsSdI/s320/62N12c63.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423433565563856514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PoFezaRhI/AAAAAAAAAWo/hQoV08FRKR0/s1600-h/21blm11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqpMhoDMI/AAAAAAAAAXw/-JXYVMGZhIk/s320/11844.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423436369742007490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqozR2wUI/AAAAAAAAAXo/5Ldu-aoOFtc/s1600-h/11842.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqozR2wUI/AAAAAAAAAXo/5Ldu-aoOFtc/s320/11842.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423436362964975938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqoFNPXfI/AAAAAAAAAXg/hWKA2W6Zb8c/s1600-h/7554.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqoFNPXfI/AAAAAAAAAXg/hWKA2W6Zb8c/s320/7554.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423436350597586418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pqn-6f-1I/AAAAAAAAAXY/HaVRvQvltuE/s1600-h/7553.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pqn-6f-1I/AAAAAAAAAXY/HaVRvQvltuE/s320/7553.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423436348908370770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqngQJ5BI/AAAAAAAAAXQ/cF4XpypaKaA/s1600-h/5914.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PqngQJ5BI/AAAAAAAAAXQ/cF4XpypaKaA/s320/5914.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423436340677698578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt1ELHEfI/AAAAAAAAAYY/LlgNEUexqpE/s1600-h/363585.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt1ELHEfI/AAAAAAAAAYY/LlgNEUexqpE/s320/363585.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423439872193401330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0xmobhI/AAAAAAAAAYQ/FD9-R-P1EHY/s1600-h/20091025_kimnamgil_main2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0xmobhI/AAAAAAAAAYQ/FD9-R-P1EHY/s320/20091025_kimnamgil_main2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423439867208560146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0l_DtzI/AAAAAAAAAYI/EPd-Ozf-liE/s1600-h/343260.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0l_DtzI/AAAAAAAAAYI/EPd-Ozf-liE/s320/343260.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423439864089786162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0XOJ_oI/AAAAAAAAAYA/DqghHiAlYj4/s1600-h/31097_39007_4319.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pt0XOJ_oI/AAAAAAAAAYA/DqghHiAlYj4/s320/31097_39007_4319.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423439860126580354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PtzyasXII/AAAAAAAAAX4/nEBYv8dZQv4/s1600-h/27759_35227_4318.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 94px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PtzyasXII/AAAAAAAAAX4/nEBYv8dZQv4/s320/27759_35227_4318.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423439850247052418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pv0I4vSnI/AAAAAAAAAZA/uJXXqwDYaEo/s1600-h/1216123784881.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pv0I4vSnI/AAAAAAAAAZA/uJXXqwDYaEo/s320/1216123784881.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423442055301909106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PvzSJhnYI/AAAAAAAAAYw/FNfguY-2s9A/s1600-h/20090519192771.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PvzSJhnYI/AAAAAAAAAYw/FNfguY-2s9A/s320/20090519192771.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423442040608365954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PvzPGZufI/AAAAAAAAAYo/q1S5kRaVWyw/s1600-h/1258528625_200911181617325765272501_0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0PvzPGZufI/AAAAAAAAAYo/q1S5kRaVWyw/s320/1258528625_200911181617325765272501_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423442039789959666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw9EyPuLI/AAAAAAAAAZo/CaU2pOgx4v8/s1600-h/AM-AQSDE62ENDHDTVX264450p-HANAM--51.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw9EyPuLI/AAAAAAAAAZo/CaU2pOgx4v8/s320/AM-AQSDE62ENDHDTVX264450p-HANAM--51.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423443308331382962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8uZjmdI/AAAAAAAAAZg/K4hOGHxrAX8/s1600-h/AM-AQSDE62ENDHDTVX264450p-HANAM--44.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8uZjmdI/AAAAAAAAAZg/K4hOGHxrAX8/s320/AM-AQSDE62ENDHDTVX264450p-HANAM--44.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423443302322248146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8RJ_LuI/AAAAAAAAAZY/gKoGcLrMTX4/s1600-h/76964320070102001214323ix2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8RJ_LuI/AAAAAAAAAZY/gKoGcLrMTX4/s320/76964320070102001214323ix2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423443294472318690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8IIHH4I/AAAAAAAAAZQ/ohCKVOUNcBk/s1600-h/20091026171122757347112.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw8IIHH4I/AAAAAAAAAZQ/ohCKVOUNcBk/s320/20091026171122757347112.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423443292048531330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw72RdjrI/AAAAAAAAAZI/uG_A9Qj4O_I/s1600-h/200701041207117910mq8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Pw72RdjrI/AAAAAAAAAZI/uG_A9Qj4O_I/s320/200701041207117910mq8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423443287255912114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P25fSiH5I/AAAAAAAAAaQ/tZd0-UqiRHo/s1600-h/bs1u.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P25fSiH5I/AAAAAAAAAaQ/tZd0-UqiRHo/s320/bs1u.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423449843796418450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P25KXAAyI/AAAAAAAAAaI/STte4-pLUns/s1600-h/Bidamsexy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P25KXAAyI/AAAAAAAAAaI/STte4-pLUns/s320/Bidamsexy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423449838178009890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P24iY9m5I/AAAAAAAAAaA/OPzkPL9WGB8/s1600-h/bi-dam-kim-nam-gil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P24iY9m5I/AAAAAAAAAaA/OPzkPL9WGB8/s320/bi-dam-kim-nam-gil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423449827448822674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P24E54jGI/AAAAAAAAAZ4/-AblhOvqqWA/s1600-h/bidam09080613.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P24E54jGI/AAAAAAAAAZ4/-AblhOvqqWA/s320/bidam09080613.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423449819533839458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P232NvBsI/AAAAAAAAAZw/W8L5YWDY0kA/s1600-h/avatar_209.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P232NvBsI/AAAAAAAAAZw/W8L5YWDY0kA/s320/avatar_209.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423449815590569666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P4XirhkZI/AAAAAAAAAaY/uuUtEpxy1WE/s1600-h/dced.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 315px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P4XirhkZI/AAAAAAAAAaY/uuUtEpxy1WE/s320/dced.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423451459614249362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P7pMQLJ7I/AAAAAAAAAbA/umnSbh8CLY8/s1600-h/e34bdentersbijae.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P7pMQLJ7I/AAAAAAAAAbA/umnSbh8CLY8/s320/e34bdentersbijae.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423455061366482866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P7pURxCHI/AAAAAAAAAbI/SqfpkFwl5lI/s1600-h/image1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P7pURxCHI/AAAAAAAAAbI/SqfpkFwl5lI/s320/image1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423455063520643186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9GO6MruI/AAAAAAAAAcI/QSj4Pu9BI9E/s1600-h/pp_35181_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9GO6MruI/AAAAAAAAAcI/QSj4Pu9BI9E/s320/pp_35181_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423456659807448802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FmXi9zI/AAAAAAAAAcA/36xTGQli14I/s1600-h/namil_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FmXi9zI/AAAAAAAAAcA/36xTGQli14I/s320/namil_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423456648924690226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FYmLEpI/AAAAAAAAAb4/fMk4Fcl8woM/s1600-h/lee-han-kim-nam-gil-147236.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FYmLEpI/AAAAAAAAAb4/fMk4Fcl8woM/s320/lee-han-kim-nam-gil-147236.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423456645227942546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FG_9cTI/AAAAAAAAAbw/qtW7g2kDlI0/s1600-h/kim-nam-gil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9FG_9cTI/AAAAAAAAAbw/qtW7g2kDlI0/s320/kim-nam-gil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423456640504262962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9E7w3HmI/AAAAAAAAAbo/i5fneWRJC_c/s1600-h/KimNamGil1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P9E7w3HmI/AAAAAAAAAbo/i5fneWRJC_c/s320/KimNamGil1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423456637488143970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SADmuJwiI/AAAAAAAAAew/rucUdiPFV38/s1600-h/21blm11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 47px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SADmuJwiI/AAAAAAAAAew/rucUdiPFV38/s320/21blm11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423600650683007522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SADSZ4EKI/AAAAAAAAAeo/U2thUkjgnP8/s1600-h/250px-Hanlee.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SADSZ4EKI/AAAAAAAAAeo/U2thUkjgnP8/s320/250px-Hanlee.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423600645229252770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. jAE HEE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnwXy9yI/AAAAAAAAAeg/uH1mFhJLgRo/s1600-h/2582959908_ac31524428.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnwXy9yI/AAAAAAAAAeg/uH1mFhJLgRo/s320/2582959908_ac31524428.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423466031818667810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnX_6lMI/AAAAAAAAAeY/92AEOWRuWOU/s1600-h/JaeHee01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnX_6lMI/AAAAAAAAAeY/92AEOWRuWOU/s320/JaeHee01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423466025276052674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnNAHXLI/AAAAAAAAAeQ/xBtAWOqXkkc/s1600-h/JaeHee02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 288px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFnNAHXLI/AAAAAAAAAeQ/xBtAWOqXkkc/s320/JaeHee02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423466022324100274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFmylpEoI/AAAAAAAAAeI/-gMBF4Rwo3A/s1600-h/JaeHee04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QFmylpEoI/AAAAAAAAAeI/-gMBF4Rwo3A/s320/JaeHee04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423466015233741442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEdbxy6AI/AAAAAAAAAeA/J6bRcQWv7iI/s1600-h/JaeHee05.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 313px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEdbxy6AI/AAAAAAAAAeA/J6bRcQWv7iI/s320/JaeHee05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423464754980251650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEdHyTbqI/AAAAAAAAAd4/NwdQ5ULBMsw/s1600-h/JaeHee06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEdHyTbqI/AAAAAAAAAd4/NwdQ5ULBMsw/s320/JaeHee06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423464749613674146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEckwvZXI/AAAAAAAAAdw/fUFmyBHD3CM/s1600-h/JaeHee09.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 305px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEckwvZXI/AAAAAAAAAdw/fUFmyBHD3CM/s320/JaeHee09.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423464740211877234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEcYhek5I/AAAAAAAAAdo/hKnKli8J4FY/s1600-h/jae-hee1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEcYhek5I/AAAAAAAAAdo/hKnKli8J4FY/s320/jae-hee1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423464736926634898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEcLHqVvI/AAAAAAAAAdg/PXykcK5Qb1M/s1600-h/tn_jaehee_20382.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0QEcLHqVvI/AAAAAAAAAdg/PXykcK5Qb1M/s320/tn_jaehee_20382.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423464733328692978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2x0eiCI/AAAAAAAAAcg/lFAaomWORVY/s1600-h/185409_02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2x0eiCI/AAAAAAAAAcg/lFAaomWORVY/s320/185409_02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423458593324042274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2iAAElI/AAAAAAAAAcY/0_88tm6Iacg/s1600-h/47468cbda05e40_full.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2iAAElI/AAAAAAAAAcY/0_88tm6Iacg/s320/47468cbda05e40_full.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423458589077410386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2cWkZZI/AAAAAAAAAcQ/duSN3TeQEtw/s1600-h/6d29df38787510_full.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0P-2cWkZZI/AAAAAAAAAcQ/duSN3TeQEtw/s320/6d29df38787510_full.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423458587561452946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. LEe sEuNG HyOO (ARCheOn-The GREAt queEn sOeN doEK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBgRu5RyI/AAAAAAAAAfY/sLnDuLUcOqM/s1600-h/lsh37.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBgRu5RyI/AAAAAAAAAfY/sLnDuLUcOqM/s320/lsh37.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423602242776811298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBgFiLu4I/AAAAAAAAAfQ/N4olqtFxV04/s1600-h/KNG+cute.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBgFiLu4I/AAAAAAAAAfQ/N4olqtFxV04/s320/KNG+cute.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423602239502269314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBf1d1w7I/AAAAAAAAAfI/f_X9dx4N38w/s1600-h/20090818123618392l3_160804_0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBf1d1w7I/AAAAAAAAAfI/f_X9dx4N38w/s320/20090818123618392l3_160804_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423602235189085106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBfg4rWNI/AAAAAAAAAfA/54ZgOX4YgqU/s1600-h/20091124_leeseunghyo_main.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBfg4rWNI/AAAAAAAAAfA/54ZgOX4YgqU/s320/20091124_leeseunghyo_main.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423602229664504018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBfD22iXI/AAAAAAAAAe4/HA7-qekjCpg/s1600-h/1702.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SBfD22iXI/AAAAAAAAAe4/HA7-qekjCpg/s320/1702.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423602221872220530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDPYXCwAI/AAAAAAAAAf4/cyzyuytRgfA/s1600-h/queenseonduke18kor09072.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 88px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDPYXCwAI/AAAAAAAAAf4/cyzyuytRgfA/s320/queenseonduke18kor09072.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423604151521296386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDPD6y2VI/AAAAAAAAAfw/Tid0-1yE5o0/s1600-h/LSsqaH.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDPD6y2VI/AAAAAAAAAfw/Tid0-1yE5o0/s320/LSsqaH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423604146034104658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDOiDqihI/AAAAAAAAAfo/hMOkW05WR0g/s1600-h/lsh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDOiDqihI/AAAAAAAAAfo/hMOkW05WR0g/s320/lsh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423604136944503314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDOLaHB3I/AAAAAAAAAfg/PnEV1iUOzrY/s1600-h/lsh38.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0SDOLaHB3I/AAAAAAAAAfg/PnEV1iUOzrY/s320/lsh38.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423604130864629618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-7142909940873089444?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/7142909940873089444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/01/kenapa-di-dunia-ini-banyak-cow-ok-cak3p.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7142909940873089444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7142909940873089444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2010/01/kenapa-di-dunia-ini-banyak-cow-ok-cak3p.html' title='Kenapa dI dUniA InI BaNyaK CoW oK cAk3p YaAA??!!'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/S0Phmr0oKpI/AAAAAAAAAWY/vj2WJeLQWFM/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-3696584546788083749</id><published>2009-11-28T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T21:33:53.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>Otaku *-*</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Otaku&lt;/span&gt; adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi atau kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa Jepang baku, setara dengan kata “Anda” dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Etimologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah otaku kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku ( Anda?) yang merupakan bentuk paling sopan untuk kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang. Pada perkembangan selanjutnya, istilah otaku ditulis dengan aksara katakana (otaku?) atau ( wotaku?) untuk membedakan istilah slang dengan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di awal dekade 1980-an sudah ada istilah slang bernada sumbang byoki (“sakit”?) yang ditujukan kepada penggemar berat lolicon, manga dan dojin manga. Istilah by?ki sudah sering muncul dalam dojinshi sampai ke anime dengan peran utama anak perempuan seperti Minky Momo.&lt;br /&gt;Istilah otaku pertama kali diperkenalkan oleh kolumnis Nakamori Akio dalam artikel “Otaku”no Kenky? (Penelitian tentang Otaku?) yang dimuat majalah Manga Burikko. Dalam artikel yang dimuat bersambung dari bulan Juni hingga Desember 1983, istilah otaku digunakan untuk menyebut penggemar berat subkultur seperti anime dan manga.&lt;br /&gt;Pada waktu itu, masyarakat umum sama sekali belum mengenal istilah otaku. Media massa yang pertama kali menggunakan istilah otaku adalah radio Nippon Broadcasting System yang mengangkat segmen Otakuzoku no jittai ( situasi kalangan otaku?) pada acara radio Young Paradise. Istilah Otakuzoku (secara harafiah: suku Otaku) digunakan untuk menyebut kalangan otaku, mengikuti sebutan yang sudah ada untuk kelompok anak muda yang memakai akhiran kata “zoku,” seperti Bosozoku dan Takenokozoku.&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, sebutan otaku digunakan untuk pria lajang yang mempunyai hobi anime, manga, idol, permainan video, dan komputer pribadi tanpa mengenal batasan umur. Istilah otaku juga banyak dipakai untuk menyebut wanita lajang atau wanita sudah menikah yang membentuk kelompok sedikit bersifat “cult” berdasarkan persamaan hobi. Kalangan yang berusia 50 tahun ke atas yang merupakan penggemar berat high culture atau terus mengejar prestasi di bidang akademis jarang sekali dan hampir tidak pernah disebut otaku.&lt;br /&gt;Istilah “otaku” dalam arti sempit awalnya hanya digunakan di antara orang-orang yang memiliki hobi sejenis yang membentuk kalangan terbatas seperti penerbitan D?jinshi. Belakangan ini, istilah otaku dalam arti luas sering dapat mempunyai konotasi negatif atau positif bergantung pada situasi dan orang yang menggunakannya. Istilah otaku secara negatif digunakan untuk penggemar fanatik suatu subkultur yang letak bagusnya tidak bisa dimengerti masyarakat umum, atau orang yang kurang mampu berkomunikasi dan sering tidak mau bergaul dengan orang lain. Otaku secara positif digunakan untuk menyebut orang yang sangat mendalami suatu bidang hingga mendetil, dibarengi tingkat pengetahuan yang sangat tinggi hingga mencapai tingkat pakar dalam bidang tersebut.&lt;br /&gt;Sebelum istilah otaku menjadi populer di Jepang, sudah ada orang yang disebut “mania” karena hanya menekuni sesuatu dan tidak mempunyai minat pada kehidupan sehari-hari yang biasa dilakukan orang. Di Jepang, istilah otaku sering digunakan di luar konteks penggemar berat anime atau manga untuk menggantikan istilah mania, sehingga ada istilah Game-otaku, Gundam-otaku (otaku mengenai robot Gundam), Gunji-otaku (otaku bidang militer), Pasokon-otaku (otaku komputer), Tetsud?-otaku (otaku kereta api alias Tecchan), Morning Musume-otaku (otaku Morning Musume alias Moe-ota), Jani-ota (otaku penyanyi keren yang tergabung dalam Johnny &amp; Associates).&lt;br /&gt;Secara derogatif, istilah otaku banyak digunakan orang sebagai sebutan bagi “laki-laki dengan kebiasaan aneh dan tidak dimengerti masyarakat umum,” tanpa memandang orang tersebut menekuni suatu hobi atau tidak. Anak perempuan di Jepang sering menggunakan istilah otaku untuk anak laki-laki yang tidak populer di kalangan anak perempuan, tapi sebaliknya istilah ini tidak pernah digunakan untuk perempuan. Berhubung istilah otaku sering digunakan dalam konteks yang menyinggung perasaan, penggunaan istilah otaku sering dikritik sebagai praduga atau perlakuan diskriminasi terhadap seseorang.&lt;br /&gt;Otaku juga identik dengan sebutan Akiba Kei yang digunakan untuk laki-laki yang berselera buruk dalam soal berpakaian. Sebutan Akiba Kei berasal dari gaya berpakaian laki-laki yang lebih suka mengeluarkan uang untuk keperluan hobi di distrik Akihabara, Tokyo daripada membeli baju yang sedang tren. Sebutan lain yang kurang umum untuk Akiba-Kei adalah A-Boy atau A-Kei, mengikuti istilah B-Boy (B-Kei atau B-Kaji) yang sudah lebih dulu ada untuk orang yang meniru penampilan penyanyi hip-hop berkulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Generasi otaku di Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Otaku generasi pertama (kelahiran paruh pertama tahun 1960-an)&lt;br /&gt;Otaku generasi pertama dibesarkan sebagai penggemar fiksi sains di saat masyarakat umum masih mengganggap anime sebagai konsumsi anak-anak. Gekiga yang dimaksudkan sebagai bacaan orang dewasa lalu mulai dikenal secara luas. Otaku generasi pertama juga mulai ikut-ikutan membaca Gekiga. Di Jepang, generasi kelahiran tahun 1960-an disebut generasi Shinjinrui (Generation X) yang sewaktu kecil takjub dengan monster yang bisa berubah bentuk dan menyenangi Tokusatsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Otaku generasi II (kelahiran sekitar tahun 1970-an)&lt;br /&gt;Di masa kecil membaca Space Battleship Yamato, Mobile Suit Gundam yang nantinya menjadi bekal penting untuk menjadi otaku. Masyarakat Jepang mulai menerima kehadiran otaku. Sebagian otaku generasi II tidak bisa membedakan antara dunia fiksi sains dengan alam nyata, misalnya Gundam-otaku (Gun-ota). Permainan video dekade 1980-an juga menjadi kegemaran otaku generasi II. Pada saat yang sama, masyarakat mulai menaruh praduga terhadap otaku akibat kasus pembunuhan heboh dengan pelaku seorang otaku. Di kalangan anak sebaya, otaku mulai mendapat perlakuan diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Otaku generasi III (kelahiran sekitar tahun 1980-an)&lt;br /&gt;Di masa kecil membaca Neon Genesis Evangelion, otaku generasi III sekarang menjadi inti gerakan Sekai Kei. Anak-anak dari otaku generasi I mulai menjadi otaku sehingga citra negatif otaku semakin berkurang dan otaku hanya dianggap sebagai salah satu hobi. Di kalangan otaku generasi III, kecenderungan Moé sudah menjadi istilah yang disepakati bersama, sekaligus sebagai prinsip dan tujuan. Otaku generasi III makin tenggelam di dalam dunia yang digambarkan manga, dan bahkan sampai menyenangi high culture yang ada di dalamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-3696584546788083749?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/3696584546788083749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/otaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3696584546788083749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3696584546788083749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/otaku.html' title='Otaku *-*'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1654900753060853874</id><published>2009-11-28T20:53:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T21:19:50.310-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artIKeL tENtaNG KebuDayAan Di DunIA'/><title type='text'>hIsTOry oF kOreA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxICjXWFd-I/AAAAAAAAAV4/eNNLPJFr3Mo/s1600/20090929083615317e7_090052_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxICjXWFd-I/AAAAAAAAAV4/eNNLPJFr3Mo/s320/20090929083615317e7_090052_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409388909010712546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxICjKFV8II/AAAAAAAAAVw/bljZ7jV2Zwc/s1600/traditionalkoreandress.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 309px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxICjKFV8II/AAAAAAAAAVw/bljZ7jV2Zwc/s320/traditionalkoreandress.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409388905450827906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanbok pada masa Tiga Kerajaan&lt;br /&gt;Makam Goguryeo.&lt;br /&gt;Pakaian Raja dan Ratu Kerajaan Silla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.&lt;br /&gt;[sunting] Periode Goryeo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Joseon&lt;br /&gt;Pakaian pria bangsawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKSESORIS UNTUK KEPALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala (sangtu), sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang. Wanita yang berprofesi sebagai penghibur seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut gache. Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai pengencang atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria menggunkan gat, topi yang dianyam dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanbok digunakan diklasifikasikan berdasarkan peristiwanya: pakaian sehari-hari, termasuk untuk hari ulang tahun pertama anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANBOK MODERN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanbok modern untuk anak-anak terbagi atas 2 atau 3 bagian dan bisa dipakai dengan mudah. Hanbok anak-anak dipakai biasanya satu atau dua kali setahun dalam perayaan Chuseok atau tahun baru imlek (seollal). Pada ulangtahun pertamanya (doljanchi) anak-anak memakai hanbok pertama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://cazieland.blogspot.com/2009/10/hanbok.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1654900753060853874?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1654900753060853874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/hanbok-korea-selatan-atau-choson-ot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1654900753060853874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1654900753060853874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/hanbok-korea-selatan-atau-choson-ot.html' title='hIsTOry oF kOreA'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxICjXWFd-I/AAAAAAAAAV4/eNNLPJFr3Mo/s72-c/20090929083615317e7_090052_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-4898024297540365769</id><published>2009-11-28T20:18:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T20:51:22.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>Karakuri NINGYO ASAL MULA ROBOTIKA JEPANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH4Jin2n2I/AAAAAAAAAUg/x9bdYuylUZQ/s1600/butai_nagoya_2003.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH4Jin2n2I/AAAAAAAAAUg/x9bdYuylUZQ/s320/butai_nagoya_2003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409377470245150562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul istilah Robot&lt;br /&gt;Istilah robot diperkenalkan pertama kali oleh seorang berkebangsaan Cekoslowakia&lt;br /&gt;bernama Karel Capek (1890-1938), melalui karya drama "Rossum's Universal Robots"pada tahun 1920. bermula dari istilah robot, berasal dari bahasa setempat "robota" yang berarti budak atau kerja paksa, muncul sebagai pengganti istilah budak mekanik untuk membantu pekerjaan manusia. kemudian pada tahun 1950, Isaac Asimov mengemukakan tiga aturan mengenai robot (dikenal dengan hukum Asimov), melalui karya novelnya "robot" yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sebuah robot tidak boleh mencederai manusia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   2. Robot harus mematuhi perintah yang diberikan manusia, kecuali bila itu   &lt;br /&gt;      melanggar aturan pertama, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Robot harus melindungi eksistensinya sendiri sebagai mesin yang harus mematuhi &lt;br /&gt;      manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hukum Asimov diatas, dapat disimpulkan bahwa robot bisa saja mencederai manusia. kedua karya Karel Capek dan Isaac Asimov menggambarkan robot sebagai musuh manusia, yang menjadi stereotip perspektif negara-negara Barat tentang robot yang cenderung negatif.&lt;br /&gt;lain halnya dengan Jepang, yang menganggap robot sebagai hasil dari pengetahuan, teknologi dan kepekaan yang dapat memberikan pesona dan kecintaan tersendiri terhadap robot. dari perspektif inilah, robot menjadi sebuah aset intelektual yang sangat penting dari budaya Jepang. kecintaan bangsa Jepang kepada robot sudah bermula sejak zaman Edo (1603-1867).&lt;br /&gt;Robot-robot pertama Jepang sudah diciptakan berabad-abad lalu dengan bentuk yang berbeda dengan robot masa sekarang. mulai dari robot yang dapat menyirami sawah buatan, Kaya-No-Miko, seperti yang tertulis dalam koleksi cerita di abad ke-12, Konjaku Monogatari shu hingga boneka robot karakuri ningyo yang dikembangkan dengan tingkat teknologi yang cukup tinggi dan ditampilkan dalam bentuk boneka sebagai hiburan di teater-teater maupun festival (hingga sekarang masih ditampilkan dalam Festival Takayama di Prefektur Gifu).&lt;br /&gt;Karakuri Ningyo-Robot Klasik Jepang&lt;br /&gt;Karakuri ningyo, merupakan istilah Jepang yang berarti boneka mekanik atau automata, ditemukan pada abad ke-18 dan 19 Masehi. karakuri berarti "peralatan mekanik untuk permainan, hiburan, atau memberikan kejutan", sehingga dapat dikatakan bahwa dalam karakuri terkandung hal-hal magis atau elemen misteri, sedangkan ningyo berarti "orang dan bentuk" (tertulis dalam dua huruf kanji). dengan demikian dapat dikatakan sebagai boneka atau patung.&lt;br /&gt;Karakuri dapat dibagi menjadi tiga tipe utama yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Butai karakuri (stage karakuri), digunakan untuk keperluan dunia teater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH5KueKCzI/AAAAAAAAAUo/R1pgJ7hyz0M/s1600/onnagata.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH5KueKCzI/AAAAAAAAAUo/R1pgJ7hyz0M/s320/onnagata.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409378590117202738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Zashiki karakuri (tatami room karakuri), merupakan tipe karalkuri berukuran &lt;br /&gt;      kecil dan digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6TGw1pAI/AAAAAAAAAVA/yAgLgzjpbog/s1600/chahakobi_undress.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6TGw1pAI/AAAAAAAAAVA/yAgLgzjpbog/s320/chahakobi_undress.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409379833588589570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6S5oMKMI/AAAAAAAAAU4/d_bekTYchPA/s1600/zashiki_plan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6S5oMKMI/AAAAAAAAAU4/d_bekTYchPA/s320/zashiki_plan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409379830062655682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6SWqfMFI/AAAAAAAAAUw/hqcHdOSf_Gk/s1600/chahakobi_dressed.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH6SWqfMFI/AAAAAAAAAUw/hqcHdOSf_Gk/s320/chahakobi_dressed.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409379820677050450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Dashi karakuri (festival car karakuri), digunakan dalam acara atau festival keagamaan, dengan menampilkannya mitos-mitos tradisional atau legenda-legenda   Bangsa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7d6tOeRI/AAAAAAAAAVI/4lAAZuwWgAg/s1600/sanosha.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7d6tOeRI/AAAAAAAAAVI/4lAAZuwWgAg/s320/sanosha.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409381118842403090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7eLd7D-I/AAAAAAAAAVQ/6PWw1Rgyow8/s1600/momotaro_dashi_small.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7eLd7D-I/AAAAAAAAAVQ/6PWw1Rgyow8/s320/momotaro_dashi_small.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409381123341619170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7eRDVffI/AAAAAAAAAVY/n4HRcq4sN-M/s1600/momotaro_ningyo_small.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH7eRDVffI/AAAAAAAAAVY/n4HRcq4sN-M/s320/momotaro_ningyo_small.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409381124840717810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Momotaro (peach boy) Dashi and Karakuri Ningyo. (KITO 1997, p46-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH8QK3thnI/AAAAAAAAAVo/HOLV1ZBSqLc/s1600/nagoya_karakuri_small.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH8QK3thnI/AAAAAAAAAVo/HOLV1ZBSqLc/s320/nagoya_karakuri_small.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409381982174807666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH8Pr6YPdI/AAAAAAAAAVg/Tqi0SWg9uY4/s1600/nagoya_dashi_small.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH8Pr6YPdI/AAAAAAAAAVg/Tqi0SWg9uY4/s320/nagoya_dashi_small.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409381973864496594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dashi float from the Inuyama Festival, dating back to 1873. The performance tells the story of Urashima Taro. (KITO 1997, p 52-3)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga jenis karakuri tersebut dinilai telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dunia teater Jepang seperti Noh, Kabuki, Bunraku.&lt;br /&gt;berawal dari diciptakannya boneka mekamik karakuri Yumi-hiki doji (pemanah muda) karya Tanaka Hisashige (1799-1881), yang dibuat pertama kali pada akhir zaman Edo (awal tahun 1800-an), dengan menggunakan bantuan benang dan mekanisme mirip kerja timer atau pewaktu, dibantu dengan pegas sehingga dapat menembakan empat anak panah pada sasaran dengan sangat ekspresif layaknya pemanah manusia dalam kyudo (olahraga panahan). beberapa gerakan mekanik karakuri pada masa itu berasal dari mekanisme sederhana, seperti pegas, tali, roda gigi, hingga pemangfaatan beban merkuri (air raksa), air, maupun pasir.&lt;br /&gt;Dewasa ini, karakuri pun berkembang menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Matsuri karakuri, digunakan untuk keperluan festival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Kogyo karakuri, digunakan untuk keperluan hiburan seperti pertunjukan boneka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Zashiki karakuri, digunakan untuk keperluan dekorasi (elemen dekoratif) dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan robotika Jepang saat ini bagaikan pepatah "Manifestasi impian atau harapan dari suatu bangsa yang ada saat ini merupakan cerminan impian atau harapan dari para pendahulunya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-4898024297540365769?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/4898024297540365769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/karakuri-ningyo-asal-mula-robotika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/4898024297540365769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/4898024297540365769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/karakuri-ningyo-asal-mula-robotika.html' title='Karakuri NINGYO ASAL MULA ROBOTIKA JEPANG'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SxH4Jin2n2I/AAAAAAAAAUg/x9bdYuylUZQ/s72-c/butai_nagoya_2003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-3825818982527102043</id><published>2009-11-28T19:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T20:13:19.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>S@MUR@I _ kyeenzz</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Istilah samurai&lt;/span&gt; ( 侍 ), pada awalnya mengacu kepada “seseorang yang mengabdi kepada bangsawan”. Pada zaman Nara, (710 – 784), istilah ini diucapkan saburau dan kemudian menjadi saburai. Selain itu terdapat pula istilah lain yang mengacu kepada samurai yakni bushi. Istilah bushi ( 武士 ) yang berarti “orang yang dipersenjatai/kaum militer”, pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi ( 続日本紀 ), pada bagian catatan itu tertulis “secara umum, rakyat dan pejuang (bushi) adalah harta negara”. Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura). Pada zaman Azuchi-Momoyama (1573 – 1600) dan awal zaman Edo (1603), istilah saburai berubah menjadi samurai yang kemudian berubah pengertian menjadi “orang yang mengabdi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Samurai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah militer di Jepang, terdapat data-data yang menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 – 784), pasukan militer Jepang mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer dan dibawah komando langsung Kaisar. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan, kecuali budak, diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. Secara materi peraturan ini amat berat, karena para wakil tersebut atau kaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. Pasukan yang kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人 ) yang secara harfiah berarti “pembela”, namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun 794, ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto), kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun dibawah pemerintahan kaisar. Tetapi, pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas adalah petani. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di daerah-daerah, dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman, penjarahan terhadap tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para petaninya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan samurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur, tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. Pemerintah pusat, dalam hal ini keluarga Fujiwara, tidak mampu mengatasi polarisasi ini, yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara, mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. Kaisar Shirakawa,menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Secara lihai, ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara pengawal o-tera, souhei ( 僧兵 ) pun ia bentuk, termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai “negara” di dalam negara. Akibatnya, kelompok kaisar yang anti pemerintahan o-tera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan Minamoto yang sedang bertikai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta, antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap o-tera. Perang antara Minamoto, yang memihak o-tera melawan Taira, yang memihak istana, muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159).&lt;br /&gt;Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Untuk pertama kalinya, kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge ( 公家 - bangsawan kerajaan), sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa, yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura (Kamakura Bakufu; 1192 – 1333).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Minamoto Yoritomo wafat pada tahun 1199, kekuasaan diambil alih oleh keluarga Hojo yang merupakan pengikut Taira. Pada masa kepemimpinan keluarga Hojo (1199 -1336), ajaran Zen masuk dan berkembang di kalangan samurai. Para samurai mengekspresikan Zen sebagai falsafah dan tuntunan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1274, bangsa Mongol datang menyerang Jepang. Para samurai yang tidak terbiasa berperang secara berkelompok dengan susah payah dapat mengantisipasi serangan bangsa Mongol tersebut. Untuk mengantisipasi serangan bangsa Mongol yang kedua (tahun 1281), para samurai mendirikan tembok pertahanan di teluk Hakata (pantai pendaratan bangsa mongol) dan mengadopsi taktik serangan malam. Secara menyeluruh, taktik berperang para samurai tidak mampu memberikan kehancuran yang berarti bagi tentara Mongol, yang menggunakan taktik pengepungan besar-besaran, gerak cepat, dan penggunaan senjata baru (dengan menggunakan mesiu). Pada akhirnya, angin topanlah yang menghancurkan armada Mongol, dan mencegah bangsa Mongol untuk menduduki Jepang. Orang Jepang menyebut angin ini kamikaze (angin dewa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang diperoleh dari penyerbuan bangsa Mongol adalah pentingnya mobilisasi pasukan infantri secara besar-besaran, dan kelemahan dari kavaleri busur panah dalam menghadapi penyerang. Sebagai akibatnya, lambat laun samurai mengganti busur-panah dengan “pedang” sebagai senjata utama samurai. Pada awal abad ke-14, pedang dan tombak menjadi senjata utama di kalangan panglima perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Muromachi (1392 – 1573), diwarnai dengan terpecahnya istana Kyoto menjadi dua, yakni Istana Utara di Kyoto dan Istana Selatan di Nara. Selama 60 tahun terjadi perselisihan sengit antara Istana Utara melawan Istana Selatan (nambokuchō tairitsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan ini memberikan dampak terhadap semakin kuatnya posisi kaum petani dan tuan tanah daerah (shugo daimyō) dan semakin lemahnya shogun Ashikaga di pemerintahan pusat. Pada masa ini, Ashikaga tidak dapat mengontrol para daimyō daerah. Mereka saling memperkuat posisi dan kekuasaannya di wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Han13 seolah terikat dalam sebuah negara-negara kecil yang saling mengancam. Kondisi ini melahirkan krisis panjang dalam bentuk perang antar tuan tanah daerah atau sengoku jidai (1568 – 1600). Tetapi krisis panjang ini sesungguhnya merupakan penyaringan atau kristalisasi tokoh pemersatu nasional, yakni tokoh yang mampu menundukkan tuan-tuan tanah daerah, sekaligus menyatukan Jepang sebagai “negara nasional” di bawah satu pemerintahan pusat yang kuat. Tokoh tersebut adalah Jenderal Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oda Nobunaga, seorang keturunan daimyo dari wilayah Owari dan seorang ahli strategi militer, mulai menghancurkan musuh-musuhnya dengan cara menguasai wilayah Kinai, yaitu Osaka sebagai pusat perniagaan, Kobe sebagai pintu gerbang perdagangan dengan negara luar, Nara yang merupakan “lumbung padi”, dan Kyoto yang merupakan pusat pemerintahan Bakufu Muromachi dan istana kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi terpenting yang dijalankannya adalah Oda Nobunaga dengan melibatkan agama untuk mencapai ambisinya. Pedagang portugis yang membawa agama Kristen, diberi keleluasaan untuk menyebarkan agama itu di seluruh Jepang. Tujuan strategis Oda dalam hal ini adalah agar ia secara leluasa dapat memperoleh senjata api yang diperjualbelikan dalam kapal-kapal dagang Portugis, sekaligus memonopoli perdagangan dengan pihak asing. Dengan memiliki senjata api (yang paling canggih pada masa itu), Oda akan dapat menundukkan musuh-musuhnya lebih cepat dan mempertahankan wilayah yang telah dikuasainya serta membentuk pemerintahan pusat yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oda Nobubunaga membangun benteng Azuchi Momoyama pada tahun 1573 setelah berhasil menjatuhkan Bakufu Muromachi. Strategi Oda dengan melindungi agama Kristen mendatangkan sakit hati bagi pemeluk agama Budha. Pada akhirnya, ia dibunuh oleh pengikutnya sendiri, Akechi Mitsuhide, seorang penganut agama Budha yang fanatik, pada tahun 1582 di Honnoji, sebelum ia berhasil menyatukan seluruh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyotomi Hideyoshi, yang merupakan pengikut setia Oda, melanjutkan penyatuan Jepang, dan tugasnya ini dituntaskan pada tahun 1590 dengan menaklukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyushu tiga tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua peraturan penting yang dikeluarkan Toyotomi : taiko kenchi (peraturan kepemilikan tanah) dan katana garirei (peraturan perlucutan pedang) bagi para petani. Kedua peraturan ini secara strategis bermaksud “mengontrol” kekayaan para tuan tanah dan mengontrol para petani agar tidak melakukan perlawanan atau pemberontakan bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Toyotomi menaklukkan seluruh tuan tanah mendatangkan masalah tersendiri. Semangat menang perang dengan energi pasukan yang tidak tersalurkan mendatangkan ancaman internal yang menjurus kepada disintegrasi bagi keluarga militer yang tidak puas atas kemenangan Toyotomi. Dalam hal inilah Toyotomi menyalurkan kekuatan dahsyat tersebut untuk menyerang Korea pada tahun 1592 dan 1597. Sayang serangan ini gagal dan Toyotomi wafat pada tahun 1598, menandakan awal kehancuran bakufu Muromachi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan terdapat perilaku bawahan terhadap atasan yang dikenal dengan istilah gekokujō ini telah muncul tatkala Toyotomi menyerang Korea. Ketika itu, Tokugawa Ieyasu mulai memperkuat posisinya di Jepang bagian timur, khususnya di Edo (Tokyo). Kemelut ini menyulut perang besar antara kelompok-kelompok daimyo yang memihak Toyotomi melawan daimyo yang memihak Tokugawa di medan perang Sekigahara pada tahun 1600. Kemenangan berada di pihak Tokugawa di susul dengan didirikannya bakufu Edo pada tahun 1603. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Samurai di Jaman Edo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Samurai di zaman Edo menjalankan kewajiban melayani tuan tanah feodal masing-masing dengan dua cara. Pertama, menjalankan tugas keprajuritan pada masa damai, yakni menjaga benteng daimyō, mengawal daimyō ketika ia pergi ke Edo dan pulang dari Edo, dan menyediakan pasukan yang dapat digunakan daimyo untuk menjaga tanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah Tokugawa berhasil mewujudkan ketertiban di Jepang pada abad ke-17, para samurai ini kebanyakan menjalankan tugas administrasi, dalam hal ini adalah administrasi keuangan seperti menghimpun pendapatan dalam bentuk beras atau uang tunai untuk membayar tunjangan, merawat rumah resmi di Edo, dan membayar biaya perjalanan ke Edo setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah ini masih berlanjut..&lt;br /&gt;tapy kapan2 ya nyambungnya...&lt;br /&gt;heheee&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-3825818982527102043?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/3825818982527102043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/smuri-kyeenzz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3825818982527102043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3825818982527102043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/11/smuri-kyeenzz.html' title='S@MUR@I _ kyeenzz'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-7918039462945337546</id><published>2009-10-27T05:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T05:23:15.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>PaRa pENjaGa kUIL (bijuu)</title><content type='html'>Bijuu(尾獣) adalah makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah Jepang. Kekuatan chakra/stamina mereka diklasifikasikan melalui banyaknya jumlah ekor mereka. Seperti Shukaku si ekor satu memiliki kapasitas chakra terendah dari semua bijuu. Tidak semua bijuu bertubuh besar. Seperti Kaku, si luak berekor tujuh yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Bijuu dengan ukuran kolosal adalah Yamata no Orochi yang besarnya melebihi tujuh buah gunung. Ini dikarenakan kekuatan Kusanagi no Tsurugi yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bijuu ini hanyalah mitos yang ada di Jepang. Kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Para bijuu ini juga ada mahluk yang setengah dewa maupun peliharaan dewa. Raijuu dulunya adalah dewa sebelum kekuatan kegelapan Yamata no Orochi membuatnya menjadi monster. Nekomata juga adalah peliharaan dewa kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipan peperangan ini adalah semua Bijuu yang ada dalam mitologi Jepang. Mereka semua akhirnya tersegel dalam kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang. Berikut ini adalah daftar Bijuu yang mengikuti perang ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shukaku&lt;/span&gt; (尾 | 守鶴) adalah nama salah satu Bijuu yang ada di Naruto. Shukaku berbentuk seekor rakun atau Tanuki dalam Bahasa Jepang. Dulunya Shukaku adalah seorang pendeta dari Nara yang berubah menjadi monster karena kekuatan Yamata no Orochi. Dia lalu berubah menjadi rakun raksasa. Kepribadiannya sangatlah konyol dan senang bermain-main, sama seperti rakun pada umumnya. Dia hidup dari jiwa orang-orang yang mati karena pasir dan angin. Tato ungu (biru di Naruto) miliknya menandakan julukannya sebagai dewa angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nekomata&lt;/span&gt; (二尾 | 貓又) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, dipercaya sebagai sebuah metamorfosis dari kucing peliharaan. Ia berasal dari Hutan Kematian di utara Hokkaido dan konon pertama kali ditemukan di Hutan Iblis Hokkaido, ia berasal dari Hutan Kematian (berbeda dengan hutan iblis) di utara Hokkaido. Bentuknya berupa monster kucing hitam raksasa, yang terkadang ditampilkan dengan dua sayap malaikat berwarna hitam yang besar. Dia adalah peliharaan Dewa Kematian. Nekomata hidup dari memakan mayat dan jiwa-jiwa orang mati.Dalam dunia Naruto, Nekomata digambarkan seperti iblis api berbentuk kucing raksasa, bertaring besar dan memiliki dua ekor. Dia disegel dalam tubuh Yugito, seorang Kunoichi dari Kumogakure. Dia mengatakan bahwa dia adalah ninja terkuat kedua disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Isonade&lt;/span&gt; (三尾 | 磯憮) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, berbentuk seperti hiu dengan tanduk di kepalanya serta memiliki tiga buah ekor dan tiga buah sirip, ia juga mampu mengendalikan air sesuai dengan keinginannya. Ia pertama kali ditemukan di perairan Yamagawa dan hidup di kedalaman perairan Jepang bagian barat. Setiap beberapa bulan dia akan keluar ke permukaan untuk menghirup udara. Ketika dia melakukan hal ini dia akan menimbulkan badai dan ombak di perairan sekitarnya, semua kapal didekatnya akan tenggelam dan kemudian dijadikan makanan oleh Isonade. Dia juga sering menyerang kapal-kapal yang berlayar di lautan bebas.Isonade memiliki bawahan bernama samehada yang hidup di dalam perut Isonade dan membantu menambah chakranya hingga lima kali besar. Makanan samehada berasal dari sisa makanan yang dimakan Isonade4.Sokou. Sokou bertarung 4 kali, 3 kekalahan oleh Shukaku, Kaku dan Hokou. Sokou melarikan diri ketika berhadapan dengan Raijuu. Sokou memiliki kekuatan fisik terlemah diantara Bijuu. Tingkat chakra/stamina miliknya peringkat ke-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sokou&lt;/span&gt; si ekor empat (四尾 | 鼠鮫) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, berbentuk siput-setengah-ular yang konon tinggal di gunung Fuji, Jepang. Sokou memiliki empat buah ekor dan menyebarkan gas beracun disekitar tubuhnya. Awalnya, Sokou adalah ayam jantan dan ular yang menjalin kasih. Namun akibat pengaruh udara dan racun di pegunungan, kedua hewan itu menyatu dan menjadi besar. Karena berbahaya, seorang ahli ilmu iblis bernama Yamazaki Ishiro menyegel Sokou ke dalam alat dewa Kandang Bulan Berjaring di dasar gunung Fuji, Jepang. Hingga saat ini, beberapa orang masih beranggapan bahwa letusan di gunung Fuji disebabkan oleh dengkuran Sokou ketika sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hokou&lt;/span&gt; (五尾 | 彭侯) adalah Bijuu yang berupa seperti anjing berekor lima. Setiap ekor makhluk ini merepresentasikan setiap-tiap kekuatan elemental: Api, Angin, Air, Tanah, dan Petir. Itu bisa mengakibatkan kerusakan dahsyat bila digunakan. Kemampuannya ialah menggunakan semua elemen maupun mengkombinasikannya. Setiap elemennya juga bisa menyebabkan bencana tergantung jenisnya. Hokou bermaksud menghancurkan alam untuk mendapatkan kembali lima elemen ini. Dia mengalami cedera berat ketika menantang Kyuubi berdua dengan Nekomata. Cukup aneh, dia adalah dewa ilusi. Hokou hidup di pohon besar yang sudah berumur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Raijuu&lt;/span&gt; (雷獣, Raijuu?) adalah Bijuu yang yang berbentuk seperti berang-berang, mempunyai 4 kaki dan kuku yang amat tajam. Bila meraung seperti guntur. Aslinya, dia adalah dewa petir, tetapi karena pengaruh kekuatan Yamata no Orochi dia berubah menjadi monster. Raijuu bisa mengeluarkan listrik dalam jumlah besar untuk keperluan pertarungan. Bulunya berwarna emas dan ujungnya berdiri. Memiliki enam ekor yang bentuknya seperti petir, seperti dewa petir kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kaku&lt;/span&gt; ( 七尾 | 貉 ) bisa juga dibaca sebagai "mujina" adalah Bijuu berbentuk tupai. Kanjinya juga bisa dibaca sebagai Mujina, yaitu nama subspesies dari tupai (Meles Meles Anaguma) yang ada di beberapa tempat di Jepang. Dia berasal dari altar pengorbanan di pinggiran Nagoya. Kaku mempunyai tujuh ekor dan yang terkecil diantara para Bijuu, walaupun begitu dia adalah Bijuu terlicik dan paling "penyusup" dari sembilan Bijuu lainnya. Kaku memburu mangsanya dari dalam tanah sepanjang waktu. Dia membunuh dengan melongsorkan/menghancurkan bagian tanah dibawah mangsanya, membuatnya jatuh tepat di mulutnya yang sudah terbuka lebar. Di atas tanah, dia bisa berubah menjadi apa saja, asalkan dia mempunyai tanah liat. Tubuhnya berwarna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yamata no Orochi&lt;/span&gt; adalah Bijuu berbentuk ular. Dia memiliki mata berwarna merah darah, delapan ekor dan kepala (juga digambarkan dililit oleh akar belukar dan semak) dan memiliki kekuatan dari dunia iblis, simbol kejahatan. Setiap kepala Orochi melambangkan simbol: jiwa, hantu, kejahatan, iblis, dunia setelah kematian, dan kematian. Kekuatan sebenarnya dari Orochi seharusnya tidak terlalu besar, bahkan cenderung lemah. Panjang tubuhnya melebihi besar 8 gunung, dia adalah bijuu yang terbesar. Aslinya, dia lebih lemah dari Hokou dan Nekomata. kabarnya yamata no orochi disegel dalam tubuh orochimaru. ia sebenarnya sudah hampir diambil oleh aktsuki,tetapi karena kekuatannya akatsuki gagal mengambilnya dan orochimaru pun keluar dari organisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kyuubi&lt;/span&gt; (九尾 , 九尾の妖狐?) merupakan Bijuu dengan bentuk rubah berekor sembilan dan merupakan yang terkuat diantara para Bijuu. Alasan kenapa dia sangat kuat amat sederhana: dia mempunyai chakra yang tidak terbatas, membuatnya pantas menyandang nama "Raja para Bijuu". Kekuatannya berasal dari segel api miliknya. Setelah bertarung selama 100 tahun dengan Yamata no Orochi, segel itu menjadi kelelahan; tetapi Kyuubi masih bisa bertahan dan berdiri. Dia juga licik dan cerdas. Dalam dunia Naruto, cara berbicaranya sangat sadistis dan sarkastik. Begitu pula kelakuannya. Ekornya mengeluarkan pusaran angin dengan cara diputar dengan cepat, dan Kyuubi mampu merobek musuhnya dengan cakar raksasa miliknya. Bulu-bulunya bisa mengeluarkan bola api seperti meteor yang tak pernah habis, cukup untuk menghancurkan sebuah desa dengan cepat. Dalam peperangan 9 dewa, Hokou mengalami cedera parah, dan Nekomata hampir mati; bila tidak ditolong dewa kematian karena berani menantang Kyuubi. Yamata no Orochi bergantung pada Kusanagi no Tsurugi, pedang klan Kusanagi untuk mengalahkan Kyuubi, tetapi bisa dikalahkan dan mata pedang dari pedang tersebut menjadi retak. Padahal Sarutobi sasuke, si ninja legendaris dan Enma si raja monyet tidak bisa menimbulkan goresan sedikitpun pada Kusanagi. Ini menggambarkan kekuatan Kyuubi yang luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-7918039462945337546?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/7918039462945337546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/para-penjaga-kuil-bijuu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7918039462945337546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7918039462945337546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/para-penjaga-kuil-bijuu.html' title='PaRa pENjaGa kUIL (bijuu)'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5865695437117922044</id><published>2009-10-27T05:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T05:21:28.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>boN OdOry (tarian bon)</title><content type='html'>Acara menari bersama yang disebut Bon Odori (tari Obon) dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori merupakan puncak dari semua festival musim panas (matsuri) yang diadakan di Jepang. Pelaksanaan Bon Odori memilih saat terang bulan yang kebetulan terjadi pada tanggal 15 Juli atau 16 Juli menurut kalender Tempō. Bon Odori diselenggarakan pada tanggal 16 Juli karena pada malam itu bulan sedang terang-terangnya dan orang bisa menari sampai larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, Bon Odori tidak hanya diselenggarakan di lingkungan kuil saja dan penyelenggaranya sering tidak ada hubungan sama sekali dengan organisasi keagamaan. Bon Odori sering dilangsungkan di tanah lapang, di depan stasiun kereta api atau di ruang-ruang terbuka tempat orang banyak berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah ruang terbuka, penyelenggara mendirikan panggung yang disebut Yagura untuk penyanyi dan pemain musik yang mengiringi Bon Odori. Penyelenggara juga sering mengundang pasar kaget untuk menciptakan keramaian agar penduduk yang tinggal di sekitarnya mau datang. Bon Odori juga sering digunakan sebagai sarana reuni dengan orang-orang sekampung halaman yang pergi merantau dan pulang ke kampung untuk merayakan Obon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5865695437117922044?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5865695437117922044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/bon-odory-tarian-bon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5865695437117922044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5865695437117922044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/bon-odory-tarian-bon.html' title='boN OdOry (tarian bon)'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-6679744488245546768</id><published>2009-10-27T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T05:18:04.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>tAmBaHaAAaNNN... (cara memakai obi) versi cartoon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkG4e-VTI/AAAAAAAAAUA/g7YjdQPo0Fc/s1600-h/kairyou5.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkG4e-VTI/AAAAAAAAAUA/g7YjdQPo0Fc/s320/kairyou5.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252010342765874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkG6yKsVI/AAAAAAAAAT4/l3gRnFHJbOY/s1600-h/kairyou4.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkG6yKsVI/AAAAAAAAAT4/l3gRnFHJbOY/s320/kairyou4.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252010960138578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGuqu5cI/AAAAAAAAATw/L8E9CjYHEm8/s1600-h/kairyou3.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGuqu5cI/AAAAAAAAATw/L8E9CjYHEm8/s320/kairyou3.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252007707731394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGT-ES8I/AAAAAAAAATo/hq0zpkz9Jjs/s1600-h/kairyou2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGT-ES8I/AAAAAAAAATo/hq0zpkz9Jjs/s320/kairyou2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252000541068226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGJ8LZMI/AAAAAAAAATg/nFWvkDhaNuY/s1600-h/kairyou1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkGJ8LZMI/AAAAAAAAATg/nFWvkDhaNuY/s320/kairyou1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397251997848790210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subkc4HDsQI/AAAAAAAAAUY/iwJxyIgHgHY/s1600-h/kairyou7.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subkc4HDsQI/AAAAAAAAAUY/iwJxyIgHgHY/s320/kairyou7.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252388199575810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkclCIMiI/AAAAAAAAAUQ/ubPZ0nbs23U/s1600-h/kairyou6.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkclCIMiI/AAAAAAAAAUQ/ubPZ0nbs23U/s320/kairyou6.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252383078625826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkcY4OAQI/AAAAAAAAAUI/54VJiDk1sNA/s1600-h/kairyou5.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkcY4OAQI/AAAAAAAAAUI/54VJiDk1sNA/s320/kairyou5.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397252379815837954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-6679744488245546768?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/6679744488245546768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tambahaaaannn-cara-memakai-obi-versi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6679744488245546768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6679744488245546768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tambahaaaannn-cara-memakai-obi-versi.html' title='tAmBaHaAAaNNN... (cara memakai obi) versi cartoon'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubkG4e-VTI/AAAAAAAAAUA/g7YjdQPo0Fc/s72-c/kairyou5.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1270459067367593504</id><published>2009-10-27T04:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T05:10:34.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>ObI dAN hAKamA</title><content type='html'>sEBelUMNyaa...&lt;br /&gt;mAaP YaCh lO GaG BEruRUtaN...&lt;br /&gt;SoAlnYAA q mnGerjAKaNNya mBIl mERe mELeK Jee.&lt;br /&gt;cORYYYyy bGeD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cARa mEMaKaI ObI....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-i4Zf3I/AAAAAAAAAM4/48hfdKxnNrE/s1600-h/kimono_part.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 165px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-i4Zf3I/AAAAAAAAAM4/48hfdKxnNrE/s320/kimono_part.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397240871988592498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-6L1NEI/AAAAAAAAANA/r_ii_gzczmo/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-6L1NEI/AAAAAAAAANA/r_ii_gzczmo/s320/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397240878244115522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrnHjiiI/AAAAAAAAANo/hHdt_arUna0/s1600-h/nagoya4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrnHjiiI/AAAAAAAAANo/hHdt_arUna0/s320/nagoya4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397243845243275810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrVGXI9I/AAAAAAAAANg/evE7h2kX9W0/s1600-h/nagoya3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrVGXI9I/AAAAAAAAANg/evE7h2kX9W0/s320/nagoya3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397243840406430674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrL3DdKI/AAAAAAAAANY/07n_8yWIdds/s1600-h/nagoya1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcrL3DdKI/AAAAAAAAANY/07n_8yWIdds/s320/nagoya1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397243837926306978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subcq6fwarI/AAAAAAAAANQ/nszYo576wlw/s1600-h/nagoya02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subcq6fwarI/AAAAAAAAANQ/nszYo576wlw/s320/nagoya02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397243833265187506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcqseK6xI/AAAAAAAAANI/_pFB9SutBqU/s1600-h/nagoya01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubcqseK6xI/AAAAAAAAANI/_pFB9SutBqU/s320/nagoya01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397243829500439314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdnLzkp1I/AAAAAAAAAOQ/iI96h1R_GBE/s1600-h/nagoya10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdnLzkp1I/AAAAAAAAAOQ/iI96h1R_GBE/s320/nagoya10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397244868703856466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subdm9ngBaI/AAAAAAAAAOI/NT1XxHqxzCo/s1600-h/nagoya9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subdm9ngBaI/AAAAAAAAAOI/NT1XxHqxzCo/s320/nagoya9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397244864895124898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmrGMEnI/AAAAAAAAAOA/UamRXf3pwxo/s1600-h/nagoya6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmrGMEnI/AAAAAAAAAOA/UamRXf3pwxo/s320/nagoya6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397244859923567218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmaXFj7I/AAAAAAAAAN4/krvyLrPMFTs/s1600-h/nagoya8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmaXFj7I/AAAAAAAAAN4/krvyLrPMFTs/s320/nagoya8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397244855431040946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmKTMNMI/AAAAAAAAANw/XMI9W42bCKc/s1600-h/nagoya5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubdmKTMNMI/AAAAAAAAANw/XMI9W42bCKc/s320/nagoya5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397244851119731906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeD9eLMEI/AAAAAAAAAO4/u-NQindAIO0/s1600-h/nagoya14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeD9eLMEI/AAAAAAAAAO4/u-NQindAIO0/s320/nagoya14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245363072217154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDkIW4bI/AAAAAAAAAOw/Y_ZfU554v0o/s1600-h/nagoya13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDkIW4bI/AAAAAAAAAOw/Y_ZfU554v0o/s320/nagoya13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245356269822386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDTvHB5I/AAAAAAAAAOo/-OUGKa1omR8/s1600-h/nagoya12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDTvHB5I/AAAAAAAAAOo/-OUGKa1omR8/s320/nagoya12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245351868958610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDJWsa5I/AAAAAAAAAOg/LVlamWLucLQ/s1600-h/nagoya11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeDJWsa5I/AAAAAAAAAOg/LVlamWLucLQ/s320/nagoya11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245349082196882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeCxIpbaI/AAAAAAAAAOY/YRgNnQOMhhE/s1600-h/nagoya11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubeCxIpbaI/AAAAAAAAAOY/YRgNnQOMhhE/s320/nagoya11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245342580829602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Suben-Jfe0I/AAAAAAAAAPg/g-9tmOP3HgU/s1600-h/nagoya19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Suben-Jfe0I/AAAAAAAAAPg/g-9tmOP3HgU/s320/nagoya19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245981729192770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubentG3N8I/AAAAAAAAAPY/-69PVn5omqM/s1600-h/nagoya18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubentG3N8I/AAAAAAAAAPY/-69PVn5omqM/s320/nagoya18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245977154762690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubenemMUZI/AAAAAAAAAPQ/asmhkldY_hQ/s1600-h/nagoya17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubenemMUZI/AAAAAAAAAPQ/asmhkldY_hQ/s320/nagoya17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245973259637138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubenAK2aSI/AAAAAAAAAPI/5MOnFjTQ9p8/s1600-h/nagoya16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubenAK2aSI/AAAAAAAAAPI/5MOnFjTQ9p8/s320/nagoya16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245965091891490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subem51vWLI/AAAAAAAAAPA/imSu3SoELiI/s1600-h/nagoya15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subem51vWLI/AAAAAAAAAPA/imSu3SoELiI/s320/nagoya15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397245963392735410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfS9pWI6I/AAAAAAAAAQI/6R6p2kRsPDM/s1600-h/nagoya24.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfS9pWI6I/AAAAAAAAAQI/6R6p2kRsPDM/s320/nagoya24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397246720328737698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfS80UL8I/AAAAAAAAAQA/sQRXykzVWaE/s1600-h/nagoya23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfS80UL8I/AAAAAAAAAQA/sQRXykzVWaE/s320/nagoya23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397246720106311618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfSS8yxeI/AAAAAAAAAP4/aLnaxPnjiic/s1600-h/nagoya22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfSS8yxeI/AAAAAAAAAP4/aLnaxPnjiic/s320/nagoya22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397246708867581410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfSC4jsOI/AAAAAAAAAPw/o4Zp1dECiyE/s1600-h/nagoya21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfSC4jsOI/AAAAAAAAAPw/o4Zp1dECiyE/s320/nagoya21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397246704554848482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfR5QG2HI/AAAAAAAAAPo/GfW2IfXbgeM/s1600-h/nagoya20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubfR5QG2HI/AAAAAAAAAPo/GfW2IfXbgeM/s320/nagoya20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397246701969266802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOkVRPxI/AAAAAAAAARY/7N3ds1o6w0I/s1600-h/nagoya29.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOkVRPxI/AAAAAAAAARY/7N3ds1o6w0I/s320/nagoya29.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247744325795602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOaegM2I/AAAAAAAAARQ/NpoUhFHfHsY/s1600-h/nagoya28.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOaegM2I/AAAAAAAAARQ/NpoUhFHfHsY/s320/nagoya28.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247741680169826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOO7CLBI/AAAAAAAAARI/t0qIoiRoobk/s1600-h/nagoya27.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgOO7CLBI/AAAAAAAAARI/t0qIoiRoobk/s320/nagoya27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247738578611218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgNr4uRAI/AAAAAAAAARA/FM0DK5kwxUE/s1600-h/nagoya26.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgNr4uRAI/AAAAAAAAARA/FM0DK5kwxUE/s320/nagoya26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247729173677058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgNi0zhxI/AAAAAAAAAQ4/hp5oZC4cHkc/s1600-h/nagoya25.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubgNi0zhxI/AAAAAAAAAQ4/hp5oZC4cHkc/s320/nagoya25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247726741325586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subf9dCernI/AAAAAAAAAQw/d1E7--qgN7A/s1600-h/nagoya29.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subf9dCernI/AAAAAAAAAQw/d1E7--qgN7A/s320/nagoya29.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397247450310159986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4zFc_0I/AAAAAAAAASo/K_5S0UttbtM/s1600-h/nagoya34.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4zFc_0I/AAAAAAAAASo/K_5S0UttbtM/s320/nagoya34.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397249569352122178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4qVjubI/AAAAAAAAASg/otVKkc9BORE/s1600-h/nagoya33.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4qVjubI/AAAAAAAAASg/otVKkc9BORE/s320/nagoya33.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397249567003752882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4boGUpI/AAAAAAAAASY/dae2gVXS66k/s1600-h/nagoya32.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4boGUpI/AAAAAAAAASY/dae2gVXS66k/s320/nagoya32.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397249563054985874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4IYbpgI/AAAAAAAAASQ/a6PczWUhiYQ/s1600-h/nagoya31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh4IYbpgI/AAAAAAAAASQ/a6PczWUhiYQ/s320/nagoya31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397249557889000962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh30xBkeI/AAAAAAAAASI/K08488aep4Y/s1600-h/nagoya30.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subh30xBkeI/AAAAAAAAASI/K08488aep4Y/s320/nagoya30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397249552623440354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubidRsOfPI/AAAAAAAAATQ/emsvGTIBCtc/s1600-h/nagoya40.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubidRsOfPI/AAAAAAAAATQ/emsvGTIBCtc/s320/nagoya40.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250196043103474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubidOYa_GI/AAAAAAAAATI/jJQoBGSWiAU/s1600-h/nagoya39.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubidOYa_GI/AAAAAAAAATI/jJQoBGSWiAU/s320/nagoya39.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250195154730082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subic28-yQI/AAAAAAAAATA/dU6rQMR6kvI/s1600-h/nagoya38.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subic28-yQI/AAAAAAAAATA/dU6rQMR6kvI/s320/nagoya38.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250188865620226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubicqsB76I/AAAAAAAAAS4/cRBxJrJjHUE/s1600-h/nagoya36.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubicqsB76I/AAAAAAAAAS4/cRBxJrJjHUE/s320/nagoya36.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250185573298082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subica4JOtI/AAAAAAAAASw/qTHyCMBjxgA/s1600-h/nagoay35.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subica4JOtI/AAAAAAAAASw/qTHyCMBjxgA/s320/nagoay35.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250181329140434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subi5CBa-UI/AAAAAAAAATY/8t7jUdiaUhM/s1600-h/nagoya41.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Subi5CBa-UI/AAAAAAAAATY/8t7jUdiaUhM/s320/nagoya41.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397250672873371970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cARa mEMaKaI HakAmA...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-XloW5I/AAAAAAAAAMw/58ALahRqLKQ/s1600-h/yukatagaijin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-XloW5I/AAAAAAAAAMw/58ALahRqLKQ/s320/yukatagaijin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397240868957084562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1270459067367593504?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1270459067367593504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/obi-dan-hakama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1270459067367593504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1270459067367593504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/obi-dan-hakama.html' title='ObI dAN hAKamA'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SubZ-i4Zf3I/AAAAAAAAAM4/48hfdKxnNrE/s72-c/kimono_part.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-9200733198237005017</id><published>2009-10-12T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T01:48:51.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>ObOn, bOn oDoRy dAn sEJaRaHnYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/StLtL-C0IzI/AAAAAAAAAHo/_LmEpuymfow/s1600-h/dsc_0099blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/StLtL-C0IzI/AAAAAAAAAHo/_LmEpuymfow/s320/dsc_0099blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391632493805052722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Obon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obon (お盆) adalah serangkaian upacara dan tradisi di Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō (kalender lunisolar). Pada umumnya, Obon dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Buddha Jepang, tapi banyak sekali tradisi dalam perayaan Obon yang tidak bisa dijelaskan dengan dogma agama Buddha. Obon dalam bentuk seperti sekarang ini merupakan sinkretisme dari tradisi turun temurun masyarakat Jepang dengan upacara agama Buddha yang disebut Urabon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi dan ritual seputar Obon bisa berbeda-beda bergantung pada aliran agama Buddha dan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai daerah di Jepang, khususnya di daerah Kansai juga dikenal perayaan Jizōbon yang dilakukan seusai perayaan Obon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asal-usul&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obon merupakan bentuk singkat dari istilah agama Buddha Ullambana Sutra, dan lidah orang Jepang menyebutnya Urabon (盂蘭盆, Urabon), tapi kemudian yang diambil hanya aksara Kanji terakhirnya saja (盆, bon, nampan) ditambah awalan honorifik huruf “O.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutra tersebut menceritakan tentang seorang biksu bernama Mokuren (Mogallana), yang dalam pertapaannya ia melihat ibunya menderita kelaparan di neraka, di mana setiap makanan yg disentuhnya selalu terbakar api. Mokuren lalu memohon pada Shakyamuni Buddha untuk menyelamatkan ibunya dari nasib buruk terbeut. Shakyamuni memerintahkan Mokuren agar dosa-dosa ibunya di masa lalu terampunkan, dia harus membuat persembahan berupa makanan yg terbuat dari bahan-bahan dari darat dan laut kepada kawan-kawan biksunya pada hari terakhir pertapaan mereka (yang berlangsung selama 90 hari dan berakhir pada pertengahan bulan Juli). Setelah memenuhi perintah dari Shakyamuni, Mokuren menari penuh kegembiraan saat ibunya dan 7 generasi nenek moyangnya dibebaskan dari semua siksaan. Tarian inilah yg kemudian diadopsi menjadi tarian Bon Odori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini perlahan berkembang menjadi festival peringatan untuk nenek moyang, dan mengambil wujud yg bermacam-macam di negara-negara yg memiliki banyak penganut Buddha Mahayana, terutama di China, Korea, Jepang dan Vietnam. Festival Obon di Jepang sudah dilaksanakan secara tahunan sejak tahun 657 M. Dalam sekte Jodo Shinshu (salah satu dari sekte aliran kepercayaan di Jepang), festival ini dikenal dengan nama Kangi-E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, Obon berarti meletakkan nampan berisi barang-barang persembahan untuk para arwah. Selanjutnya, Obon berkembang menjadi istilah bagi arwah orang meninggal (shōrō) yang diupacarakan dan dimanjakan dengan berbagai barang persembahan. Di daerah tertentu, Bonsama atau Oshorosama adalah sebutan untuk arwah orang meninggal yang datang semasa perayaan Obon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul tradisi Obon di Jepang tidak diketahui secara pasti. Tradisi memperingati arwah leluhur di musim panas konon sudah ada di Jepang sejak sekitar abad ke-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu di Jepang sudah ada tradisi menyambut kedatangan arwah leluhur yang dipercaya datang mengunjungi anak cucu sebanyak 2 kali setahun sewaktu bulan purnama di permulaan musim semi dan awal musim gugur. Penjelasan lain mengatakan tradisi mengenang orang yang meninggal dilakukan 2 kali, karena awal sampai pertengahan tahun dihitung sebagai satu tahun dan pertengahan tahun sampai akhir tahun juga dihitung sebagai satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal musim semi, arwah leluhur datang dalam bentuk Toshigami (salah satu Kami dalam kepercayaan Shinto) dan dirayakan sebagai Tahun Baru Jepang. Di awal musim gugur, arwah leluhur juga datang dan perayaannya secara agama Buddha merupakan sinkretisme dengan Urabon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang mulai menggunakan kalender Gregorian sejak tanggal 1 Januari 1873, sehingga perayaan Obon di berbagai daerah di Jepang bisa dilangsungkan pada tanggal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. bulan ke-7 hari ke-15 menurut kalender Tempō&lt;br /&gt;2. 15 Juli menurut kalender Gregorian&lt;br /&gt;3. 15 Agustus menurut kalender Gregorian mengikuti perhitungan Tsukiokure (tanggal pada kalender Gregorian selalu lebih lambat 1 bulan dari kalender Tempō).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 13 Juli 1873 pemerintah daerah Prefektur Yamanashi dan Prefektur Niigata sudah menyarankan agar orang tidak lagi merayakan Obon pada tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, orang Jepang yang merayakan Obon pada tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō semakin sedikit. Pada saat ini, orang Jepang umumnya merayakan Obon pada tanggal 15 Agustus menurut kalender Gregorian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tinggal di daerah Kanto secara turun temurun merayakan Obon pada tanggal 15 Juli kalender Gregorian, termasuk mengunjungi makam pada sebelum tanggal 15 Juli. Pengikut salah satu kuil di Tokyo selalu ingin merayakan Obon pada tanggal 15 Juli sehingga Obon jatuh pada tanggal 15 Juli, sedangkan pengikut kuil di Prefektur Kanagawa selalu ingin merayakan Obon tanggal 15 Agustus sehingga Obon jatuh pada tanggal 15 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa memberitakan perayaan Obon pada tanggal 15 Agustus sehingga orang di seluruh Jepang menjadi ikut-ikutan merayakan Obon pada tanggal 15 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obon pada akhirnya bukan lagi merupakan upacara keagamaan yang merayakan kedatangan arwah leluhur melainkan hari libur musim panas yang dinanti-nanti banyak orang di Jepang. Sekarang Obon lebih banyak diartikan sebagai kesempatan pulang ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara dan membersihkan makam. Obon sama artinya dengan liburan musim panas bagi orang Jepang yang tidak mengerti tradisi agama Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kemungkinan perayaan Obon mendapat pengaruh dari orang yang mengartikan peristiwa bintang jatuh (hujan meteor) sebagai kedatangan arwah leluhur. Di dalam beberapa kebudayaan, arwah orang yang sudah meninggal sering diumpamakan berubah menjadi bintang, sedangkan peristiwa bintang jatuh paling banyak terjadi bertepatan dengan hujan meteor Perseid tahunan yang mencapai puncaknya beberapa hari sebelum tanggal 15 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 15 Agustus bagi agama Katolik merupakan hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga yang banyak dirayakan di Eropa Selatan, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Perayaan Obon pada tanggal 15 Agustus juga bertepatan dengan hari peringatan berakhirnya perang (Shūsen kinenbi) yang di luar Jepang dikenal sebagai V-J Day (Victory over Japan Day).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tradisi yang umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi dalam merayakan Obon berbeda-beda tergantung pada daerahnya, tapi ada beberapa tradisi yang umumnya dilakukan orang di seluruh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Urut-urutan ritual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang percaya arwah orang yang meninggal pulang untuk merayakan Obon ke rumah yang pernah ditinggalinya. Pada tanggal 13 Agustus, anak cucu yang mengharapkan kedatangan leluhur membuat api kecil di luar rumah yang disebut Mukaebi untuk menerangi jalan pulang bagi arwah leluhur. Pada masa lokasi makam masih berdekatan dengan lokasi permukiman, orang zaman dulu sering harus pergi sampai ke makam untuk menyambut kedatangan arwah leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah arwah leluhur sampai di rumah yang dulu pernah ditinggalinya, pendeta agama Buddha dipanggil untuk membacakan sutra bagi arwah leluhur yang baru saja datang. Sutra yang dibacakan oleh pendeta Buddha sewaktu Obon disebut Tanagyō karena dibacakan di depan altar berisi barang persembahan yang disebut shōrōdana (shōryōdana) atau tana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 Agustus, arwah leluhur pulang ke alam sana dengan diterangi dengan api yang disebut Okuribi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bon Odori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara menari bersama yang disebut Bon Odori (盆踊り, Bon Odori, tari Obon) dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori merupakan puncak dari semua festival musim panas (matsuri) yang diadakan di Jepang. Pelaksanaan Bon Odori memilih saat terang bulan yang kebetulan terjadi pada tanggal 15 Juli atau 16 Juli menurut kalender Tempō. Bon Odori diselenggarakan pada tanggal 16 Juli karena pada malam itu bulan sedang terang-terangnya dan orang bisa menari sampai larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, Bon Odori tidak hanya diselenggarakan di lingkungan kuil saja dan penyelenggaranya sering tidak ada hubungan sama sekali dengan organisasi keagamaan. Bon Odori sering dilangsungkan di tanah lapang, di depan stasiun kereta api atau di ruang-ruang terbuka tempat orang banyak berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah ruang terbuka, penyelenggara mendirikan panggung yang disebut Yagura untuk penyanyi dan pemain musik yang mengiringi Bon Odori. Penyelenggara juga sering mengundang pasar kaget untuk menciptakan keramaian agar penduduk yang tinggal di sekitarnya mau datang. Bon Odori juga sering digunakan sebagai sarana reuni dengan orang-orang sekampung halaman yang pergi merantau dan pulang ke kampung untuk merayakan Obon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, jam pelaksanaan Bon Odori di beberapa tempat yang berdekatan sering diatur agar tidak bentrok dan perebutan pengunjung bisa dihindari. Penyelenggara Bon Odori di kota-kota sering mendapat kesulitan mendapat pengunjung karena penduduk yang tinggal di sekitarnya banyak yang sedang pulang kampung. Ada juga penyelenggara yang sama sekali tidak menyebut acaranya sebagai Bon Odori agar tidak dikait-kaitkan dengan acara keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hatsu-obon dan Niibon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatsu-obon atau Niibon adalah sebutan untuk perayaan Obon yang baru pertama kali dialami oleh arwah orang meninggal yang baru saja peringatan 49 harinya selesai diupacarakan. Perlakuan khusus diberikan untuk arwah yang baru pertama kali merayakan Obon dalam bentuk pembacaan doa yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Hatsu-obon berbeda-beda tergantung pada daerahnya. Di daerah tertentu, orang yang tinggal di rumah yang baru saja mengalami kematian biasanya memasang lampion berwarna putih di depan pintu masuk rumah dan di makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tradisi di berbagai daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai tradisi unik di berbagai tempat di Jepang sehubungan dengan perayaan Obon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Kendaraan dari terong dan ketimun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah tertentu ada tradisi membuat kendaraan semacam kuda-kudaan yang disebut Shōryō-uma dari terong dan ketimun. Empat batang korek api atau potongan sumpit sekali pakai (waribashi) ditusukkan pada terong dan ketimun sebagai kaki. Terong berkaki menjadi “sapi” sedangkan ketimun menjadi “kuda” yang kedua-duanya dinaiki arwah leluhur sewaktu datang dan pulang. Kuda dari ketimun bisa lari cepat sehingga arwah leluhur bisa cepat sampai turun ke bumi, sedangkan sapi dari terong hanya bisa berjalan pelan dengan maksud agar arwah leluhur kalau bisa tidak usah cepat-cepat pulang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;* Mendoakan hantu lapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa daerah dilangsungkan upacara Segaki di kuil agama Buddha untuk menolong Gaki (hantu kelaparan) dengan mendirikan pendirian altar yang disebut Gakidana dan mendoakan arwah orang yang meninggal di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Lampion Obon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada daerah yang mempunyai tradisi memajang lampion perayaan Obon yang disebut Bon Chochin dengan maksud agar arwah leluhur bisa menemukan rumah yang dulu pernah ditinggalinya. Bon Chochin terbuat dari washi dengan kaki penyangga dari kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Melarung lampion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa daerah memiliki tradisi Tōrōnagashi berupa pelarungan lampion dari washi di sungai sebagai lambang melepas arwah leluhur untuk kembali ke alam sana. Ada daerah yang mempunyai tradisi Shōrōnagashi yang menggunakan kapal kecil untuk memuat lampion sebelum dilarung di sungai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Liburan Obon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan tidak resmi di Jepang sebelum dan sesudah hari raya Obon disebut liburan Obon (Obonyasumi) yang lamanya tergantung pada keputusan masing-masing perusahaan. Kantor-kantor dan pemilik usaha biasanya meliburkan karyawannya sebelum dan sesudah tanggal 15 Agustus selama 3 sampai 5 hari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Acara Obon di berbagai daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah Tohoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Iwate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Funekko Nagashi (kota Morioka dan kota Tōno)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Akita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiga Bon Odori terbesar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanai Bon Odori di kota Kazuno (21-23 Agustus)&lt;br /&gt;Hitoichi Bon Odori di kota Hachirōgata (18-20 Agustus)&lt;br /&gt;Nishimonai Bon Odori di kota Ugo (16-18 Agustus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Fukushima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori yang diselenggarakan di kota Miharu memiliki panggung (yagura) untuk penyanyi dan pemusik yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah Kanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Tochigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyakuhatō Nagashi di kota Tochigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tokyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsukuda no Bon Odori&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Daerah Tokai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Gifu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gujō Odori di kota Gujō&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kansai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Kyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gozan no okuribi di kota Kyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Nara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Daimonji Okuribi di kota Nara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah Chugoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Hiroshima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampion Bontōrō di daerah Aki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah Shikoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Tokushima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awa Odori di kota Tokushima&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kyushu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Nagasaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chankoko Odori di kota Gotō&lt;br /&gt;Shōrōnagashi di beberapa tempat&lt;br /&gt;Kembang api yang dinyalakan sejak siang hari di makam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prefektur Okinawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eisa di berbagai tempat&lt;br /&gt;Angama di kota Ishigaki&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Di luar Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;China&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Hantu (盂蘭節), versi China dari Obon, diselenggarakan pada bulan ke-7 dari kalender China dan bukan pada bulan Juli kalender Masehi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Brazil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Bon Odori dilakukan setiap tahun di banyak koloni-koloni Jepang di Brazil, karena Brazil adalah negeri yg paling banyak memiliki populasi orang Jepang di luar Jepang. São Paulo adalah kota utama bagi koloni Jepang di Brazil. Acara yg berlangsung selain Bon Odori juga tari-tarian Matsuri, menabuh Taiko, dan kontes Shamisen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Bon Odori juga diselenggarakan setiap tahun di The Esplanade, Penang dan Stadium Matsushita Corp. di Shah Alam. Perayaan ini yg merupakan atraksi besar di negara bagian Selangor, merupakan pusat masyarakat ekspatriat dan imigran dari Jepang di Malaysia. Tetapi dibandingkan dengan Jepang, Bon Odori di Penang dan Selangor relatif lebih kecil skalanya. Di sini pun, Bon Odori sedikit asosiasinya dengan acara keagamaan, dan lebih ke arah festival kebudayaan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amerika Serikat dan Kanada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori dirayakan dan diselenggarakan oleh semua kuil Buddha Jepang di seluruh Amerika Utara. Di kota-kota besar seperti Los Angeles dan Honolulu, Bon Odori menjadi ajang perolehan dana bagi kuil-kuil tersebut yg dilakukan pada akhir pekan-akhir pekan mulai bulan Juli hingga Agustus. Beberapa kuil memisahkan lokasi acara Bon Odori dan lokasi stan-stan komersial agar semua anggotanya bisa berpartisipasi dengan bebas. Karena festival ini diselenggarakan oleh kuil-kuil yg berasal dari seluruh wilayah Jepang, tarian Bon Odori-nya juga bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori sebagai pengenalan terhadap kebudayaan Jepang juga diselenggarakan di Jakarta dan Bandung sebagai salah satu bentuk pengenalan budaya Jepang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti semua festival di atas juga menyuguhkan ragam pesona seni dan makanan khas dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bon Odori punya keunikan yg mirip dengan festival-festival budaya yang lainnya semacam perayaan hari Valentine, Halloween, ThanksGivings, dll Sebagai sebuah festival, Obon bagi penganut agama Buddha adalah waktu untuk mengenang dan menghormati semua orang yg sudah meninggal. Saatnya untuk mengapresiasi semua jasa-jasa mereka dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia saat ini. Obon juga saatnya untuk melakukan refleksi diri, bahwa kebahagiaan yg diperoleh bukanlah karena berhasil meraih apa yg dihasratkan, tetapi kebahagiaan karena telah memperoleh kesadaran. Nilai universal yg ditawarkan dalam Bon Odori, membuat perayaan ini tidak hanya menjadi milik penganut agama Buddha saja tetapi juga milik semua orang yg bisa mengambil hikmah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soUrCe : http://www.akemapa.com/2008/05/16/obon-dan-bon-odori-sejarah-dan-perkembangan-budayanya/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-9200733198237005017?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/9200733198237005017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/obon-bon-odory-dan-sejarahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/9200733198237005017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/9200733198237005017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/obon-bon-odory-dan-sejarahnya.html' title='ObOn, bOn oDoRy dAn sEJaRaHnYA'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/StLtL-C0IzI/AAAAAAAAAHo/_LmEpuymfow/s72-c/dsc_0099blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-6572274301986302276</id><published>2009-10-04T07:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T04:50:55.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mItOs jEpAng'/><title type='text'>&gt;&gt; lAnJutAN MaKhlUK-MaKHlUk mItOs DaLaM LegENda jEPaNG</title><content type='html'>Makhluk halus di Jepang umumnya disebut youkai. YOUKAI bisa berarti oni (setan), obake (hantu) atau yurei (roh), pokoknya ada banyak!! supaya memudahkan kita, makhluk-makhluk gaib tadi kita sebut YOUKAI. Jepang, merupakan salah satu negara yang terkenal dengan makhluk-makhluk gaibnya (layaknya jawa, hehe yang terkenal dengan pocong dan kuntilanak aja) sebagian besar makhluk gaib itu ternyata sudah menjadi mitos atau mempunyai legenda tersendiri bagi masyarakat jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bahas beberapa makhluk mitos yang sering muncul di anime, manga, dll YuUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oni (setan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;adalah makhluk yang berkekuatan besar yang konon katanya berasal dari neraka dan suka mengganggu kehidupan manusia di muka bumi.Oni dalam cerita rakyat jepang digambarkan sebagai makhluk yang berwajah menyeramkan dengan didi taring mencuat, bertanduk dan berkulit merah. Oni yang digambarkan setara dengan iblis dan setan-setan di eropa, mereka dianggap sebagai makhluk yang punya kekuatan supranatural yang dapat menghancurkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi0b9ysPtI/AAAAAAAAAGI/4Hjq4GPqtQU/s1600-h/180px-Oni.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi0b9ysPtI/AAAAAAAAAGI/4Hjq4GPqtQU/s320/180px-Oni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388755346685443794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi0br0SP5I/AAAAAAAAAGA/ggO_2pHJK50/s1600-h/150px-Oni_in_pilgrim%27s_clothing.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi0br0SP5I/AAAAAAAAAGA/ggO_2pHJK50/s320/150px-Oni_in_pilgrim%27s_clothing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388755341860290450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kitsune (siluman rubah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitsune adalah sebutan untuk binatang rubah dalam bahasa jepang. Dalam cerita rakyat jepang, rubah sering digambarkan sebagai makhluk yang cerdas yang kemampuan sihirnya makin sempurna seiring dengan semakin bijak dan semakin tuanya rubah tersebut, ada juga sumber yang mengatakan bahwa umur seekor kitsune dapat dilihat dari jumlah ekornya (ekor kitsune dapat mencapai 9 ekor).Selain itu, rubah dapat merubah bentuknya menjadi manusia. Dalam cerita, rubah sering siceritakan sebagai penjaga yang setia, kekasih, teman, istri, walaupun ada juga beberapa kisah rubah yang mengganggu atau menipu manusia. Dalam kepercayaan shinto, kitsune disebut Inari yang bertugas membawa pesan dari kami (dewa). Sebagian orang memberi persembahan bagi kitsune karena percaya akan kekuatan gaibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi3YhOUhFI/AAAAAAAAAGQ/2BCRM-kiQKI/s1600-h/180px-Prince_Hanzoku_terrorised_by_a_nine-_tailed_fox.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi3YhOUhFI/AAAAAAAAAGQ/2BCRM-kiQKI/s320/180px-Prince_Hanzoku_terrorised_by_a_nine-_tailed_fox.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388758586011976786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kuchisake-onna (wanita bermulut lebar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan salah satu legenda pada masa heian, masa saat para samurai berkuasa. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai. Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong, ia juga sering berselingkuh di belakang suaminya. Suaminya merasa sangat cemburu dan dikhianati menyerangnya dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping. “Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?” ejek suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam versi legenda urban, Kuchisake-onna adalah seorang wanita korban operasi wajah yang gagal. Konon katanya, dokter yang mengoperasi wajahnya memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk. Ketika sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek. Wanita itu menjadi histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan masker operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, “Apakah saya cantik?” (Watashi kirei?) .Bila orang itu menjawab “ya”, ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi, “Bahkan bila seperti ini?” Pada saat itu, bila si korban yang biasanya terkejut dan takut menjawab tidak, ia akan membunuhnya dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya setelah melihat wajahnya di balik masker, ia akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan walaupun korban melakukan itu, Kuchisake-onna mengikutinya sampai ke rumah baru akan membunuhnya di depan pintu rumah si korban. Bila korbannya wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulutnya hingga serupa dengannya, bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda urban yang populer pada tahun 70’an mengatakan bahwa korban akan selamat bila ia menjawab “biasa saja”. Sementara versi tahun 2000an mengatakan bahwa korban akan selamat bila menjawab, “begitulah” sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia lakukan, saat sedang bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk kabur. Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya namun tidak bisa menikmatinya sehingga mengingatkannya lagi pada penderitaannya. Selain itu bisa juga dengan mengucapkan “pomade” sebanyak tiga kali, ada yang menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli bedah yang merusak wajahnya. Korban juga bisa memakai pomade untuk mencegahnya mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi7HY_exJI/AAAAAAAAAGo/2v94654C-pE/s1600-h/kuchisakeonnabyshinanaivh6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi7HY_exJI/AAAAAAAAAGo/2v94654C-pE/s320/kuchisakeonnabyshinanaivh6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388762689790985362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bijuu (9 dewa perang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijuu adalah makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah Jepang. Kekuatan chakra/ stamina mereka diklasifikasikan melalui banyaknya jumlah ekor mereka. Seperti Shukaku si ekor satu memiliki kapasitas chakra terendah dari semua bijuu. Tidak semua bijuu bertubuh besar. Seperti Kaku, si luak berekor tujuh yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Bijuu dengan ukuran kolosal adalah Yamata no Orochi yang besarnya melebihi tujuh buah gunung. Ini dikarenakan kekuatan Kusanagi no Tsurugi yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bijuu ini hanyalah mitos yang ada di Jepang. Kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Para bijuu ini juga ada mahluk yang setengah dewa maupun peliharaan dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SssuStGxGPI/AAAAAAAAAHY/mUpmWRGv7_U/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 293px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SssuStGxGPI/AAAAAAAAAHY/mUpmWRGv7_U/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389452277959432434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kappa (anak sungai)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah sejenis makhluk legenda, termasuk jenis peri air yang banyak ditemukan dalam cerita legenda rakyat jepang. Kebanyakan gambaran banyak yang memperlihatkan kappa sebagai humanoid seukuran anak, yang menyerupai monyet atau kodok daripada manusia. Beberapa keterangan mengatakan wajah mereka seperti kera, sementara yang lain memperlihatkan mereka dengan paras berparuh yang menyerupai bebek atau kura-kura. Anak-anak kecil merupakan salah satu jenis makanan favorit kappa yang rakus, meski mereka juga memakan yang dewasa juga. Mereka memakan korban-korban yang malang ini dengan menghisap shirikodama (usus, darah, liver, atau daya hidup, bergantung pada legendanya) melalui anus. Bahkan sekarang, tanda-tanda bahaya kappa yang muncul dengan tubuh air banyak yang muncul di desa dan kota-kota di jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SssvAMUrO0I/AAAAAAAAAHg/3-xIy4d9RGo/s1600-h/kappa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SssvAMUrO0I/AAAAAAAAAHg/3-xIy4d9RGo/s320/kappa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389453059433380674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amikiri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan youkai jenis ini tinggal di bawah air. Berwajah menyeramkan dan kadang-kadang menyerang manusia. Amikiri bisa hidup di darat dan berwujud manusia. Amikiri dapat menjadi teman baik bagi manusia jika mnusia tersebut menghargai lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sssr9hT9JCI/AAAAAAAAAG4/KBNRjOHw3uQ/s1600-h/00000000005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sssr9hT9JCI/AAAAAAAAAG4/KBNRjOHw3uQ/s320/00000000005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389449714993013794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kasabake (hantu payung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hantu payung yang digambarkan bermata satu dan lidahnya terjulur. Penopangnya adalah satu kaki (gagang kayu) yang bersepatu. Konon katanya kasabake ini suka beterbangan saat hujan turun dan bermain dengan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsssjRRMILI/AAAAAAAAAHA/CDGKWbMBrg4/s1600-h/57287120.IMG_2500.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsssjRRMILI/AAAAAAAAAHA/CDGKWbMBrg4/s320/57287120.IMG_2500.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389450363521474738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yuki-onna (wanita salju)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Youkai yang berwujud wanita cantik dan biasanya muncul di daerah pegunungan bersalju. Suka muncul di depan laki-laki muda, menggodanya dan minta dicium. Kalau samapai dicium yuki-onna (yukime)korbannya akan berubah menjadi balok es. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsstFnDq2dI/AAAAAAAAAHI/OVwE4rwAruE/s1600-h/Suuhi_Yuki-onna.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsstFnDq2dI/AAAAAAAAAHI/OVwE4rwAruE/s320/Suuhi_Yuki-onna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389450953485900242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sunakake Baaba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Youkai aneh yang katanya suka melempar pasir ke orang, tertawa lalu menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsstyrGub7I/AAAAAAAAAHQ/eJ5zCYgFBXA/s1600-h/1090692687_m.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsstyrGub7I/AAAAAAAAAHQ/eJ5zCYgFBXA/s320/1090692687_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389451727666573234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Norikabe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Youkai yang sukanya menyesatkan orang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-6572274301986302276?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/6572274301986302276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/lanjutan-makhluk-makhluk-mitos-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6572274301986302276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6572274301986302276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/lanjutan-makhluk-makhluk-mitos-dalam.html' title='&gt;&gt; lAnJutAN MaKhlUK-MaKHlUk mItOs DaLaM LegENda jEPaNG'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssi0b9ysPtI/AAAAAAAAAGI/4Hjq4GPqtQU/s72-c/180px-Oni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1738296270410299892</id><published>2009-10-03T19:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T22:26:52.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mItOs jEpAng'/><title type='text'> MaKhLuk lEgENdA DalAm kiSAh jEpAng </title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tsuchinoko&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsuchinoko, hewan mistik dari cerita dongeng atau mitos Jepang sejak jaman dulu, rupanya sangat terkenal untuk dijadikan bahan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsuchinoko mempunyai bentuk seperti ular dengan panjang antara 30-80 cm dengan bagian tengah tubuhnya lebih lebar dari kepalanya dan mempunyai taring juga racun yang sama dengan ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan cerita legenda, tsuchinoko mempunyai kemampuan berbicara dengan manusia dan cenderung sering berbohong. Beberapa juga percaya kalau Tsuchinoko menyukai alkohol dan sanggup meloncat sejauh 1 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tsuchinoko benar-benar ada? Selama ini belum pernah ada orang yang mendapatkan bukti fisiknya, meskipun sudah ribuan orang dari seluruh Jepang melaporkan pernah melihatnya secara samar-samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsgTrcM6oQI/AAAAAAAAAFo/aATd_wk05WA/s1600-h/jepangtsuchinoko.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 309px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsgTrcM6oQI/AAAAAAAAAFo/aATd_wk05WA/s320/jepangtsuchinoko.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388578591174467842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Misteri Tengu - Setan terbang&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, ada legenda mengenai seekor makhluk angkasa yang misterius, yaitu makhluk yang dianggap sebagai Iblis dan digambarkan memiliki tubuh separuh burung dan separuh manusia. Makhluk ini disebut dengan nama Tengu. Luar biasanya, satu mumi Tengu tersimpan dengan rapi di Perfektur Aomori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, adalah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan abad ke-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsgxaeFH_CI/AAAAAAAAAFw/UhMRDN-gseY/s1600-h/mummy10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsgxaeFH_CI/AAAAAAAAAFw/UhMRDN-gseY/s320/mummy10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388611284969716770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumi itu memiliki kepala manusia, namun memiliki kaki dan sayap berbulu seperti burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini sampai ke Jepang utara setelah diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga akhirnya sampai ke Museum Hachinohe di Aomori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitologi Tengu bermula dari sekitar abad ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepang dari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut memiliki kekuatan supranatural seperti dapat berubah bentuk menjadi manusia atau hewan, dapat berbicara kepada manusia tanpa membuka mulut dan mampu pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat menggunakan sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Tengu sebenarnya berarti "Anjing langit". Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga memiliki tempat tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebenarnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak memiliki rupa anjing, melainkan lebih mirip seekor burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssgx0yd7rHI/AAAAAAAAAF4/D6xoWSD14zU/s1600-h/Konoha_Tengu_by_Sven_da_man.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssgx0yd7rHI/AAAAAAAAAF4/D6xoWSD14zU/s320/Konoha_Tengu_by_Sven_da_man.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388611737119075442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada abad itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Tengu memiliki dua bentuk fisik. Yang pertama disebut Karasu tengu yang memiliki kepala dan paruh seperti burung. Yang kedua adalah Konoha Tengu yang memiliki bentuk seperti manusia namun memiliki sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang bernama Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou dekat Kuramadera di gunung utara Kyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keterangan dan informasi lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe . Apakah ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari abad lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu adalah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti pasti yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1738296270410299892?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1738296270410299892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tsuchinoko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1738296270410299892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1738296270410299892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tsuchinoko.html' title='&lt;strong&gt; MaKhLuk lEgENdA DalAm kiSAh jEpAng &lt;/strong&gt;'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsgTrcM6oQI/AAAAAAAAAFo/aATd_wk05WA/s72-c/jepangtsuchinoko.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5243062306135850739</id><published>2009-10-03T10:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T10:45:54.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>-- yURei (rOh hAlUzzz) --</title><content type='html'>Di Jepang, hantu dikenal sebagai Yurei. Kata "Yu" yang berarti halus atau samar-samar, dan "Rei" yang berarti roh atau arwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak memanggilnya dengan sebutan setan atau hantu atau jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kepercayaan orang Jepang, semua manusia mempunyai roh atau arwah yang disebut sebagai reikon. Setelah seseorang meninggal, reikon akan pergi meninggalkan tubuhnya ke tempat penyucian arwah. Disana dia akan menunggu tubuhnya dikubur dan mendapatkan pemakaman yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semuanya berjalan lancar, reikon akan melindungi keluarganya yang masih hidup. Dan dipercaya bahwa arwah orang meninggal tersebut akan kembali ke keluarganya setiap tahun (yang kemudian dinamakan sebagai festival Obon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau roh-roh tersebut tidak mendapatkan pemakaman yang layak, atau mungkin mereka meninggal karena dibunuh atau bunuh diri, reikon akan berubah menjadi yurei dan gentayangan di dunia manusia sampai rasa penasaran, amarah, dan dendam mereka hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yurei mempunyai wujud manusia yang memakai jubah kimono putih, tidak mempunyai kaki - alias melayang di udara, rambutnya panjang dan berwarna hitam. Umumnya, mereka juga dikelilingi oleh Hitodama, arwah yang berwujud api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yurei tidak gentayangan secara leluasa. Mereka selalu gentayangan tidak jauh dari tempat mereka meninggal. Orang Jepang percaya bahwa Yurei mulai gentayangan pada saat gerbang dunia roh dan dunia manusia hampir menyatu yaitu pada jam 2-3 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yurei sendiri pun terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara mereka meninggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Onryo&lt;/strong&gt;: adalah roh gentayangan yang mempunyai rasa dendam. Mereka akan memburu orang-orang yang telah menyakitinya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseNIwsGNxI/AAAAAAAAAFI/vHsC9Pxlv7M/s1600-h/jepanghantu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseNIwsGNxI/AAAAAAAAAFI/vHsC9Pxlv7M/s320/jepanghantu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388430660820416274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Goryo&lt;/strong&gt;: adalah roh gentayangan yang juga mempunyai rasa dendam. Pada saat masih hidup mereka adalah orang-orang yang terpandang, kaya raya, atau mempunyai jabatan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ubume&lt;/strong&gt;: adalah roh seorang ibu yang meninggal pada saat melahirkan atau roh yang meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Karena masih sayang pada anak-anaknya, mereka tidak rela untuk pergi ke dunia fana.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseMpuVjx1I/AAAAAAAAAE4/ZiQsibvxhLM/s1600-h/155px-Toriyama_Ubume.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseMpuVjx1I/AAAAAAAAAE4/ZiQsibvxhLM/s320/155px-Toriyama_Ubume.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388430127613069138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Funayurei&lt;/strong&gt;: adalah roh orang-orang yang meninggal di laut. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseMX412III/AAAAAAAAAEw/xIWkgVs_4-4/s1600-h/Kyosai_Funayurei.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseMX412III/AAAAAAAAAEw/xIWkgVs_4-4/s320/Kyosai_Funayurei.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388429821195198594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zashiki-warashi&lt;/strong&gt;: adalah roh anak-anak. Mereka umumnya tidak berbahaya, tapi cukup nakal untuk mengganggu yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseM2i5jA9I/AAAAAAAAAFA/9lmmdMMmlMA/s1600-h/Zashiki_warashi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseM2i5jA9I/AAAAAAAAAFA/9lmmdMMmlMA/s320/Zashiki_warashi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388430347881087954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5243062306135850739?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5243062306135850739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/yurei-roh-haluzzz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5243062306135850739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5243062306135850739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/yurei-roh-haluzzz.html' title='-- yURei (rOh hAlUzzz) --'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SseNIwsGNxI/AAAAAAAAAFI/vHsC9Pxlv7M/s72-c/jepanghantu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-3513129850105764976</id><published>2009-10-03T08:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T09:33:56.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>tAhApAn dALaM MeMakAI KimOnOoOO</title><content type='html'>Kimono yang lazim dipakai saat ini, terdiri dari satu lapis saja. Kenapa tampak tebal? Karena ada lapisan dalamannya (under garment) atau &lt;em&gt;juban&lt;/em&gt;. Biasanya ada dua lapis, &lt;em&gt;hadajuban&lt;/em&gt; yaitu lapisan paling dalam, dari bahan yang nyerap keringat. Lapisan berikutnya &lt;em&gt;juban&lt;/em&gt;, biasanya berwarna putih atau agak2 pink, dengan sedikit motif sederhana yang sewarna. &lt;em&gt;Hadajuban&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;juban&lt;/em&gt; dipakai untuk menghindari kerusakan pada kain kimono akibat keringat pemakainya. Meski biasanya ada dua lapis, kadang pemakainya hanya memilih satu lapis juban saja untuk ngurangin rasa panas. Juban ini dipakai untuk ngasih aksentuasi pada kerah leher di bawah kimono, agar tampak kontras. Sekarang, sudah ada kerah yang bisa dilepas atau diganti yang disebut &lt;em&gt;eri-sugata&lt;/em&gt;. Jadi, pemakainya cukup pakai satu lapis &lt;em&gt;juban&lt;/em&gt; ditambah &lt;em&gt;eri-sugata &lt;/em&gt;tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah2nya sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Pakai tabi (kaus kaki putih berbelah) lebih dulu karena kalau dipakainya setelah kimono dan obi terpasang, bakalan sulit. Kecuali ada yang mau rela bantu makai, tapi kan manja banget jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakai hadajuban atau hanya juban saja kalau takut kepanasan. Aturan dasarnya, bagian dari sebelah kiri selalu di atas bagian yang kanan. Kalau kebalik? Berarti itu mayat yang siap dimakamkan! Kanan di atas kiri hanya berlaku untuk orang yang sudah meninggal. Nah, juban maupun kimono memang biasanya lebih panjang daripada badan pemakainya, biasanya 1,5 - 1,8 m (kalau kimono Maiko atau Geiko bisa sampai 2 m lho). Untuk itu, perlu dilipat di pinggang dengan rapi. Bagian bawah dibuat sepanjang mata kaki saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lapisan yang terlipat tadi, lalu diikat dengan koshi-himo atau tali pengikat dari kain yang agak lebar. Setelah dibelitkan mengelilingi perut dengan rapi, lalu sisanya ditalikan di depan. Koshi-himo ini biasanya berwarna, jadinya kontras dengan jubannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah itu, di atas koshi-himo tadi, diikat lagi dengan dengan date jime atau tali kain yang lebih kecil dan berwarna polos. Kalau perlu pakai eri-sugata, dipasang sekalain di atas kerah jubannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah itu, baru kain kimononya. Sama dengan ketika pakai juban tadi, tetap harus dirapiin bagian ujung dan lipatannya. Setelah itu, diikat lagi dengan kOShi-himo dan date jime. Di Jepang itu, ketika makai kimono, tubuh cewek yang proposional adalah lurus dari atas hingga bawah, nggak boleh nampakin lekuk tubuh, baik samping, depan ataupun belakang. Sopan banget ya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdsqDWD5oI/AAAAAAAAABo/oLCTQBRJz4c/s1600-h/IMG-0275.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdsqDWD5oI/AAAAAAAAABo/oLCTQBRJz4c/s320/IMG-0275.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388394948880230018" /&gt;&lt;/a&gt; Nah, buat yang model badannya kayak gitar Spanyol, harus rela disembunyiin dengan tambahan semacam handuk kecil yang dililitkan di sekitar perut. Nggak hanya pinggang yang diratain, perut dan dada pun harus rata. Makanya, ada lho yang sampai harus disisipi dua helai handuk kecil agar tampak rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdtQuWotEI/AAAAAAAAABw/CnUiqjM_bRw/s1600-h/IMG-0277.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdtQuWotEI/AAAAAAAAABw/CnUiqjM_bRw/s320/IMG-0277.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388395613260395586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah itu semua beres dan rapi, barulah obi resminya. Panjang obi biasanya 2 m atau 2,5 m (untuk Maiko atau Geiko biasanya 6 m,)Ini bagian paling berat!!! Karena obi ini bahannya agak kaku, makanya harus terikat dengan benar dan kuat. Makanya, yang periasnya biasanya harus narik sekuat tenaga dan pemakainya harus nahan biar nggak kepelanting ataupun tersungkur. Bahkan kadang mesti 2 orang yang masangin biar benar2 kuat dan rapi. Kata Mama dan beberapa orang Jepang, Maiko atau Geiko dibantu oleh 2 cowok buat naliin obinya...Pernah lihat perempuan Eropa jaman dulu dipakain korset? Ya kayak gitu. Badan harus tegak, biar perut rata dan obinya bagus... Udah diikat berulangkali, masih ditarik2... , kalau sesak nafas mending jangan deh... Pemakainya juga nggak boleh banyak gerak selama proses penalian obi ini biar obinya nggak kendur sebelum dikunciin di belakang. Di bagian belakang, diikat2 lagi dan ditata dengan berbagai bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsducL6jaeI/AAAAAAAAACA/NZrUsXbdjMo/s1600-h/280-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsducL6jaeI/AAAAAAAAACA/NZrUsXbdjMo/s320/280-kecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388396909685860834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Setelah selesai, dihiasi lagi dengan lilitan tali kecil di atas obinya atau obi-jime. Baru setelah itu, ditambahi dengan tali2 atau pita2 lain di belakang. Bisa juga dililiti lagi semacam kain tipis (mirip handuk, lagi2...) di bawah obi sebelah atas. Tujuannya, lagi2 untuk mempercantik dan meratakan perut dan dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdvQBrI-FI/AAAAAAAAACI/N4fBrji6EcQ/s1600-h/286-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdvQBrI-FI/AAAAAAAAACI/N4fBrji6EcQ/s320/286-kecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388397800290056274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selesai dan tinggal pakai geta (sandal kayu) atau zori (sandal jerami). Ini yang perlu hati2! Kimono itu memang dibuat biar jalan kita "thimik-thimik" (istilah Jawa nih, artinya langkahnya kecil2) makanya ketika berjalan juga harus ekstra teratur. Masukin kaki ke geta yang susah karena tali sandalnya biasanya sangat sempit atau ngepres kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari belakang akan tampak seperti di bawah ini, ada beragam cara penalian lho... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssdw0Lg_o-I/AAAAAAAAACY/nZF0dQ6NC7s/s1600-h/1693-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssdw0Lg_o-I/AAAAAAAAACY/nZF0dQ6NC7s/s320/1693-kecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388399520918774754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdwVeeqSxI/AAAAAAAAACQ/_YPsp-H7anc/s1600-h/2443-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdwVeeqSxI/AAAAAAAAACQ/_YPsp-H7anc/s320/2443-kecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388398993433316114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah cantik dengan kimono dan geta, pelengkapnya adalah tas tangan atau dompet yang selaras warna dan motifnya. Terus, siap jalan deh! Cara jalan yang bagus pun ada lho... Jadi, ujung sepatunya diarahin ke dalam, tapi nggak sampai lenggak-lenggok kayak peragawati lho. Cuman ujungnya aja. Ngangkat kakinya juga nggak boleh tinggi2. Naik turun tangan juga ada caranya, dengan sedikit menarik atau melipat kain kimono di bagian paha. Jadi itu to, jalan cantik ala Jepang. Makanya nggak heran banyak cewek Jepang yang sering dibilang jalannya kayak orang berkaki O. Terus, kalau nggak bawa apapun, tangannya diletakin di depan paha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdxMP9yHpI/AAAAAAAAACg/uT2u74g5Ewc/s1600-h/photo-SZOV4QoKCnkAAHgLsK81.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdxMP9yHpI/AAAAAAAAACg/uT2u74g5Ewc/s320/photo-SZOV4QoKCnkAAHgLsK81.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388399934430125714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau duduk, ada aturannya lagi, kimono bagian bawah, agak ditarik ke atas dikit aja, lalu duduk sambil ngeratain permukaan kimononya. Lutut kanan, biasanya menyentuh lantai terlebih dulu dan diikuti lutut kiri pada waktu yang yang hampir bersamaan. Ribet ya bayanginnya? Emang enakan dipraktekkan langsung sih soalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdxzUKwk3I/AAAAAAAAACo/tbdbwdZ1ZLU/s1600-h/photo-SZOXVgoKCnkAAB%40KyqQ1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdxzUKwk3I/AAAAAAAAACo/tbdbwdZ1ZLU/s320/photo-SZOXVgoKCnkAAB%40KyqQ1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388400605573190514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk upacara minum teh, biasanya bawa sapu tangan yang sisipkan secara cantik di bagian dada. Gunanya buat ngelap bekas bibir kita di gelas yang kita pakai. Lengan yang panjang itu, bagian sisinya berlubang lho. Buat apa coba? Jadi, kalau ada tisu atau tusuk gigi yang habis kita pakai, dimasukkinnya ke sana...Kalau kepepet sih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kimono tuh kan kesannya anggun, cantik, kalem, rapi, makanya kalau sudah susah2 didandani gitu jangan bertingkah yang aneh2 atau loncat2 seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssdy0uTNcZI/AAAAAAAAACw/L8hGPLDW-Cw/s1600-h/1695-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssdy0uTNcZI/AAAAAAAAACw/L8hGPLDW-Cw/s320/1695-kecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388401729279455634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau berlaku bodoh dan genit dengan menghadang tamu2 di pintu lift seperti ini.... (berharap samurainya datang kali ya???)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdzdMt_EwI/AAAAAAAAAC4/Xff4WmdQPPU/s1600-h/elevator-genit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdzdMt_EwI/AAAAAAAAAC4/Xff4WmdQPPU/s320/elevator-genit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388402424639591170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuh, panjang ya cerita tentang kimono. Masih belum dapat gambaran nyeseknya pakai kimono? Duduk mesti tegak terus, jangan sampai jatuhin barang daripada nggak bisa ngambil karena bakalan susah jongkok. Nah, kalau diikat sekencang itu, apa masih bisa makan? Masih bisa kok karena tingkat kekencangan obi itu biasanya diatur sesuai tujuan acaranya. Jadi, masih bisa diatur agar ada ruang buat perut yang bakalan penuh diisi makanan. Meski begitu, emang dasarnya orang Jepang makannya sedikit, beragam tapi jumlah masing2nya sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya sama persis deh dengan kalau kita pakai pakaian tradisional Jawa yang mesti dililit dengan stagen (kain ikat pinggang). Untung sejak kecil biasa ditumbalka sebagai pagar ayu atau domas ataupun nari jadi nggak kaget2 amat. Bedanya dengan pakaian Jawa, kimono ini nggak ngebolehin bentuk tubuh perempuan yang elok itu tampak, justru harus lurus atau rata. Kalau jaritan, bentuk tubuhnya kayak gitar Spanyol, ya bakalan dibiarin saja. Malah kata perias2 Jawa itu, kalau pakai kain akan tampak bagus jika pantat dan pinggulnya berisi (hoooooo....). Kimono itu nggak seksi kok. Meski bagian ketiak nggak nyambung ke badan, tapi nggak bakalan nunjukin bagian yang nggak perlu dilihat orang kok. Yang bikin seksi itu, barangkali ketika ujung lengan disingkap dan lengannya yang putih tampak. Tapi, kayaknya hanya para entertainer seperti Maiko, Geiko, dan Geisha deh yang bisa bergerak segemulai itu. Eh, tapi seksi itu tergantung yang makai juga sih. Kalau pemakainya berpikir seksi, ya seksi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bEriKT Ini pElEnGkAP KimoNonYAaA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd3Jl2JxwI/AAAAAAAAADA/ffgcaEKWJu8/s1600-h/fto_hadajuban_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd3Jl2JxwI/AAAAAAAAADA/ffgcaEKWJu8/s320/fto_hadajuban_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388406485833860866" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;HADAJUBAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd4CMaG5KI/AAAAAAAAADI/wXHj9hY0Jq8/s1600-h/nagajuban3-small.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd4CMaG5KI/AAAAAAAAADI/wXHj9hY0Jq8/s320/nagajuban3-small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388407458257888418" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;JUBAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd4xuW_NXI/AAAAAAAAADQ/KHY1MuwsboY/s1600-h/kimono_eri_sugata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd4xuW_NXI/AAAAAAAAADQ/KHY1MuwsboY/s320/kimono_eri_sugata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388408274825459058" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;ERI SUGATA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd5qHvS63I/AAAAAAAAADY/mIwleCzvNNE/s1600-h/obi_koshi_himo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd5qHvS63I/AAAAAAAAADY/mIwleCzvNNE/s320/obi_koshi_himo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388409243710974834" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;KOSHI HIMO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd5_ad0uNI/AAAAAAAAADg/iyzJYNbIsYI/s1600-h/obi_date_jime.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 57px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd5_ad0uNI/AAAAAAAAADg/iyzJYNbIsYI/s320/obi_date_jime.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388409609515219154" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;DATE JIME&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd6dphWrvI/AAAAAAAAADo/E161TVKP0yA/s1600-h/obi_jime.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd6dphWrvI/AAAAAAAAADo/E161TVKP0yA/s320/obi_jime.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388410128952635122" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;JIME&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd6_bvAy2I/AAAAAAAAADw/AEHbCE4wIE4/s1600-h/obi_butterfly.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd6_bvAy2I/AAAAAAAAADw/AEHbCE4wIE4/s320/obi_butterfly.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388410709367376738" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;OBI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd7TK_aVBI/AAAAAAAAAD4/4Z7bVeRgQ14/s1600-h/obi_silk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd7TK_aVBI/AAAAAAAAAD4/4Z7bVeRgQ14/s320/obi_silk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388411048470139922" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;FORMAL OBI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd7tuZ37ZI/AAAAAAAAAEA/rJq7u4s2q7Y/s1600-h/obi_yukata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Ssd7tuZ37ZI/AAAAAAAAAEA/rJq7u4s2q7Y/s320/obi_yukata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388411504652971410" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;YUKATA'S OBI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DiPoSkAn oLEh : hIMawARi sEnPaI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-3513129850105764976?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/3513129850105764976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tahapan-dalam-memakai-kimonoooo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3513129850105764976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3513129850105764976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/tahapan-dalam-memakai-kimonoooo.html' title='tAhApAn dALaM MeMakAI KimOnOoOO'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/SsdsqDWD5oI/AAAAAAAAABo/oLCTQBRJz4c/s72-c/IMG-0275.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1873566018940475952</id><published>2009-10-03T03:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T03:47:54.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LyRiCz LaGoE'/><title type='text'>aLl OsT bBF (BoYz bEfOrE FloWer)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Because I'm Stupid&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nae meorineun neomuna nappaseo&lt;br /&gt;neo hanabakke nan moreugo&lt;br /&gt;dareun sarameul bogoinneun neon&lt;br /&gt;ireon naemaeumdo moreugetji&lt;br /&gt;neoui harue naran eopgetji&lt;br /&gt;tto chueokjocha eopgetjiman&lt;br /&gt;neoman baraman bogoinneun nan&lt;br /&gt;jakku nunmuri heureugoisseo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neoui dwitmoseubeul boneungeotdo nan haengbogiya&lt;br /&gt;ajik naui maeumeul mollado&lt;br /&gt;kkeutnae seuchideusi gado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niga neomu bogosipeun naren&lt;br /&gt;neomu gyeondigi himdeun nareneun&lt;br /&gt;neoreul saranghanda ipgae maemdora&lt;br /&gt;honja dasi tto crying for you&lt;br /&gt;honja dasi tto missing for you&lt;br /&gt;Baby! I love you! I'm waiting for you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neoui harue nan eopgetji&lt;br /&gt;tto gieokjocha eopgetjiman&lt;br /&gt;neoman baraman bogoinneun na&lt;br /&gt;honja chueogeul mandeulgo isseo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;naegen sarangiran areumdaun sangcheogata&lt;br /&gt;neoui yeppeun misoreul boado&lt;br /&gt;hamkke nan utjido motae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niga neomu saenggangnaneun naren&lt;br /&gt;gaseum sirigo seulpeun nareneun&lt;br /&gt;niga bogosipda ipgae maemdora&lt;br /&gt;honja dasi tto crying for you&lt;br /&gt;honja dasi tto missing for you&lt;br /&gt;Baby! I love you! I'm waiting for you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bye bye never say good bye&lt;br /&gt;ireoke japji motajiman&lt;br /&gt;I need you amu maldo motae I want you baraedo dasi baraedo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niga neomu bogosipeun naren&lt;br /&gt;neomu gyeondigi himdeun nareneun&lt;br /&gt;neoreul saranghanda ipgae maemdora&lt;br /&gt;honja dasi tto crying for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niga neomu saenggangnaneun naren&lt;br /&gt;neomu gyeondigi himdeun nareneun&lt;br /&gt;neoreul saranghanda ipgae maemdora&lt;br /&gt;honja dasi tto crying for you&lt;br /&gt;honja dasi tto missing for you&lt;br /&gt;Baby! I love you! I'm waiting for you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Stand By Me &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stand by me nal parabwajwo&lt;br /&gt;ajik sarangeul morujiman&lt;br /&gt;Stand by me nal jikyobwajwo&lt;br /&gt;ajik sarange sotul-jiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;noreul bulsurok kibuni chohwajyo&lt;br /&gt;nado mollae noraereul bullo&lt;br /&gt;han songi jangmireul sago shipojin&lt;br /&gt;iron nae moseub shingi-hande&lt;br /&gt;nae ma-eumi noyege dah-neundeuthae&lt;br /&gt;i sesangi areumdawo&lt;br /&gt;iron solle-i-meul nodo neuggindamyon&lt;br /&gt;budi chogumman kidaryojwo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;noye hwanhan miso gadukhi&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;ije naesoneul naesoneul chaba&lt;br /&gt;Stand by me nareul parabwajyo&lt;br /&gt;ajik sarangeul moreujiman&lt;br /&gt;Stand by me nareul jikyobwajwo&lt;br /&gt;ajik sarange sotungot kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;noreul alsurok kaseumi ttollyowa&lt;br /&gt;na-neun geujo utgoman isso&lt;br /&gt;noyege salmyoshi kiseu haebol-kka&lt;br /&gt;chogum ni mame tagasol-kka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nae ma-eumi ojjomyon sarangil-kka&lt;br /&gt;nan ajigeun sujubeunde&lt;br /&gt;ajik hangoreumdo tagasoji mothan&lt;br /&gt;naye sarangeul kidaryojwo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;noye hwanhan miso gadukhi&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;ije chogumsshik chogumsshik kalkke&lt;br /&gt;Stand by me nareul parabwajwo&lt;br /&gt;choum to kakkawo chigoshipo&lt;br /&gt;Stand by me nareul jikyobwajwo&lt;br /&gt;jom do mochige boigo shipo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nan chew-umen mollasso&lt;br /&gt;nugunga parabo-neun-ge&lt;br /&gt;ajikdo naema-eum molla&lt;br /&gt;keudae-neun keudaereul saranghae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;noye hwanhan miso gadukhi&lt;br /&gt;Together make it love&lt;br /&gt;Forever making you smile&lt;br /&gt;ije naesoneul naesoneul chaba&lt;br /&gt;Stand by me nareul parabwajyo&lt;br /&gt;ajik sarangeul moreujiman&lt;br /&gt;Stand by me nareul jikyobwajwo&lt;br /&gt;ajik sarange sotungot kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Almost paradise&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;(Romaji)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a-chimboda to nunbushin&lt;br /&gt;nal hyanghan noye sarangi&lt;br /&gt;on sesang da gajindeuthae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my life&lt;br /&gt;nae ji-chin salme kkum-chorom&lt;br /&gt;tagawajun ni moseubeul&lt;br /&gt;onjekkajina saranghal su it-damyon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;noye so-neul jabkoso&lt;br /&gt;sesan-geul hyanghae ggot sorichyo&lt;br /&gt;ha-neureul goro yaksokhae&lt;br /&gt;yong-wo-nhi ojing noma-neul saranghae&lt;br /&gt;pam ha-neul bulbit gateun uri dulmanyi&lt;br /&gt;a-reum-da-un ggum paradise&lt;br /&gt;nowa hamkkehandamyon&lt;br /&gt;odideun gal su isso to the my paradise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;no deurot-don shigan-gwa&lt;br /&gt;geu apeum modu da ijo-bwa&lt;br /&gt;ije buto shijagiya nowa hamkke&lt;br /&gt;ttonabo-neun goya tallyoga-neun goya&lt;br /&gt;loving you forever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almost paradise&lt;br /&gt;tae-yangboda to ttaseuhan&lt;br /&gt;nal bo-neun noye nunbi-cheun&lt;br /&gt;on sesang ta gachindeuthae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my life&lt;br /&gt;nae ji-chin salme bit-chorom&lt;br /&gt;tagawajun ni saran-geul&lt;br /&gt;onjeggajina kanjighal su it-damyon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All of my love&lt;br /&gt;All of my life&lt;br /&gt;nae modeun kol goroso&lt;br /&gt;na-neun nol saranghae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jo pureun batagateun uri dulmanyi&lt;br /&gt;a-reum-da-un got paradise&lt;br /&gt;nowa hamkke handamyon&lt;br /&gt;odideun gal su isso to the my paradise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;no deurot-don shigan-gwa&lt;br /&gt;geu apeum modu da ijo-bwa&lt;br /&gt;ijebuto shijagiya nowa hamkke&lt;br /&gt;ttonabo-neun goya tallyoga-neun goya&lt;br /&gt;loving you forever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almost paradise&lt;br /&gt;a-chimboda to nunbushin&lt;br /&gt;nal hyanghan noye sarangi&lt;br /&gt;on sesang ta gajindeut hae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my life&lt;br /&gt;nae ji-chin salme ggum-chorom&lt;br /&gt;tagawa jun ni moseubeul&lt;br /&gt;onjekkajina kanjighal su it-damyon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;chonsagateun ni misoga&lt;br /&gt;kadeukhan uri nagwone&lt;br /&gt;noma-neul wihan kkotdeullo&lt;br /&gt;yong-wo-nhi chaewodul-kkoya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almost paradise&lt;br /&gt;taeyangboda to ttaseuhan&lt;br /&gt;nal bo-neun noye nunbi-cheun&lt;br /&gt;on sesang ta kajindeut hae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my life&lt;br /&gt;nae ji-chin salme bit-chorom&lt;br /&gt;tagawajun ni saran-geul&lt;br /&gt;onjekkajina ganjighal su it-damyon&lt;br /&gt;onjekkajina saranghal su it-damyon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lucky &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nan himi deulttaemyeon Lucky in my life&lt;br /&gt;kudaega kkumchorom taga-oneyo&lt;br /&gt;sulpo jil-ttaemyeon nan Lucky in my dream&lt;br /&gt;kudae ttasuhage nal kkok kamssajuneyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;onjena irohke usoyo nan&lt;br /&gt;sesangi himdulge haedo&lt;br /&gt;nan choldae nunmureun poigo shipjin a-nhchyo&lt;br /&gt;nae ma-meul moreu-neun keudaerado&lt;br /&gt;mollisorado keudaeyi geu misoreul&lt;br /&gt;kanjikhal su isso tahaengijyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulgo shipulttaen Lucky in my love&lt;br /&gt;sangsansok kudaega motjyoboyeoyo&lt;br /&gt;ulchokhaejimyeon nan Lucky in my world&lt;br /&gt;keudae kkumgyol-chorom nal kkok anajujyoonjena irohke usoyo nan&lt;br /&gt;sesangi himdulge haedo&lt;br /&gt;nan choldae nunmureun poigo shipjin a-nhchyo&lt;br /&gt;nae ma-meul moreu-neun keudaerado&lt;br /&gt;mollisorado keudaeyi geu misoreul&lt;br /&gt;kanjikhal su isso tahaengijyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;modeun-ge areumdawo nan nomu haengbo-khan-gol&lt;br /&gt;weroun sesange nan tto nae sowo-neul tamayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;onjena irohke usoyo nan&lt;br /&gt;sesangi himdulge haedo&lt;br /&gt;nan choldae nunmureun poigo shipjin a-nhchyo&lt;br /&gt;nae ma-meul moreu-neun keudaerado&lt;br /&gt;mollisorado keudaeyi geu misoreul&lt;br /&gt;kanjikhal su isso tahaengijyo&lt;br /&gt;keudae han-goreumman tagawayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Do You Know (Algoitnayo)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;nan haessare nuni bushin&lt;br /&gt;shinggeuron a-chimi omyon&lt;br /&gt;sarange nu-neul tteumyo norael haeyo&lt;br /&gt;ojig keudae hanaman wihaeso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For You I love you only you&lt;br /&gt;sollei-neun mam gadeukhae&lt;br /&gt;hyanggiro-un kopiboda pudeuro-un&lt;br /&gt;naye sumkyollo geudaereul bowayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keudae nae nu-neul bowayo&lt;br /&gt;sollei-neun mam gadeukhae&lt;br /&gt;mabobkateun kiseu-chorom ttasaro-un&lt;br /&gt;naye maeu-meul ije-neun bowayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anayo keudae-neun neukkijyo keudaedo&lt;br /&gt;gaseumi malhago iin-neungon sarangiran-golyo&lt;br /&gt;teullyoyo ije-neun bowayo ije-neun&lt;br /&gt;kkotboda do a-reum-da-un sujubeun ma-eu-meul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nan yakso-khaeyo uri so-neul kkok goroyo&lt;br /&gt;haengbokhan gibunijyo nunbushin unmyongijyo&lt;br /&gt;sarangyi hyanggie chwihaebowayo yong-wo-nhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anayo keudae-neun neukkijyo geudaedo&lt;br /&gt;kaseumi marhago iin-neungon sarangiran-golyo&lt;br /&gt;teullyoyo ije-neun bowayo ije-neun&lt;br /&gt;kkotboda do a-reum-da-un sujubeun maeu-meul&lt;br /&gt;oroji nan geudaema-neul saranghamnida&lt;br /&gt;anayo keudae-neun neukkijyo geudaedo&lt;br /&gt;gaseumi marhago iin-neun sarangiran-golyo&lt;br /&gt;deullyoyo ije-neun bowayo ije-neun&lt;br /&gt;kkotboda do a-reum-da-un sujubeun ma-eu-meul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nal para-bwayo naye so-neul kkok chabayo&lt;br /&gt;haengbokhan gibunijyo nunbushin unmyongijyo&lt;br /&gt;sarangyi hyanggiye misojioyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nan barami puro omyon&lt;br /&gt;salmyoshi du nu-neul kamgo&lt;br /&gt;saranghae jumun-chorom soksagyoyo&lt;br /&gt;iron naema-eum neukkil su it-dorok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;One More Time Lyrics &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A)&lt;br /&gt;haru-ga neomuna deodigo neomu himdeulda&lt;br /&gt;nae maeumeul da boiryeohaedo geudae bol-suga eobseoseo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(B)&lt;br /&gt;nan geujeo- jinagan siganeul wonmanghagoisseo&lt;br /&gt;tto gyejeori tto bakkwieogado naneun yeo-jeonhi seulpeo~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;apado jogeumdeo sarangeul halkkeol&lt;br /&gt;neomaneul wihae utgo neomaneul wihae ulkke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;jeohaneul tteugeoun taeyangcheoreom&lt;br /&gt;yeongwonhi neoui modeungeol saranghae ojik neomaneul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A)&lt;br /&gt;usan-sok dajeonghan nimoseup neomuna geuripda&lt;br /&gt;i nunmureul tto dakkabojiman naneun yeo-jeonhi seulpeo~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;apado jogeumdeo sarangeul halkkeol&lt;br /&gt;neomaneul wihae utgo neomaneul wihae ulkke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;one more time!&lt;br /&gt;bamhaneul bitnaneun byeolbiccheoreom&lt;br /&gt;yeongwonhi neoui modeungeol saranghae ojik neomaneul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uriege gateun naeiri chajaogireul yaksokhae&lt;br /&gt;uriege gateun haengbogi chajaogireul yaksokhae&lt;br /&gt;eonjena gyeote isseulkke~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;apado jogeumdeo sarangeul halkkeol&lt;br /&gt;neomaneul wihae utgo neomaneul wihae ulkke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;jeohaneul tteugeoun taeyangcheoreom&lt;br /&gt;yeongwonhi neoui modeungeol saranghae ojik neomaneul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more time!&lt;br /&gt;(aahaam~) .. Oh! my love for you&lt;br /&gt;Oh! One more time! (aahaa~)&lt;br /&gt;Oh! my love for you&lt;br /&gt;one more time!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A Little Lyrics &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A)&lt;br /&gt;seulpeojimyeon kkochyanggireul matjyo&lt;br /&gt;geuriun geudae hyanggireul manjyeoyo&lt;br /&gt;georireul georeoyo barame seuchiun&lt;br /&gt;geudae sumgyeol daheul deut haeyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A')&lt;br /&gt;algoitjyo geudaen naemam moreujyo&lt;br /&gt;bogosipeo nan tto pyeonjireul jeogeoyo&lt;br /&gt;sujubeun nae maeum kkochipe ttuiwoseo&lt;br /&gt;geudaeege bonaeyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt;nan useoyo himideulmyeon useoyo&lt;br /&gt;honjaseodo nan haengbokhaeyo&lt;br /&gt;meolliseo meolliseo barabwaya hajiman&lt;br /&gt;geujeo hangeoreum jocha dagaseoji motago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;jogeumeun algoinnayo jogeumeun bolsuinnayo&lt;br /&gt;geudaen kkumcheoreom naui mamsok joyonghi heureumyeon&lt;br /&gt;mundeuk jogeumeun nan geudael saranghaneun maeumeul&lt;br /&gt;salmyeosi boigo sipeungeol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A")&lt;br /&gt;gibunjoheun geudae norae sorie&lt;br /&gt;sujubeundeut nan tto gaseumi ttwieoyo&lt;br /&gt;hoksina geudaega ireon nal bolkkabwa&lt;br /&gt;salmyeosi tto sumeoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(B')&lt;br /&gt;nan useoyo oerowodo useoyo&lt;br /&gt;honjaseodo nan jalhaewatjyo&lt;br /&gt;mareobsi mareobsi dwitmoseubeul bojiman&lt;br /&gt;geudae budeureoun son jababogo sipjiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;jogeumeun algoinnayo jogeumeun bolsuinnayo&lt;br /&gt;geudaen byeolcheoreom naui mamsok chueogeul mandeureo&lt;br /&gt;aju jogeumeun nan geudae ttasaroun eokkaee&lt;br /&gt;gidaeeo jamdeulgo sipeoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;unmyeongigetjyo sarangigetjyo&lt;br /&gt;alkkayo ireon nae maeumeul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refrain)&lt;br /&gt;jogeumeun algoinnayo jogeumeun bolsuinnayo&lt;br /&gt;geudaen kkumcheoreom naui mamsok joyonghi heureumyeon&lt;br /&gt;mundeuk jogeumeun nan geudael saranghaneun maeumeul&lt;br /&gt;salmyeosi boigo sipeoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jogeumeun geudaereul geurijyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Starlight Tears &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saehayan byeolbichi nunmureul gamssayo&lt;br /&gt;ttatteutan barame nunmuri naeryeoyo&lt;br /&gt;geudae neukkinayo&lt;br /&gt;joyonghi soksagineun geudaereul hyanghan i tteollimeul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayan jongiwie geudael geuryeoyo&lt;br /&gt;ttatteutan misoga nal anajuneyo&lt;br /&gt;ige sarangingayo&lt;br /&gt;du nuneul gama bwado geudaeman boineun geollyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will be waiting for you geudael gidarilgeyo&lt;br /&gt;deo isang apeun nunmul boiji anheullaeyo&lt;br /&gt;You let me know geojitmal gateun sarang&lt;br /&gt;nochi anheul geoeyo baro geudaenikkayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geudaewaui gieok sogeul geotgo isseoyo&lt;br /&gt;gaseumsok gadeukhi nunmuri goyeoyo&lt;br /&gt;na eotteoke hajyo&lt;br /&gt;kkumsogeseodojocha geudaereul geuriwohaeyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will be waiting for you geudael gidarilgeyo&lt;br /&gt;deo isang apeun nunmul boiji anheullaeyo&lt;br /&gt;You let me know geojitmal gateun sarang&lt;br /&gt;nochi anheul geoeyo baro geudaenikkayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nal barabwa jwoyo jeogi jeo byeoldeulcheoreom&lt;br /&gt;naemamui geudaega doeeojul su eomnayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will be waiting for you geudael gidarilgeyo&lt;br /&gt;deo isang apeun nunmul boiji anheullaeyo&lt;br /&gt;You let me know geojitmal gateun sarang&lt;br /&gt;nochi anheul geoeyo baro geudaenikkayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fight the Bad Feeling &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eotteokhanya&lt;br /&gt;jakku nappeun maeumeul meokge dwae&lt;br /&gt;mianhae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ireomyeoneun andoeneungeol ara&lt;br /&gt;geojitmal geojitmarira malhamyeon&lt;br /&gt;naemaeumi dasi doragalkka&lt;br /&gt;nunmurina&lt;br /&gt;neomu mianhaeseo nungil motjugo&lt;br /&gt;gaseumapa&lt;br /&gt;cheotmadireul mwollo hae&lt;br /&gt;saenggaganna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttutdu ttutthtutdu ttutduru ttutdut ttutdu&lt;br /&gt;ppapba ppapbapba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geudaen jakku nareul&lt;br /&gt;nappeun maeumeul meokge hae&lt;br /&gt;geudaereul itneun maeum&lt;br /&gt;naegeneun joheun mam anya&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;nappeun mamiya nappeun mamiya&lt;br /&gt;uri sarang yeongwonhi eobseojijianha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nappeun maeumeul meokge hae&lt;br /&gt;geudaereul itneun maeum&lt;br /&gt;naegeneun joheun mam anya&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;neomu nappeun mamiya neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;urisarang jiuneungeon&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibyeori sirheunde&lt;br /&gt;geunyang neorang heeojigin jugeodo sirheo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;museunmalhago jebal nal jaba jebal&lt;br /&gt;jeongmal nae maeum byeonhage&lt;br /&gt;hajimalgo yejeoncheoreomman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dajeonghage&lt;br /&gt;geunyang yeppeuge naman bwajugo&lt;br /&gt;ttaseuhage&lt;br /&gt;hanmadiman haejumyeon&lt;br /&gt;sowoneobseo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttutdu ttutthtutdu ttutduru ttutdut ttutdu&lt;br /&gt;ppapba ppapbapba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geudaen jakku nareul&lt;br /&gt;nappeun maeumeul meokge hae&lt;br /&gt;geudaereul itneun maeum&lt;br /&gt;naegeneun joheun mam anya&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;nappeun mamiya nappeun mamiya&lt;br /&gt;uri sarang yeongwonhi eobseojiji anha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nappeun maeumeul meokge hae&lt;br /&gt;geudaereul itneun maeum&lt;br /&gt;naegeneun joheun mam anya&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;neomu nappeun mamiya neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;urisarang jiuneungeon&lt;br /&gt;neomu nappeun maeumiya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i-byeo-ri si-reun-de geu-nyang&lt;br /&gt;neo-rang he-eo-ji-gin ju-geo-do si-reo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Happiness is... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haengbogi mueosinji alsuneun eobtjanhayo&lt;br /&gt;dangsineomneun haengbogiran isseulsueobtjanhayo&lt;br /&gt;isaengmyeong dabachyeoseo dangsineul saranghari&lt;br /&gt;imoksum dabachyeoseo yeongwonhi saranghari&lt;br /&gt;ibyeolmaneun marajwoyo naegyeote isseojwoyo&lt;br /&gt;dangsineomneun haengbogiran isseulsu eobtjanhayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarangeun junghangeotdo ijeneun arasseoyo&lt;br /&gt;dangsineomneun sarangiran isseulsu eobtjanhayo&lt;br /&gt;isaengmyeong dabachyeoseo dangsineul saranghari&lt;br /&gt;imoksum dabachyeoseo yeongwonhi saranghari&lt;br /&gt;ibyeolmaneun marajwoyo naegyeote isseojwoyo&lt;br /&gt;dangsineomneun haengbogiran isseulsu eobtjanhayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gaseumi Eotteokeh Dwaennabwa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gajimallaedo meomchwoseoraedo&lt;br /&gt;neoreul hyanghaeganeun nae mamingeol&lt;br /&gt;darchido annni juljido annni&lt;br /&gt;waeiri nae sarangeun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;chueok hanahana sego tto seneura&lt;br /&gt;mameun hansido swijilmotae&lt;br /&gt;ganugido himdeun jimman doeltende&lt;br /&gt;wae nan beorijido motaneunji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeongmal gaseumi eotteoke dwaennabwa&lt;br /&gt;nunmeon sarange baboga dwaennabwa&lt;br /&gt;ojik hangotman maeil hangotman&lt;br /&gt;neoran seulpeun bicheul baraboda&lt;br /&gt;nunmulsaemmajeodo gojangi nannabwa&lt;br /&gt;jakku nunmuri meotjil anha&lt;br /&gt;geujeo hanmadiman saranghae hanmadiman&lt;br /&gt;naege malhaejumyeon andoeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soneul ppeodeobwado amuri bulleodo&lt;br /&gt;neoneun naegeseo meolgiman hae&lt;br /&gt;apeun sangcheoman doel sarangiltende&lt;br /&gt;wae nan jiujido motaneunji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeongmal gaseumi eotteoke dwaennabwa&lt;br /&gt;nunmeon sarange baboga dwaennabwa&lt;br /&gt;ojik hangotman maeil hangotman&lt;br /&gt;neoran seulpeun bicheul baraboda&lt;br /&gt;nunmulsaemmajeodo gojangi nannabwa&lt;br /&gt;jakku nunmuri meotjil anha&lt;br /&gt;geujeo hanmadiman saranghae hanmadiman&lt;br /&gt;naege malhaejumyeon andoeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niga useumyeon nado haengbokhadan&lt;br /&gt;geojitmallo nal wirohae bojiman&lt;br /&gt;niga hyanghaeseon got naega aniraseo&lt;br /&gt;oeroun nunmuri heulleo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeongmal simjangi eotteoke dwaennabwa&lt;br /&gt;himdeun sarange michyeobeoryeonnabwa&lt;br /&gt;gatjido motae itjido motae&lt;br /&gt;neoreul haruharu gidarida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neomuna geuriwo tari nangeongeobwa&lt;br /&gt;neoreul neomuna saranghaeseo&lt;br /&gt;geujeo hangajiman ni maeum hangajiman&lt;br /&gt;naege nanwojumyeon andoeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nareul saranghamyeon andoeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sarangbakken nan molla &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geudae naegyeote seon sungan&lt;br /&gt;geu nunbichi neomu joha&lt;br /&gt;eojeneun ureotjiman&lt;br /&gt;oneureun dangsinttaeme&lt;br /&gt;naeireun haengbokhalkkeoya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eolguldo ani meotdo ani ani&lt;br /&gt;budeureoun sarangmani pillyohaesseoyo&lt;br /&gt;jinagan sewol modu ijeobeorige&lt;br /&gt;dangsin eobsin amu geotdo ijenhal su eobseo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarangbakken nan molla&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1873566018940475952?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1873566018940475952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/all-ost-bbf-boyz-before-flower.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1873566018940475952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1873566018940475952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/all-ost-bbf-boyz-before-flower.html' title='aLl OsT bBF (BoYz bEfOrE FloWer)'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-6970166442812871466</id><published>2009-10-03T03:15:00.001-07:00</published><updated>2009-10-03T03:21:02.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>&gt;&gt; LaNjO3tAanN tEnTang kIMonOo</title><content type='html'>Kimono (bahasa Jepang: 着物 secara harafiah: "sesuatu yang dikenakan seseorang," atau "pakaian") adalah pakaian nasional Jepang. Bagi orang Jepang, kimono lebih dikenal dengan sebutan Wafuku (bahasa Jepang: 和服 secara harafiah: "pakaian Jepang") atau Gofuku (bahasa Jepang: 呉服 secara harafiah: "pakaian dari zaman Go di Tiongkok") untuk membedakannya dengan pakaian barat (Yofuku). Kimono yang dikenal sekarang ini berbentuk seperti huruf "T," berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita. berbentuk baju terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memakai kimono dalam bahasa Jepangnya disebut Kitsuke. Peraturan dalam memakai kimono sangatlah terinci, mulai dari jenis-jenis kimono yang sesuai dengan acaranya, hingga aksesori yang sesuai dengan jenis kimono tertentu. Belajar mengenakan kimono juga bukan hal yang mudah, sehingga di Jepang banyak terdapat tempat kursus untuk belajar pakai kimono. Di toko-toko juga banyak dijual alat-alat bantu yang memudahkan orang memakai kimono. Walaupun sebetulnya kimono dapat dikenakan sendiri tanpa bantuan orang lain, kebanyakan wanita Jepang masih harus dibantu orang yang profesional sewaktu mengenakan kimono&lt;br /&gt;Bahan kain untuk kimono merupakan seni tenun tradisional Jepang yang bernilai seni tinggi. Kimono untuk kesempatan formal dibuat hanya dari bahan kain sutera kelas terbaik dan hanya dijahit dengan tangan (tidak menggunakan mesin jahit), sehingga harganya menjadi sangat mahal. Kimono juga tidak pernah dijual dalam keadaan sudah jadi, melainkan harus dipesan sesuai dengan ukuran badan pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan kain untuk kimono haruslah kain yang ditenun dengan sempurna tanpa cacat dan harus dibeli dalam satu gulungan kain dengan tidak memperhitungkan tinggi badan si pembeli. Membeli kimono dimulai dengan memilih bahan kain untuk kimono yang disebut Tanmono (bahasa Jepang: 反物, secara harafiah: "gulungan kain yang panjangnya 1 Tan"). Jika kebetulan si pemakai kimono bertubuh pendek dan ramping, setelah kimono selesai dijahit nantinya akan banyak bahan kimono yang tersisa. Sisa-sisa bahan kimono bisa dimanfaatkan oleh si pemakai kimono untuk membuat aksesori sewaktu memakai kimono, seperti tas, dompet, atau sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono dapat dibeli dengan harga lebih murah pada kesempatan obral bahan kain kimono kelas dua yang disebut B-Tan Ichi (bahasa Jepang: B反市 secara harafiah: "Pasar kain kelas B") untuk membandingkannya dengan bahan kimono "kelas A" yang tenunannya sempurna tanpa cacat. Walaupun bahan kain yang dibeli mempunyai sedikit cacat, penjahit kimono yang berpengalaman dapat menyembunyikan bagian tenunan yang rusak, sehingga hasil jadinya terlihat hampir sama dengan kimono dari bahan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, di toko-toko banyak dijual kimono impor jenis Yukata yang merupakan hasil jahitan mesin di pabrik. Orang-orang Jepang banyak mengenakan Yukata produk impor yang harganya murah untuk kesempatan santai seperti menyaksikan pesta kembang api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kimono dapat disesuaikan dengan ukuran badan si pemilik, sehingga sering kimono yang dijahit dari bahan kain berkualitas dijadikan barang warisan keluarga. Kimono bekas pakai juga masih mempunyai nilai jual tinggi. Di Jepang bisa dijumpai toko-toko yang menjual kimono bekas pakai. Pada Perang Dunia II, sewaktu penduduk kota kekurangan pangan, kimono pernah digunakan sebagai alat bayar untuk membeli bahan makanan dan bumbu dapur seperti beras, telur, miso, dan gula.&lt;br /&gt;Mengingat cara mengenakan kimono yang rumit dan harga kain tradisional untuk kimono yang mahal, kimono hanya dikenakan orang-orang Jepang zaman sekarang, baik pria maupun wanita, serta anak-anak sewaktu menghadiri acara-acara istimewa seperti hari-hari besar setempat atau mengikuti kegiatan seni dan olah raga yang bersifat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang sudah genap berusia 20 tahun tidak akan mau melewatkan kesempatan memakai kimono Furisode yang paling indah untuk menghadiri upacara Seijin Shiki. Begitu pula orang tua dan kakek-nenek merasa berkewajiban untuk mendandani anak-anaknya memakai kimono pada perayaan anak-anak yang berusia 7, 5 dan 3 tahun yang disebut Hichi-go-san. Selain itu, kimono banyak dikenakan oleh orang-orang yang bergerak dalam bidang industri jasa dan pariwisata, seperti pelayan wanita di restoran khas Jepang (ryotei) dan pegawai penginapan khas Jepang (ryokan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kimono Wanita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono untuk wanita terdiri dari berbagai jenis yang semuanya sarat dengan simbolisme dan isyarat-isyarat terselubung. Pilihan jenis kimono tertentu bisa menunjukkan umur si pemakai, status perkawinan (masih lajang atau sudah menikah), dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis kimono wanita disusun menurut tingkatan formalitas, mulai dari kimono yang paling formal hingga kimono santai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Tomesode&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomesode adalah jenis kimono yang paling formal, umumnya berwarna hitam dan hanya dikenakan oleh wanita yang sudah menikah. Tomesode yang berwarna hitam disebut Kurotomesode. Pada kimono jenis Tomesode terdapat lambang keluarga (kamon) si pemakai. Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Ciri khas Tomesode adalah motif yang indah pada suso (bagian bawah sekitar kaki). Tomesode dikenakan untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta atau acara-acara yang sangat resmi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;* Furisode&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furisode adalah kimono formal untuk wanita muda yang belum menikah. Ciri khas Furisode pada bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian. Furisode dikenakan pada waktu menghadiri upacara "Seijin Shiki" (hari menjadi dewasa), menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda atau kunjungan ke kuil Shinto di hari-hari awal Tahun Baru (Hatsumode).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Homongi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homongi (bahasa Jepang: 訪問着, secara harafiah: baju untuk berkunjung) adalah kimono formal untuk wanita yang sudah menikah atau wanita dewasa yang belum menikah. Homongi dikenakan wanita yang sudah menikah untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta-pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Iromuji&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iromuji kimono semiformal yang bisa dijadikan kimono formal jika mempunyai lambang keluarga (kamon). Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Bahan umumnya tidak bermotif dan berwarna merah jambu, biru muda, kuning muda atau warna-warna lembut lainnya. Iromuji dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan atau upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Tsukesage&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsukesage adalah kimono semi formal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitasnya, Tsukesage hanya setingkat dibawah Homongi. Tsukesage biasa dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan, pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh yang sifatnya tidak begitu resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Komon&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas pada motif sederhana yang kecil-kecil yang berulang. Komon bisa dikenakan untuk menghadiri pesta alumni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Tsumugi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah, walaupun boleh juga dikenakan untuk keluar rumah seperti berbelanja dan jalan-jalan. Ciri khas Tsumugi pada bahan yang merupakan bahan tenunan sederhana dari katun atau benang sutera kelas rendah yang tebal dan kasar sehingga kimono jenis ini tahan lama. Pada zaman dulu, Tsumugi digunakan untuk bekerja di ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Yukata&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yukata adalah jenis kimono santai yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[sunting] Pakaian Pengantin Wanita&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (Hanayome Isho) terdiri dari Furisode dan Uchikake (sejenis mantel yang dikenakan di atas Furisode). Hanayome Isho dikenakan pengantin wanita pada saat upacara dan resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furisode khusus pengantin yang merupakan bagian dari Hanayome Isho berbeda dengan Furisode yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode khusus pengantin mempunyai motif-motif yang dianggap dapat mengundang keberuntungan seperti burung Jenjang (burung Tsuru), dan berwarna lebih cerah dibandingkan dengan Furisode biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiromuku adalah pakaian pengantin wanita tradisional Jepang yang berupa Furisode yang berwarna putih bersih dan tidak bermotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[sunting] Kimono Pria&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono pria jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kimono wanita. Kimono pria didominasi warna-warna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua, dan hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Setelan Montsuki dengan Hakama dan Haori&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono pria yang paling formal disebut Montsuki yang di bagian punggungnya terdapat lambang keluarga (Kamon) si pemakai. Bawahan yang digunakan untuk Montsuki adalah celana panjang Hakama, sedangkan mantelnya disebut Haori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montsuki yang dipakai lengkap dengan Hakama dan Haori juga berfungsi sebagai pakaian pengantin pria. Selain sebagai pakaian pengantin pria, Montsuki lengkap dengan Hakama dan Haori hanya dikenakan pada waktu menghadiri upacara yang sangat resmi, seperti resepsi pemberian penghargaan dari Kaisar/pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Ki Nagashi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Nagashi adalah kimono santai untuk dipakai sehari-hari yang dikenakan pria untuk keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Bahannya bisa terbuat dari katun atau bahan campuran. Ki Nagashi banyak dikenakan pemeran Kabuki pada saat latihan atau guru tari tradisional Jepang pada saat mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Aksesori dan Pakaian Pelengkap untuk Kimono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Hakama&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakama adalah semacam celana panjang yang dikenakan pria yang juga terbuat dari bahan berwarna gelap. Hakama berasal dari daratan Tiongkok dan mulai dikenal sejak zaman Asuka. Hakama umumnya dikenakan pendeta kuil Shinto . Di kalangan olah raga tradisional Jepang seperti Kendo dan Kyudo, Hakama dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Geta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geta adalah sandal dari kayu yang dilengkapi dengan hak. Geta berhak tinggi dan tebal yang dipakai oleh Maiko disebut Pokkuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Junihitoe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junihitoe adalah kimono 12 lapis yang dipakai oleh wanita Jepang zaman dulu di istana kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Kanzashi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanzashi adalah hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut sewaktu memakai kimono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Obi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obi adalah sabuk dari kain yang seperti stagen yang dililitkan ke badan pemakai untuk mengencangkan kimono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Tabi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabi adalah kaus kaki sepanjang betis yang dibelah dua pada bagian jari kaki untuk memisahkan jempol kaki dengan jari-jari kaki yang lain. Tabi dipakai sewaktu memakai sandal, walaupun ada Tabi dari kain keras yang dapat dipakai begitu saja seperti sepatu bot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Waraji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Zori&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zori adalah sandal tradisional Jepang yang bisa terbuat dari kain atau anyaman sejenis rumput (Igusa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oLeH : hEnUinE LovE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-6970166442812871466?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/6970166442812871466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/lanjo3taann-tentang-kimonoo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6970166442812871466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6970166442812871466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/10/lanjo3taann-tentang-kimonoo.html' title='&gt;&gt; LaNjO3tAanN tEnTang kIMonOo'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-3196672577883775992</id><published>2009-07-25T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T15:03:17.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>mAtSuRy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/porttower.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/porttower.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ChIbA cItIzEnS' FiRewOrKs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/shiramazu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/shiramazu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ShIrAMaZu No OmAcHi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/katsuura.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/katsuura.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kaTsUrA cItY UbARa yAsAKa ShRiNe FeSt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara_autumn_big_festival.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara_autumn_big_festival.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara02.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sAwaRa bIg FeSt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/mobaratanabata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/mobaratanabata.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mObArA tAnAbAtA fEst&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara_autumn_festival.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sawara_autumn_festival.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SawARa aUtUmN FeST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/shirahama_ama_festival.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/shirahama_ama_festival.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ShIrAHaMa AmA fEsT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tanada_yomatsuri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tanada_yomatsuri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OHyaMa SenmAiDa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/haniwa_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/haniwa_01.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sHiBaYaMa HaNiwA fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/nanso_satomi_festival.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/nanso_satomi_festival.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/satomi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/satomi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NaNsO sAToMi fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakuraaki.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakuraaki.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; sAKuRa aUtUMn fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/oharahadaka2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/oharahadaka2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/ooharahadaka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/ooharahadaka.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OHaRa NakEd fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/otaiyasai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/otaiyasai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OtAiYasAi fEsT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/kiraigo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/kiraigo.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KirAiGo fEST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tateyamahanabi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tateyamahanabi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tAtEYaMaHaNaBi fIrEWoRkS fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/naritagion.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/naritagion.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/gion_02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/gion_02.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/gion_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/gion_01.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nARiTa gIoN FeST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tako_ajisai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/tako_ajisai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tAkO AjISai fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakura_jidai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakura_jidai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sAKuRa JiDai FeST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakura_tulip.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/sakura_tulip.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SakUrA tuLip MaTsUrI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/taiko01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 420px;" src=" http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/taiko01.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NaRiTa TaIko fEst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/big_hinamatsuri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 600px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/big_hinamatsuri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KaTsUuRa bIg HinAmAtSuRi FeST&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-3196672577883775992?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/3196672577883775992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/matsury.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3196672577883775992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/3196672577883775992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/matsury.html' title='mAtSuRy'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5118158714486037355</id><published>2009-07-23T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T05:51:25.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>dANgO _ sNaCk AlA jEpAnG</title><content type='html'>Dango (団子, Dango?) adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu. Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di Jepang.Dango yang rasanya manis dibuat dengan menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu atau tepung millet.SausSaus untuk kushidango terdiri dari dua rasa:Saus dari campuran kecap asin (saus) dengan air ditambah gula pasir, mirin, dan tepung kentang sebagai pengental. Saus manis-asin merupakan saus yang paling umum untuk dango di berbagai daerah di Jepang. Kecap asin Kushidango dengan rasa kecap asin bisa dijumpai di Prefektur Gifu, daerah Tama di Tokyo, dan Iruma di Prefektur Saitama. Variasi lain dari kushidango disajikan dengan berbagai macam olesan atau taburan:Selai kacang merah Bubuk kacang kedelai dan gula pasir Selai kacang kedelai muda Selai kacang walnut Wijen dan gula pasir Jenis dangoMitarashi dango KusadangoTsukimidango (dango melihat bulan) Sejumlah daerah di Jepang menyusun butiran tsukimidango hingga berbentuk piramida. Hamidango (dango sewaktu ohanami) Kushidango dengan warna merah jambu, hijau, dan putih. Yomogidango atau Kusadango Dango yang dimakan bersama selai kacang merah, bubuk kedelai, dan gula. Shiratama dango (dango bola putih) Bulatan dango dari tepung beras yang dimasukkan ke dalam selai kacang merah yang diencerkan, atau dimakan bersama agar-agar dan buah kaleng. Mitarashi dango Sejumlah 3, 4 atau 5 butir dango ditusuk dengan tusukan bambu dan dipanggang lebih dulu sebelum dicelupkan ke dalam saus dari campuran kecap asin dan gula. Hanya di Prefektur Gifu, mitarashi dango dicelupkan dulu ke dalam saus sebelum dipanggang. Kibidango Dango dari tepung millet seperti yang dikisahkan dalam cerita rakyat Momotaro...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STe0pqtnUpI/AAAAAAAAABE/SW_lUCf7C6w/s320/dango1pk5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STe0pqtnUpI/AAAAAAAAABE/SW_lUCf7C6w/s320/dango1pk5.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STe0pThA8AI/AAAAAAAAAA8/gCPbwadaUEs/s320/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STe0pThA8AI/AAAAAAAAAA8/gCPbwadaUEs/s320/untitled.bmp" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nemu-nemu.com/dango.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 205px;" src="http://www.nemu-nemu.com/dango.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sublunaryxsoul.files.wordpress.com/2008/08/recipe_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 443px;" src="http://sublunaryxsoul.files.wordpress.com/2008/08/recipe_1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5118158714486037355?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5118158714486037355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/dango-snack-ala-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5118158714486037355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5118158714486037355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/dango-snack-ala-jepang.html' title='dANgO _ sNaCk AlA jEpAnG'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STe0pqtnUpI/AAAAAAAAABE/SW_lUCf7C6w/s72-c/dango1pk5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-7544264168301630017</id><published>2009-07-20T06:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T06:16:46.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>BoEDayA &amp; HiStOrY T3nTaNg jApAn</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MATSURI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DgV9vYAi6bI/RzB5NfqrUqI/AAAAAAAAAac/nw4DYUTVlbs/s400/Ohara+Matsuri+061.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DgV9vYAi6bI/RzB5NfqrUqI/AAAAAAAAAac/nw4DYUTVlbs/s400/Ohara+Matsuri+061.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga matsuri terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)&lt;br /&gt;* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)&lt;br /&gt;* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri yang terkenal sejak dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Tohoku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)&lt;br /&gt;* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)&lt;br /&gt;* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)&lt;br /&gt;* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)&lt;br /&gt;* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Chubu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)&lt;br /&gt;* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).&lt;br /&gt;* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)&lt;br /&gt;* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kinki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)&lt;br /&gt;* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)&lt;br /&gt;* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)&lt;br /&gt;* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)&lt;br /&gt;* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)&lt;br /&gt;* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)&lt;br /&gt;* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Chugoku dan Shikoku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)&lt;br /&gt;* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kyushu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)&lt;br /&gt;* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)&lt;br /&gt;* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival dan Matsuri yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)&lt;br /&gt;* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)&lt;br /&gt;* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)&lt;br /&gt;* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)&lt;br /&gt;* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)&lt;br /&gt;* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)&lt;br /&gt;* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)&lt;br /&gt;* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)&lt;br /&gt;* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu   &lt;br /&gt;  minggu pertama bulan Agustus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ORIGAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i249.photobucket.com/albums/gg209/M3RRDAH_x/origami-1jpg1490701.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 500px;" src="http://i249.photobucket.com/albums/gg209/M3RRDAH_x/origami-1jpg1490701.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i672.photobucket.com/albums/vv89/mpaulitto/Origami/DSC03992.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 1024px; height: 768px;" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv89/mpaulitto/Origami/DSC03992.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i672.photobucket.com/albums/vv89/mpaulitto/Origami/DSC04044.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 1024px; height: 768px;" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv89/mpaulitto/Origami/DSC04044.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i533.photobucket.com/albums/ee334/bubblesung/Cute%20Gifs/cute%20Gifs/papercranes.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 79px;" src="http://i533.photobucket.com/albums/ee334/bubblesung/Cute%20Gifs/cute%20Gifs/papercranes.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i399.photobucket.com/albums/pp77/tiff0v0/origami/PIGSAMPLE.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 768px; height: 1024px;" src="http://i399.photobucket.com/albums/pp77/tiff0v0/origami/PIGSAMPLE.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUDOKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudoku (数独, sūdoku?), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"?), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i184.photobucket.com/albums/x36/pendejos_1_1/sudoku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 302px;" src="http://i184.photobucket.com/albums/x36/pendejos_1_1/sudoku.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KOI NOBORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;koi nobori adalah perayaan untuk anak2 ( dikhususkan utk ank laki2 )&lt;br /&gt;di peringati setiap tanggal 5 bulan 5,&lt;br /&gt;pada saat koi nobori anak2 menaikkan bendera bergambar ikan koi di pekarangan, karena ikan koi disebut permata sungai dan di anggap begitu semangat karena bisa terbang bahkan melewati air terjun, dengan begitu para orang tua berharap agar anaknya tumbuh semangat, kuat dan sehat seperti ikan koi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WyGC-eKNcgc/SgPWiN6VM-I/AAAAAAAAATU/MuQfV0hCdoc/s320/generasi+7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WyGC-eKNcgc/SgPWiN6VM-I/AAAAAAAAATU/MuQfV0hCdoc/s320/generasi+7.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikebana 生花&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikébana (生花, Ikébana?) adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Ikebana berasal dari Jepang tapi telah meluas ke seluruh dunia. Dalam bahasa Jepang, Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道, kadō? ka, bunga; do, jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Ikebana terdapat berbagai macam aliran yang masing-masing mempunyai cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga. Aliran tertentu mengharuskan orang melihat rangkaian bunga tepat dari bagian depan, sedangkan aliran lain mengharuskan orang melihat rangkaian bunga yang berbentuk tiga dimensi sebagai benda dua dimensi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, bunga yang dirangkai dengan teknik merangkai dari Barat (flower arrangement) terlihat sama indahnya dari berbagai sudut pandang secara tiga dimensi dan tidak perlu harus dilihat dari bagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan seni merangkai bunga dari Barat yang bersifat dekoratif, Ikebana berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk linier, ritme dan warna. Ikebana tidak mementingkan keindahan bunga tapi pada aspek pengaturannya menurut garis linier. Bentuk-bentuk dalam Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit, bumi, dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.gloriousfloraldesigns.com/images/IkebanaJPGO/IkebanaPinkLily.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 404px; height: 504px;" src="http://www.gloriousfloraldesigns.com/images/IkebanaJPGO/IkebanaPinkLily.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hanami - 花見 (melihat bunga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanami adalah tradisi di Jepang dalam menikmati keindahan bunga,khususnya bunga sakura.Biasanya orang Jepang menikmatinya dengan cara menggelar tikar dibawah pohon sakura sambil pesta yakiniku (memanggang daging)bersama keluarga atau teman satu kerjaan.Tradisi ini diadakan pada saat bunga sakura mekar pada sekiter bulan April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Maneki-neko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maneki-neko biasa kita lihat di depan toko/gerai berbentuk kucing yang melambaikan salah satu kaki depan atau "tangan"-nya. Gunanya untuk mengundang pembeli. Saya pikir ini ada pengaruh dari Okinawa ( yang banyak terpengaruh budaya China ). Atau sebaliknya, budaya Jepang mempengaruhi orang Tionghoa ? any further info ? Sebab di Iriomote ( salah satu pulau di Prefektur Okinawa ) ada kucing (liar?) endemik yang tidak bisa ditemui di tempat lain dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari orang Ryūkyū?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.cookingwithrichard.com/wp-content/uploads/2006/11/manekineko-plush.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 300px;" src="http://www.cookingwithrichard.com/wp-content/uploads/2006/11/manekineko-plush.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TANABATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanabata (七夕, Tanabata?) atau Festival Bintang adalah salah satu perayaan yang berkaitan dengan musim di Jepang, Tiongkok, dan Korea. Perayaan besar-besaran dilakukan di kota-kota di Jepang, termasuk di antaranya kota Sendai dengan festival Sendai Tanabata. Di Tiongkok, perayaan ini disebut Qi Xi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal festival Tanabata dulunya mengikuti kalender lunisolar yang kira-kira sebulan lebih lambat daripada kalender Gregorian. Sejak kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang, perayaan Tanabata diadakan malam tanggal 7 Juli, hari ke-7 bulan ke-7 kalender lunisolar, atau sebulan lebih lambat sekitar tanggal 8 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksara kanji yang digunakan untuk menulis Tanabata bisa dibaca sebagai (七夕, shichiseki?, malam ke-7). Di zaman dulu, perayaan ini juga ditulis dengan aksara kanji yang berbeda, tapi tetap dibaca Tanabata (棚機, Tanabata?). Tradisi perayaan berasal dari Tiongkok yang diperkenalkan di Jepang pada zaman Nara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanabata diperkirakan merupakan sinkretisme antara tradisi Jepang kuno mendoakan arwah leluhur atas keberhasilan panen dan perayaan Qi Qiao Jie asal Tiongkok yang mendoakan kemahiran wanita dalam menenun. Pada awalnya Tanabata merupakan bagian dari perayaan Obon, tapi kemudian dijadikan perayaan terpisah. Daun bambu (sasa) digunakan sebagai hiasan dalam perayaan karena dipercaya sebagai tempat tinggal arwah leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda Qi Xi pertama kali disebut dalam literatur Gushi shijiu shou (古詩十九編, 19 puisi lama) asal Dinasti Han yang dikumpulkan kitab antologi Wen Xuan (文選). Selain itu, Qi Xi juga tertulis dalam kitab Jing-Chu suishi ji (荊楚歲時記, festival dan tradisi tahunan wilayah Jing-Chu) dari zaman Dinasti Utara dan Selatan, dan kitab Catatan Sejarah Agung. Literatur Jing-Chu suishi ji mengisahkan para wanita memasukkan benang berwarna-warni indah ke lubang 7 batang jarum pada malam hari ke-7 bulan ke-7 yang merupakan malam bertemunya Qian Niu dan Zhi Nu, dan persembahan diletakkan berjajar di halaman untuk memohon kepandaian dalam pekerjaan menenun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda asli Jepang tentang Tanabatatsume dalam kitab Kojiki mengisahkan seorang pelayan wanita (miko) bernama Tanabatatsume yang harus menenun pakaian untuk dewa di tepi sungai, dan menunggu di rumah menenun untuk dijadikan istri semalam sang dewa agar desa terhindar dari bencana. Perayaan Qi Xi dihubungkan dengan legenda Tanabatatsume, dan nama perayaan diubah menjadi "Tanabata". Di zaman Nara, perayaan Tanabata dijadikan salah satu perayaan di istana kaisar yang berhubungan dengan musim. Di dalam kitab antologi puisi waka berjudul Man'yōshū terdapat puisi tentang Tanabata karya Ōtomo no Yakamochi dari zaman Nara. Setelah perayaan Tanabata meluas ke kalangan rakyat biasa di zaman Edo, tema perayaan bergeser dari pekerjaan tenun menenun menjadi kepandaian anak perempuan dalam berbagai keterampilan sebagai persiapan sebelum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda Tanabata di Jepang dan Tiongkok mengisahkan bintang Vega yang merupakan bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra sebagai Orihime (Shokujo), putri Raja Langit yang pandai menenun. Bintang Altair yang berada di rasi bintang Aquila dikisahkan sebagai sebagai penggembala sapi bernama Hikoboshi (Kengyū). Hikoboshi rajin bekerja sehingga diizinkan Raja Langit untuk menikahi Orihime. Suami istri Hikoboshi dan Orihime hidup bahagia, tapi Orihime tidak lagi menenun dan Hikoboshi tidak lagi menggembala. Raja Langit sangat marah dan keduanya dipaksa berpisah. Orihime dan Hikoboshi tinggal dipisahkan sungai Amanogawa (galaksi Bima Sakti) dan hanya diizinkan bertemu setahun sekali di malam hari ke-7 bulan ke-7. Kalau kebetulan hujan turun, sungai Amanogawa menjadi meluap dan Orihime tidak bisa menyeberangi sungai untuk bertemu suami. Sekawanan burung kasasagi terbang menghampiri Hikoboshi dan Orihime yang sedang bersedih dan berbaris membentuk jembatan yang melintasi sungai Amanogawa supaya Hikoboshi dan Orihime bisa menyeberang dan bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur klasik tentang legenda Tanabata melahirkan berbagai macam variasi cerita rakyat di berbagai daerah di Tiongkok. Di beberapa tempat, variasi legenda Tanabata dijadikan naskah sandiwara dan diangkat sebagai naskah Opera Tiongkok. Di antara naskah-naskah yang terkenal seperti Tian he pei dipentaskan sebagai Opera Beijing. Kisahnya tentang penggembala sapi bernama Niulang yang mencuri pakaian salah seorang bidadari bernama Zhinu yang sedang mandi. Niulang menikah dengan Zhinu sampai pada akhirnya bidadari Zhinu harus kembali ke langit. Niulang mengejar Zhinu sampai naik ke langit, tapi ibu Zhinu yang bernama Xi Wangmu (dewi surga) memisahkan tempat tinggal Niulang dan Zhinu dengan sebuah sungai. Cerita ini mirip dengan cerita rakyat Jepang yang berjudul Hagoromo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang bernama Zhinu dan bintang bernama Niulang pertama kali disebut dalam kitab Shi Jing (kira-kira terbitan 1000 SM), tapi tidak secara pasti menunjuk ke bintang yang spesifik. Dalam kitab Catatan Sejarah Agung asal Dinasti Han Barat, bintang Niulang menunjuk ke rasi bintang Lembu dan bintang Zhinu menunjuk ke rasi bintang Kawatsusumi. Sesuai dengan perkembangan legenda Tanabata, bintang Niulang (Hikoboshi) akhirnya menunjuk ke bintang Altair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan dilakukan di malam ke-6 bulan ke-7, atau pagi di hari ke-7 bulan ke-7. Sebagian besar upacara dimulai setelah tengah malam (pukul 1 pagi) di hari ke-7 bulan ke-7. Di tengah malam bintang-bintang naik mendekati zenith, dan merupakan saat bintang Altair, bintang Vega, dan galaksi Bima Sakti paling mudah dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan hari cerah pada hari ke-7 bulan ke-7 kalender Tionghoa lebih besar daripada 7 Juli yang masih merupakan musim panas. Hujan yang turun di malam Tanabata disebut Sairuiu (洒涙雨, Sairuiu?), dan konon berasal dari air mata Orihime dan Hikoboshi yang menangis karena tidak bisa bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Tanabata dimeriahkan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku atau secarik kertas berwarna-warni. Tradisi ini khas Jepang dan sudah ada sejak zaman Edo. Kertas tanzaku terdiri dari 5 warna (hijau, merah, kuning, putih, dan hitam). Di Tiongkok, tali untuk mengikat terdiri dari 5 warna dan bukan kertasnya. Permohonan yang dituliskan pada tanzaku bisa bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas-kertas tanzaku yang berisi berbagai macam permohonan diikatkan di ranting daun bambu membentuk pohon harapan di hari ke-6 bulan ke-7. Orang yang kebetulan tinggal di dekat laut mempunyai tradisi melarung pohon harapan ke laut sebagai tanda puncak perayaan, tapi kebiasaan ini sekarang makin ditinggalkan orang karena hiasan banyak yang terbuat dari plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan di berbagai daerah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanabata dirayakan secara besar-besaran di berbagai kota, seperti: Sendai, Hiratsuka, Anjo, dan Sagamihara. Perayaan dimulai setelah Perang Dunia II dengan maksud untuk menggairahkan ekonomi, terutama di wilayah Jepang bagian utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman dulu, Sendai sering berkali-kali dilanda kekurangan pangan akibat kekeringan dan musim dingin yang terlalu dingin. Di kalangan penduduk lahir tradisi menulis permohonan di atas secarik kertas tanzaku untuk meminta dijauhkan dari bencana alam. Date Masamune menggunakan perayaan Tanabata untuk memajukan pendidikan bagi kaum wanita, dan hiasan daun bambu mulai terlihat di rumah tinggal kalangan samurai dan penduduk kota. Di zaman Meiji dan zaman Taisho, perayaan dilangsungkan secara kecil-kecilan hingga penyelenggaraan diambil alih pusat perbelanjaan di tahun 1927. Pusat perbelanjaan memasang hiasan Tanabata secara besar-besaran, dan tradisi ini berlanjut hingga sekarang sebagai Sendai Tanabata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/mobara_tanabata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 400px;" src="http://www.chiba-tour.jp/han/photo/festival/mobara_tanabata.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;GEISHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Geisha (bahasa Jepang:芸者 "seniman") adalah seniman-penghibur (entertainer) tradisional Jepang. Kata geiko digunakan di Kyoto untuk mengacu kepada individu tersebut. Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak banyak. "Geisha," yang dilafalkan dalam bahasa Inggris:/ˈgeɪ ʃa/ ("gei-" - "may"). Di Kansai, istilah "geiko" (芸妓) dan geisha pemula "maiko" (舞妓) yang digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah "maiko" hanya digunakan di distrik Kyoto. Pengucapan ˈgi ʃa ("gei-" - "key") atau "gadis geisha" umum digunakan pada masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, mengandung konotasi prostitusi. Di Republik Rakyat Cina, kata yang digunakan adalah "yi ji," yang pengucapannya mirip dengan "ji" dalam bahasa Mandarin yang berarti prostitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. Rumah-rumah geisha ("Okiya") membawa gadis-gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin dan kemudian melatih mereka. Semasa kanak-kanak, geisha seringkali bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai geisha pemula (maiko) selama masa pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source here&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fyi, tengkuk/leher seorang Geisha merupakan daya tarik yg paling menggoda bagi setiap lelaki di sana (katanya sih begitu) makanya bagian tengkuk dikasih bedak putih sekali lalu dipamerkan ke khayalak umum untuk dikagumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.christopherholt.com/photos-2002/japan_2002/geisha/geisha-06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 465px;" src="http://www.christopherholt.com/photos-2002/japan_2002/geisha/geisha-06.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.phototravels.net/kyoto/geisha-n/geisha-kyoto-n-071.3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 468px; height: 691px;" src="http://www.phototravels.net/kyoto/geisha-n/geisha-kyoto-n-071.3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K2hd2ByKXMM/R8y2CuoUqpI/AAAAAAAAAzw/xhOBWKvyrI8/s400/maiko+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 322px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K2hd2ByKXMM/R8y2CuoUqpI/AAAAAAAAAzw/xhOBWKvyrI8/s400/maiko+1.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; MAIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Upacara minum teh (Jepang)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara minum teh (茶道 ,sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯 ?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lu Yu (Riku U) adalah seorang ahli teh dari dinasti Tang di Tiongkok yang menulis buku berjudul Ch'a Ching (茶经) atau Chakyō (bahasa Inggris: Classic of Tea). Buku ini merupakan ensiklopedia mengenai sejarah teh, cara menanam teh, sejarah minum teh, dan cara membuat dan menikmati teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Kōki menulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Ōmi di tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, teh juga masih berupa teh hasil fermentasi setengah matang mirip Teh Oolong yang dikenal sekarang ini. Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Teh belum dinikmati di kalangan terbatas sehingga kebiasaan minum teh tidak sempat menjadi populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang sambil memperkenalkan matcha yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan tebak-tebakan daerah tempat asal air yang diminum berkembang di zaman Muromachi. Permainan tebak-tebakan air minum disebut Tōsui dan menjadi populer sebagai judi yang disebut Tōcha. Pada Tōcha, permainan berkembang menjadi tebak-tebakan nama merek teh yang yang diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, perangkat minum teh dari dinasti Tang dinilai dengan harga tinggi. Kolektor perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabicha dikembangkan oleh seorang pedagang sukses dari kota Sakai bernama Takeno Shōō dan disempurnakan oleh murid (deshi) yang bernama Sen no Rikyū di zaman Azuchi Momoyama. Wabicha ala Rikyū menjadi populer di kalangan samurai dan melahirkan murid-murid terkenal seperti Gamō Ujisato, Hosokawa Tadaoki, Makimura Hyōbu, Seta Kamon, Furuta Shigeteru, Shigeyama Kenmotsu, Takayama Ukon, Rikyū Shichitetsu. Selain itu, dari aliran Wabicha berkembang menjadi aliran-aliran baru yang dipimpin oleh daimyo yang piawai dalam upacara minum teh seperti Kobori Masakazu, Katagiri Sekijū dan Oda Uraku. Sampai saat ini masih ada sebutan Bukesadō untuk upacara minum teh gaya kalangan samurai dan Daimyōcha untuk upacara minum teh gaya daimyō.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sansenke (tiga aliran Senke: Omotesenke, Urasenke dan Mushanokōjisenke) dan pecahan aliran Senke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem. Iemoto seido adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joshinsai (guru generasi ke-7 aliran Omotesenke) dan Yūgensai (guru generasi ke-8 aliran Urasenke) dan murid senior Joshinsai yang bernama Kawakami Fuhaku (Edosenke generasi pertama) kemudian memperkenalkan metode baru belajar upacara minum teh yang disebut Shichijishiki. Upacara minum teh dapat dipelajari oleh banyak murid secara bersama-sama dengan metode Shichijishiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh. Pada waktu itu, kuil Daitokuji yang merupakan kuil sekte Rinzai berperan penting dalam memperkenalkan nilai spiritual upacara minum teh sekaligus melahirkan prinsip Wakeiseijaku yang berasal dari upacara minum teh aliran Rikyū.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir Keshogunan Tokugawa, Ii Naosuke menyempurnakan prinsip Ichigo ichie (satu kehidupan satu kesempatan). Pada masa ini, upacara minum teh yang sekarang dikenal sebagai sadō berhasil disempurnakan dengan penambahan prosedur sistematis yang riil seperti otemae (teknik persiapan, penyeduhan, penyajian teh) dan masing-masing aliran menetapkan gaya serta dasar filosofi yang bersifat abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada teh sencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan sencha juga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Kō Yūgai menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha (Senchadō) yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah feodal yang ada di seluruh Jepang merupakan pengayom berbagai aliran upacara minum teh, sehingga kesulitan keuangan melanda berbagai aliran upacara minum teh setelah pemerintah feodal dibubarkan di awal era Meiji. Hilangnya bantuan finansial dari pemerintah feodal akhirnya digantikan oleh pengusaha sukses seperti Masuda Takashi lalu bertindak sebagai pengayom berbagai aliran upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1906, pelukis terkenal bernama Okakura Tenshin menerbitkan buku berjudul The Book of Tea di Amerika Serikat. Memasuki awal abad ke-20, istilah sadō atau chadō mulai banyak digunakan bersama-sama dengan istilah cha no yu atau Chanoyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.epochtimes.co.id/fotochina/x89_besar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 275px;" src="http://www.epochtimes.co.id/fotochina/x89_besar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;demIkiAn bEbeRApA MatSuRi yAnG dAPaT sAYa LaPoRkan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-7544264168301630017?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/7544264168301630017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/boedaya-history-t3ntang-japan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7544264168301630017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7544264168301630017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/boedaya-history-t3ntang-japan.html' title='BoEDayA &amp; HiStOrY T3nTaNg jApAn'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DgV9vYAi6bI/RzB5NfqrUqI/AAAAAAAAAac/nw4DYUTVlbs/s72-c/Ohara+Matsuri+061.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5229198232206878223</id><published>2009-07-20T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T04:59:29.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>LeArN AbOuT tRAdIsIoNAl CLoTheS Of jAPaN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KIMONO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kimono (bahasa Jepang: 着物 secara harafiah: "sesuatu yang dikenakan seseorang," atau "pakaian") adalah pakaian nasional Jepang. Bagi orang Jepang, kimono lebih dikenal dengan sebutan Wafuku (bahasa Jepang: 和服 secara harafiah: "pakaian Jepang") atau Gofuku (bahasa Jepang: 呉服 secara harafiah: "pakaian dari zaman Go di Tiongkok") untuk membedakannya dengan pakaian barat (Yofuku). Kimono yang dikenal sekarang ini berbentuk seperti huruf "T," berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita berbentuk baju terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cara memakai kimono dalam bahasa Jepangnya disebut Kitsuke. Peraturan dalam memakai kimono sangatlah terinci, mulai dari jenis-jenis kimono yang sesuai dengan acaranya, hingga aksesori yang sesuai dengan jenis kimono tertentu. Belajar mengenakan kimono juga bukan hal yang mudah, sehingga di Jepang banyak terdapat tempat kursus untuk belajar pakai kimono. Di toko-toko juga banyak dijual alat-alat bantu yang memudahkan orang memakai kimono. Walaupun sebetulnya kimono dapat dikenakan sendiri tanpa bantuan orang lain, kebanyakan wanita Jepang masih harus dibantu orang yang profesional sewaktu mengenakan kimono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Peran Kimono Dalam Budaya Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mengingat cara mengenakan kimono yang rumit dan harga kain tradisional untuk kimono yang mahal, kimono hanya dikenakan orang-orang Jepang zaman sekarang, baik pria maupun wanita, serta anak-anak sewaktu menghadiri acara-acara istimewa seperti hari-hari besar setempat atau mengikuti kegiatan seni dan olah raga yang bersifat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wanita yang sudah genap berusia 20 tahun tidak akan mau melewatkan kesempatan memakai kimono Furisode yang paling indah untuk menghadiri upacara Seijin Shiki. Begitu pula orang tua dan kakek-nenek merasa berkewajiban untuk mendandani anak-anaknya memakai kimono pada perayaan anak-anak yang berusia 7, 5 dan 3 tahun yang disebut Hichi-go-san. Selain itu, kimono banyak dikenakan oleh orang-orang yang bergerak dalam bidang industri jasa dan pariwisata, seperti pelayan wanita di restoran khas Jepang (ryotei) dan pegawai penginapan khas Jepang (ryokan).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;- Sejarah Kimono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Zaman Jomon dan Zaman Yayoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada zaman ini kimono berbentuk baju terusan. Dari penggalian arkeologis tumpukan kulit kerang peninggalan zaman Jomon ditemukan Haniwa (barang-barang kecil dari tembikar yang dikubur untuk menemani perjalanan arwah ke alam lain) yang mengenakan pakaian atas yang disebut Kantoi (貫頭衣).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Menurut Gishiwajinden (buku sejarah yang ditulis orang Tiongkok mengenai tiga negara), pakaian untuk laki-laki adalah sangatlah sederhana, sehelai kain yang diselempangkan secara horizontal pada badan seperti pakaian pendeta Buddha, dan sehelai kain yang dililitkan di kepala. Pakaian wanita disebut Kantoi yang berupa sehelai kain yang ditengah-tengahnya dibuat lubang untuk memasukkan kepala dan tali yang digunakan sebagai pengikat di bagian pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Masih menurut catatan Gishiwajinden, kaisar wanita bernama Himiko dari Yamataikoku (sebutan untuk Jepang zaman dulu) "selalu mengenakan pakaian Kantoi berwarna putih." Pakaian rakyat biasa dari serat rami sedangkan orang yang berkedudukan mengenakan kain sutera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Zaman Makam Kuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pakaian pada zaman ini mendapat pengaruh dari daratan Tiongkok, yakni terdiri dari dua potong pakaian: atas dan bawah. Haniwa mulai mengenakan baju atas seperti mantel yang dipakai di atas Kantoi, dan rok yang dililitkan di pinggang sebagai bawahannya. Haniwa yang ditemukan juga ada yang mengenakan celana berpipa lebar seperti Hakama sebagai bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jahitan mulai dikenal pada zaman ini. Agar Kantoi lebih mudah dipakai, di bagian depan dibuatkan bukaan dan lengan baju bagian bawah mulai dijahit. Baju atas kemudian dibagi menjadi dua jenis kerah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * baju atas berkerah datar sampai persis di bawah leher (Agekubi)&lt;br /&gt;    * baju atas dengan kerah berbentuk huruf "V" (Tarekubi) yang dipertemukan di bagian dada.&lt;br /&gt;  3. Zaman Nara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Aristokrat zaman Asuka yang bernama Pangeran Shotoku menetapkan dua belas strata jabatan dalam istana kaisar (Kan-i Junikai) yang dibeda-bedakan menurut warna hiasan penutup kepala (Kanmuri). Di dalam kitab hukum yang disebut Taiho ritsuryo, juga tercantum peraturan mengenai busana misalnya jenis-jenis pakaian resmi, pakaian pegawai istana, dan pakaian seragam yang dikenakan di dalam istana kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pakaian formal untuk pejabat sipil (Bunkan) dijahit di bagian bawah ketiak, sedangkan pakaian formal untuk pejabat militer (Bukan) tidak dijahit di bagian bawah ketiak agar bebas dalam bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Menurut beberapa politikus legendaris yang salah satunya bernama Ononoimoko yang pernah menjabat sebagai Kenzui-shi (utusan Jepang untuk Dinasti Sui), busana dan aksesori pada zaman ini banyak dipengaruhi budaya Tiongkok yang mengalir masuk ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sejak tahun 719, cara memakai kimono untuk pria maupun wanita mengalami perubahan. Bila dilihat dari depan, kerah bagian kanan harus dipertemukan di atas kerah bagian kiri. Cara ini merupakan kebalikan dari cara sebelumnya, yakni kerah bagian kiri harus di atas kerah bagian kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kuatnya pengaruh budaya Dinasti Tang juga membuat populer baju berlengan sempit yang disebut Kosode yang dikenakan sebagai pakaian dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Zaman Heian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Menurut aristokrat bernama Sugawara Michizane, penghapusan Kentoshi (utusan Jepang untuk Dinasti Tang) memicu pertumbuhan budaya lokal yang ditandai dengan ketetapan resmi tata cara berbusana dan standarisasi protokol untuk upacara-upacara formal. Sayangnya hal ini berakibat pada semakin rumitnya gaya pakaian zaman Heian. Wanita pada zaman Heian mengenakan pakaian berlapis-lapis yang disebut Junihitoe. Menurut catatan, pakaian formal untuk pejabat militer (Bukan) juga kehilangan sifat kepraktisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada zaman itu, pejabat pria mempunyai tiga jenis pakaian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * pakaian upacara resmi berupa setelan lengkap yang disebut Sokutai&lt;br /&gt;    * pakaian untuk tugas resmi sehari-hari (Ikan) yang dibuat sedikit lebih ringan dari Sokutai&lt;br /&gt;    * pakaian untuk kesempatan pribadi disebut Noshi yang sepintas lalu terlihat mirip dengan pakaian jenis Ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rakyat biasa mengenakan pakaian yang disebut Suikan atau Kariginu (bahasa Jepang: 狩衣 scara harafiah: "baju berburu"). Di kemudian hari, kaum aristokrat menjadikan Kariginu sebagai pakaian sehari-hari. Kaum samurai (Bushi) juga kemudian menggemari Kariginu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kaum samurai mengambil alih kekuasaan dan menjadikan bangsawan istana terasing dari dunia politik. Pakaian yang merupakan simbol status bagi bangsawan istana beralih menjadi simbol status kamu samurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Zaman Kamakura dan Zaman Muromachi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kekuasaan pemerintahan beralih ke tangan para samurai di zaman Sengoku. Prajurit samurai mengenakan pakaian bernama Suikan, yang perlahan-lahan berubah menjadi pakaian yang disebut Hitatare yang kemudian pada zaman Muromachi dijadikan pakaian resmi kaum samurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada zaman ini muncul kimono yang disebut Suo (素襖) yang berciri khas lambang keluarga dalam ukuran besar (Daimon) di 8 tempat. Suo adalah sejenis Hitatare yang tidak menggunakan kain pelapis di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Penyederhaan pakaian kaum samurai terus berlanjut. Di zaman Edo, pakaian kaum samurai disederhanakan menjadi setelan yang sampai saat ini terkenal dengan sebutan Kamishimo(裃), yang terdiri dari baju atas yang disebut Kataginu (肩衣) dan celana Hakama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pakaian wanita pada zaman ini juga menjadi lebih sederhana. Rok bawah yang disebut Mo (裳) berubah menjadi celana Hakama, sebelum akhirnya menghilang sama sekali dan digantikan oleh kimono model terusan. Sewaktu memakai Kosode (pakaian dalam), kain yang disebut Koshimaki dan Yumaki digunakan sebagai kain penutup pinggang. Kosode yang lebih panjang dipakai untuk melapisi Kosode yang berfungsi sebagai pakaian dalam, dengan maksud agar Kosode yang dikenakan sebagai pakaian dalam terlihat dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  6. Zaman Edo Periode Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sebagai pakaian yang merupakan simbol budaya orang kota yang mengikuti tren, Kosode menjadi semakin populer di kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Zaman Edo adalah zaman keemasan panggung-panggung sandiwara seperti Kabuki. Penemuan cara penggandaan lukisan berwarna-warni yang disebut Nishikie atau Ukiyoe mendorong semakin banyaknya orang yang bisa melihat gambar-gambar pemeran Kabuki dengan pakaian kimono yang gemerlap. Pakaian orang kota cenderung menjadi semakin mewah untuk meniru pakaian yang dikenakan pemain Kabuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk mengatasi kecenderungan orang kota yang berpakaian semakin bagus dan menjauhi norma-norma Konfusianisme, pemerintah Bakufu secara bertahap memaksakan Kenyakurei, yakni norma kehidupan sederhana yang pantas. Pemaksaan ini gagal karena keinginan rakyat untuk berpakaian bagus tidak bisa dibendung. Tradisi upacara minum teh (Chanoyu) yang telah berurat berakar juga menjadi sebab kegagalan Kenyakurei. Upacara minum teh yang dihadiri dengan memakai kimono yang sedapat mungkin harus tampak sederhana ternyata sebetulnya berharga mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada masa ini mulai dikenal tali pinggang yang disebut Kumihimo dan gaya mengikat Obi di punggung yang bertahan hingga zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  7. Zaman Edo Periode Lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Politik isolasi (Sakoku) membuat terhentinya impor benang sutera. Industri benang sutera dalam negeri pun tumbuh pesat pada periode ini. Setelah berhasil mengendalikan produksi benang sutera, pemerintah Bakufu kembali berusaha kembali memaksakan cara berpakaian dan gaya potongan rambut yang sesuai dengan kelas-kelas di dalam masyarakat. Kali ini pemerintah Bakufu berhasil memaksakan keinginannya. Bahan pakaian orang kota tidak lagi dibuat dari kain sutera yang dikontrol oleh pemerintah, melainkan dari kain katun atau kain serat rami. Hal ini ternyata menumbuhkan kreativitas masyarakat agar kimono yang dibuat dari kain katun atau serat rami terlihat bagus dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pakaian wanita yang disebut Tamoto (袂) menjadi populer di kalangan rakyat banyak. Tamoto merupakan bentuk awal dari kimono jenis Furisode yang dipakai sebagai baju pengantin wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  8. Zaman Meiji dan Zaman Taisho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada zaman Meiji, orang-orang dari golongan bangsawan istana berlomba mengganti kimono dengan pakaian ala Barat supaya tidak dianggap kuno. Walaupun demikian, orang-orang kota yang ingin melestarikan tradisi estetika keindahan secara turun temurun tidak menjadi terpengaruh. Orang-orang kota tetap berusaha mempertahankan kimono dan tradisi asli yang dipelihara sejak zaman Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah peraturan pemakaian benang sutera dinyatakan tidak berlaku lagi, kimono untuk wanita mulai dibuat dari berbagai macam jenis kain. Pada saat yang bersamaan, industri pemintalan benang sutera didirikan di banyak tempat di Jepang. Sesuai pesatnya perkembangan industri pemintalan, berkembang pula industri tekstil yang menggunakan benang sutera. Produk industri tekstil pada zaman ini adalah berjenis-jenis kain sutera seperti silk crepe, rinzu, omeshi, dan meisen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Teknik pencelupan kain juga berkembang dengan cepat seiring dengan tersedianya berjenis-jenis kain yang dapat diproses. Pada zaman ini mulai dikenal teknik yang disebut Yuzen (友禅), yakni menggambar dengan kuas untuk menghasilkan motif (biasanya berbentuk bunga-bunga) di atas kain kimono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kain sutera dengan motif garis-garis dan susunan gambar yang sangat rumit dan halus yang sudah populer sejak zaman Edo ternyata masih populer di antara kalangan atas sebagai pakaian terbagus yang cuma dipakai pada kesempatan istimewa. Pada saat yang sama, kain sutera hasil tenunan benang berwarna-warni hasil pencelupan juga disukai banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak lama setelah pakaian impor dari Barat mulai mengalir ke Jepang, penjahit-penjahit lokal mulai bisa membuat pakaian ala Barat. Sejak saat itu, istilah Wafuku mulai dipakai untuk membedakan pakaian yang selama ini dipakai orang Jepang dengan pakaian dari Barat. Pada masa-masa awal orang Jepang mulai mengenakan pakaian ala Barat, orang-orang kalangan atas mengenakan pakaian ala Barat yang dipinjam dari toko-toko yang menyewakan pakaian ala Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Di zaman Meiji, sebagian besar orang laki-laki masih memakai kimono untuk pakaian sehari-hari. Pakaian ala Barat berupa setelan jas menjadi populer sebagai pakaian formal pria untuk keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seragam militer dikenakan oleh laki-laki yang mengikuti dinas militer, sedangkan model seragam sekolah anak laki-laki ditiru dari model seragam tentara angkatan darat. Seragam anak sekolah juga menggunakan model kerah berdiri yang mengelilingi leher dan tidak jatuh ke pundak (stand-up collar) persis model kerah seragam tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wanita Jepang pada zaman Meiji semuanya masih mengenakan kimono, kecuali wanita bangsawan dan guru wanita yang bertugas mengajar anak-anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada zaman Taisho periode lanjut, seiring dengan kebijakan pemerintah yang memiliterisasi seluruh negeri, seragam anak sekolah perempuan yang selama ini berupa Andon Hakama (kimono dengan celana Hakama) diganti dengan pakaian ala barat yang disebut Serafuku, yakni setelan rok dan baju blus yang mirip yang sering dipakai oleh pelaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  9. Zaman Showa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Di zaman perang, pemerintah membagi-bagikan pakaian seragam untuk penduduk laki-laki. Pakaian seragam untuk laki-laki disebut Kokumin fuku, sedangkan pemerintah memaksa para wanita untuk memakai Monpei (celana panjang untuk kerja yang berkaret di bagian pergelangan kaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wanita Jepang hampir tidak mempunyai kesempatan untuk memakai kimono sewaktu zaman perang. Walapun begitu, sebenarnya Monpei bisa dikatakan merupakan salah satu jenis dari Hakama, semacam celana yang dikenakan bersama kimono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan Jepang. Wanita Jepang merasa lega karena perang sudah berakhir dan kembali terpikat pada keindahan kimono. Tapi zaman cepat berganti, kimono tidak mungkin menandingi kepopuleran pakaian ala Barat yang praktis untuk dipakai sehari-hari, sehingga jumlah orang Jepang yang memakai kimono menjadi berkurang sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Walaupun demikian, sampai sekitar tahun 1965 masih terlihat banyak sekali wanita Jepang yang memakai kimono sebagai pakaian sehari-hari. Pada saat itu kepopuleran kimono menjadi terangkat kembali dengan diperkenalkannya kimono indah berwarna-warni dari bahan wol. Kimono dari bahan wol disukai wanita Jepang zaman itu sebagai pakaian untuk kesempatan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pedagang kimono risau dengan kejatuhan popularitas kimono dari kain sutera yang dianggap tidak praktis untuk pakaian sehari-hari. Demi kelangsungan bisnis, pedagang kimono mencari berbagai macam cara untuk meningkatkan jumlah penjualan barang. Salah satu caranya adalah dengan memasyarakatkan "peraturan mengenakan kimono" yang disebut Yakusoku. Peraturan yang sengaja dibuat-buat untuk mendikte pembeli bahwa kimono jenis tertentu hanya cocok dengan aksesori tertentu ternyata tidak mengena di hati konsumen. Walaupun pedagang sudah melakukan promosi kimono secara besar-besaran, di dalam masyarakat Jepang telanjur terbentuk opini bahwa "memakai kimono itu ruwet." Orang Jepang pun semakin menjauh dari kimono. Akibatnya, industri tekstil yang menghasilkan bahan kain untuk kimono (Tanmono) satu per satu menjadi bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sekarang sudah tidak bisa ditemui lagi laki-laki yang memakai kimono sebagai pakaian sehari-hari di rumah, padahal sampai tahun 1960-an masih banyak terlihat pemandangan laki-laki berkimono di rumah (bahkan masih bisa dilihat pada gambar-gambar Manga terbitan tahun 1970-an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saat ini tidak begitu banyak lagi laki-laki Jepang yang memakai kimono, kecuali Samue (作務衣) yang dipakai sebagai baju kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kimono Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kimono untuk wanita terdiri dari berbagai jenis yang semuanya sarat dengan simbolisme dan isyarat-isyarat terselubung. Pilihan jenis kimono tertentu bisa menunjukkan umur si pemakai, status perkawinan (masih lajang atau sudah menikah), dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis kimono wanita disusun menurut tingkatan formalitas, mulai dari kimono yang paling formal hingga kimono santai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tomesode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomesode adalah jenis kimono yang paling formal, umumnya berwarna hitam dan hanya dikenakan oleh wanita yang sudah menikah. Tomesode yang berwarna hitam disebut Kurotomesode. Pada kimono jenis Tomesode terdapat lambang keluarga (kamon) si pemakai. Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Ciri khas Tomesode adalah motif yang indah pada suso (bagian bawah sekitar kaki). Tomesode dikenakan untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta atau acara-acara yang sangat resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Furisode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furisode adalah kimono formal untuk wanita muda yang belum menikah. Ciri khas Furisode pada bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian. Furisode dikenakan pada waktu menghadiri upacara "Seijin Shiki" (hari menjadi dewasa), menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda atau kunjungan ke kuil Shinto di hari-hari awal Tahun Baru (Hatsumode).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Homongi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homongi (bahasa Jepang: 訪問着, secara harafiah: baju untuk berkunjung) adalah kimono formal untuk wanita yang sudah menikah atau wanita dewasa yang belum menikah. Homongi dikenakan wanita yang sudah menikah untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta-pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Iromuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iromuji kimono semiformal yang bisa dijadikan kimono formal jika mempunyai lambang keluarga (kamon). Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Bahan umumnya tidak bermotif dan berwarna merah jambu, biru muda, kuning muda atau warna-warna lembut lainnya. Iromuji dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan atau upacara minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tsukesage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsukesage adalah kimono semi formal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitasnya, Tsukesage hanya setingkat dibawah Homongi. Tsukesage biasa dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan, pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh yang sifatnya tidak begitu resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas pada motif sederhana yang kecil-kecil yang berulang. Komon bisa dikenakan untuk menghadiri pesta alumni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tsumugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah, walaupun boleh juga dikenakan untuk keluar rumah seperti berbelanja dan jalan-jalan. Ciri khas Tsumugi pada bahan yang merupakan bahan tenunan sederhana dari katun atau benang sutera kelas rendah yang tebal dan kasar sehingga kimono jenis ini tahan lama. Pada zaman dulu, Tsumugi digunakan untuk bekerja di ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Yukata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yukata adalah jenis kimono santai yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pakaian Pengantin Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (Hanayome Isho) terdiri dari Furisode dan Uchikake (sejenis mantel yang dikenakan di atas Furisode). Hanayome Isho dikenakan pengantin wanita pada saat upacara dan resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furisode khusus pengantin yang merupakan bagian dari Hanayome Isho berbeda dengan Furisode yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode khusus pengantin mempunyai motif-motif yang dianggap dapat mengundang keberuntungan seperti burung Jenjang (burung Tsuru), dan berwarna lebih cerah dibandingkan dengan Furisode biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiromuku adalah pakaian pengantin wanita tradisional Jepang yang berupa Furisode yang berwarna putih bersih dan tidak bermotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kimono Pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono pria jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kimono wanita. Kimono pria didominasi warna-warna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua, dan hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Setelan Montsuki dengan Hakama dan Haori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimono pria yang paling formal disebut Montsuki yang di bagian punggungnya terdapat lambang keluarga (Kamon) si pemakai. Bawahan yang digunakan untuk Montsuki adalah celana panjang Hakama, sedangkan mantelnya disebut Haori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montsuki yang dipakai lengkap dengan Hakama dan Haori juga berfungsi sebagai pakaian pengantin pria. Selain sebagai pakaian pengantin pria, Montsuki lengkap dengan Hakama dan Haori hanya dikenakan pada waktu menghadiri upacara yang sangat resmi, seperti resepsi pemberian penghargaan dari Kaisar/pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ki Nagashi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Nagashi adalah kimono santai untuk dipakai sehari-hari yang dikenakan pria untuk keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Bahannya bisa terbuat dari katun atau bahan campuran. Ki Nagashi banyak dikenakan pemeran Kabuki pada saat latihan atau guru tari tradisional Jepang pada saat mengajar.&lt;br /&gt;8. Aksesori dan Pakaian Pelengkap untuk Kimono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hakama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakama adalah semacam celana panjang yang dikenakan pria yang juga terbuat dari bahan berwarna gelap. Hakama berasal dari daratan Tiongkok dan mulai dikenal sejak zaman Asuka. Hakama umumnya dikenakan pendeta kuil Shinto . Di kalangan olah raga tradisional Jepang seperti Kendo dan Kyudo, Hakama dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Geta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geta adalah sandal dari kayu yang dilengkapi dengan hak. Geta berhak tinggi dan tebal yang dipakai oleh Maiko disebut Pokkuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Junihitoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junihitoe adalah kimono 12 lapis yang dipakai oleh wanita Jepang zaman dulu di istana kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kanzashi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanzashi adalah hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut sewaktu memakai kimono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Obi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obi adalah sabuk dari kain yang seperti stagen yang dililitkan ke badan pemakai untuk mengencangkan kimono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabi adalah kaus kaki sepanjang betis yang dibelah dua pada bagian jari kaki untuk memisahkan jempol kaki dengan jari-jari kaki yang lain. Tabi dipakai sewaktu memakai sandal, walaupun ada Tabi dari kain keras yang dapat dipakai begitu saja seperti sepatu bot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Waraji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Zori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zori adalah sandal tradisional Jepang yang bisa terbuat dari kain atau anyaman sejenis rumput (Igusa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.akinaiblog.com/media/shop/shop/i/full/black-yukata-set-578.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 420px;" src="http://www.akinaiblog.com/media/shop/shop/i/full/black-yukata-set-578.jpeg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Iny.. sAlAh sAtU JeNiS yUKaTa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.crowcollection.org/Files/Kimono.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 378px;" src="http://www.crowcollection.org/Files/Kimono.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;InY AdALaH kIMoNO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.japanesekimono.com/images/hakama_pant.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 355px;" src="http://www.japanesekimono.com/images/hakama_pant.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HaKaMa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c2/Wedding_kimono.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 900px; height: 1500px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c2/Wedding_kimono.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kIMoNo uNTuk pErnIKaHaN KhuSuS waNitA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjJvUhBOaI/AAAAAAAAADs/zlZNg7gPb3M/s320/geta.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjJvUhBOaI/AAAAAAAAADs/zlZNg7gPb3M/s320/geta.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GETA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjIfuLaQ8I/AAAAAAAAADc/Hk1Ed3HNK_8/s320/zori027_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjIfuLaQ8I/AAAAAAAAADc/Hk1Ed3HNK_8/s320/zori027_2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ZORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHz9xJo2I/AAAAAAAAADM/a6aqwVEjxFg/s320/waraji.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHz9xJo2I/AAAAAAAAADM/a6aqwVEjxFg/s320/waraji.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WARAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i266.photobucket.com/albums/ii249/shin_asuka90/tomesode.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 420px; height: 514px;" src="http://i266.photobucket.com/albums/ii249/shin_asuka90/tomesode.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TOMESODE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHz4x7lLI/AAAAAAAAADE/d1GnSMz4Hn4/s320/tabi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHz4x7lLI/AAAAAAAAADE/d1GnSMz4Hn4/s320/tabi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TABI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i32.photobucket.com/albums/d15/chainedbunny/furisode/furisode-ayameredbackground.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 360px;" src="http://i32.photobucket.com/albums/d15/chainedbunny/furisode/furisode-ayameredbackground.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FURISODE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHzcSXSTI/AAAAAAAAAC0/GnheRzB1P4w/s320/Japan-princess-web.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHzcSXSTI/AAAAAAAAAC0/GnheRzB1P4w/s320/Japan-princess-web.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KiMoNo uNTuK PaRa pUtRi/ rATu atAu jUNihItOe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjIfOjMqiI/AAAAAAAAADU/6pNkgaFx9Vk/s320/Wysteria_Kanzashi_by_Kurokami_Kanzashi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjIfOjMqiI/AAAAAAAAADU/6pNkgaFx9Vk/s320/Wysteria_Kanzashi_by_Kurokami_Kanzashi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kanzashi tau hiasan untuk rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHzh4UmLI/AAAAAAAAAC8/xQ36VJzXq0g/s320/obi-ue456-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 257px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjHzh4UmLI/AAAAAAAAAC8/xQ36VJzXq0g/s320/obi-ue456-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ObI nYe kEreNZ y Jo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.japan-promotions.co.uk/images/kimono_lady_large.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 400px;" src="http://www.japan-promotions.co.uk/images/kimono_lady_large.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hOmoNgi, tSukEsaGe, eDo kOMoN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm1.static.flickr.com/232/462613582_29724d4ca7_m.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 240px;" src="http://farm1.static.flickr.com/232/462613582_29724d4ca7_m.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IROMUJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.virtualginza.com/gif/amamitumugi2.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 222px;" src="http://www.virtualginza.com/gif/amamitumugi2.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TSuMuGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.stenudd.com/aikido/images/31-26.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 200px;" src="http://www.stenudd.com/aikido/images/31-26.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ki nAgAshI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5229198232206878223?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5229198232206878223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/learn-about-kimono-hakama-yukat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5229198232206878223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5229198232206878223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/07/learn-about-kimono-hakama-yukat.html' title='LeArN AbOuT tRAdIsIoNAl CLoTheS Of jAPaN'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3pMSxCJNzZU/STjJvUhBOaI/AAAAAAAAADs/zlZNg7gPb3M/s72-c/geta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-2339812725621817561</id><published>2009-06-24T21:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T23:12:55.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LyRiCz LaGoE'/><title type='text'>LyRiCz LaGo3 bAraT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fort Minor - Believe Me Lyric&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;artist : Fort Minor&lt;br /&gt;Lirik Lagu : Fort Minor - Believe Me Lyric&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[chorus]&lt;br /&gt;I guess&lt;br /&gt;That this is where we've come to&lt;br /&gt;If you don't want to&lt;br /&gt;Then you don't have to believe me&lt;br /&gt;But I won't be there when you go down&lt;br /&gt;Just so you know now&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't want to be the one to blame&lt;br /&gt;You like fun and games&lt;br /&gt;Keep playing em&lt;br /&gt;I'm just sayin&lt;br /&gt;Think back then&lt;br /&gt;We was like one and the same&lt;br /&gt;On the right track&lt;br /&gt;But I was on the wrong train&lt;br /&gt;Just like that&lt;br /&gt;Now you've got a face to pain&lt;br /&gt;And the devil's got a fresh new place to play&lt;br /&gt;In your brain like a maze you can never escape the rain&lt;br /&gt;Every (#_-) day is the same shade of grey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey&lt;br /&gt;I used have a little bit of a plan&lt;br /&gt;Used to&lt;br /&gt;Have a concept of where I stand&lt;br /&gt;But that concept slipped right out of my hands&lt;br /&gt;Now I don't really even know who I am&lt;br /&gt;Yo, what do I have to say&lt;br /&gt;Maybe I should do what I have to do to break free&lt;br /&gt;What ever happens to you, we'll see&lt;br /&gt;But it's not gonna happen to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[chorus]&lt;br /&gt;I guess&lt;br /&gt;That this is where we've come to&lt;br /&gt;If you don't want to&lt;br /&gt;Then you don't have to believe me&lt;br /&gt;But I won't be there when you go down&lt;br /&gt;Just so you know now&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back then, I thought you were just like me&lt;br /&gt;Somebody who could see all the pain I see&lt;br /&gt;But you proved to me unintentionally&lt;br /&gt;That you would self-destruct eventually&lt;br /&gt;Now I'm thinking like the mistake I made doesn't hurt&lt;br /&gt;But it's not gonna work&lt;br /&gt;Cause it's really much worse than I thought&lt;br /&gt;I wished you were something that you were not&lt;br /&gt;And now this guilt is really all that I got&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You turned your back&lt;br /&gt;And walked away in shame&lt;br /&gt;All you got is a memory of pain&lt;br /&gt;Nothing makes sense so you stare at the ground&lt;br /&gt;I hear your voice in my head when no one's around&lt;br /&gt;What do I have to say&lt;br /&gt;Maybe I should do what I have to do to break free&lt;br /&gt;What ever happens to you, we'll see&lt;br /&gt;But it's not gonna happen to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[chorus]&lt;br /&gt;I guess&lt;br /&gt;That this is where we've come to&lt;br /&gt;If you don't want to&lt;br /&gt;Then you don't have to believe me&lt;br /&gt;But I won't be there when you go down&lt;br /&gt;Just so you know now&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[bridge]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[chorus]&lt;br /&gt;I guess&lt;br /&gt;That this is where we've come to&lt;br /&gt;If you don't want to&lt;br /&gt;Then you don't have to believe me&lt;br /&gt;But I won't be there when you go down&lt;br /&gt;Just so you know now&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do what i have to do&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What ever happens to you&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What do I have to say&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's not gonna happen to me&lt;br /&gt;You're on your own now believe me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Composed by Michael Heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;"I Write Sins Not Tragedies"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panic! At The Disco - &lt;br /&gt;Album: "A Fever You Can't Sweat Out" (2006)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh, well imagine &lt;br /&gt;as I'm pacing the pews &lt;br /&gt;in a church corridor,&lt;br /&gt;and I can't help but to hear, &lt;br /&gt;no I can't help but to hear &lt;br /&gt;an exchanging of words.&lt;br /&gt;"What a beautiful wedding!",&lt;br /&gt;"What a beautiful wedding!"&lt;br /&gt;says a bridesmaid to a waiter.&lt;br /&gt;"And yes, but what a shame, what a shame, &lt;br /&gt;the poor groom's bride is a whore."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'd chime in with a "Haven't you people &lt;br /&gt;ever heard of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face these kinds &lt;br /&gt;of things with a sense of poise and rationality.&lt;br /&gt;I'd chime in&lt;br /&gt;"Haven't you people ever heard &lt;br /&gt;of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face &lt;br /&gt;these kinds of things with a sense of...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well in fact, &lt;br /&gt;well I'll look at it this way,&lt;br /&gt;I mean technically your marriage is saved&lt;br /&gt;Well this calls for a toast, &lt;br /&gt;so pour the champagne&lt;br /&gt;Oh! Well in fact, well I'll look at it this way,&lt;br /&gt;I mean technically our marriage is saved&lt;br /&gt;Well this calls for a toast, &lt;br /&gt;so pour the champagne, &lt;br /&gt;pour the champagne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'd chime in with a "Haven't you people &lt;br /&gt;ever heard of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face &lt;br /&gt;these kinds of things &lt;br /&gt;with a sense of poise and rationality.&lt;br /&gt;I'd chime in "Haven't you people &lt;br /&gt;ever heard of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face &lt;br /&gt;these kinds of things &lt;br /&gt;with a sense of poise and rationality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Again...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'd chime in "Haven't you people ever heard &lt;br /&gt;of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face these kinds &lt;br /&gt;of things with a sense of poise and rationality.&lt;br /&gt;I'd chime in "Haven't you people ever heard &lt;br /&gt;of closing the god damn door?!"&lt;br /&gt;No, it's much better to face these kinds &lt;br /&gt;of things with a sense of poise and rationality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Again...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fall Out Boy - Dead On Arrival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i hope this is the last time&lt;br /&gt;'cause i'd never say no to you&lt;br /&gt;this conversation's been dead on arrival&lt;br /&gt;and there's no way to talk to you&lt;br /&gt;this conversation's been dead on arrival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a rivalry goes so deep between me&lt;br /&gt;and this loss of sleep over you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is side one&lt;br /&gt;flip me over&lt;br /&gt;i know i'm not you're favorite record&lt;br /&gt;the songs you grow to like never stick at first&lt;br /&gt;so i'm writing you a chorus&lt;br /&gt;and here is your verse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;no, it's not the last time&lt;br /&gt;'cause i'd never say no to you&lt;br /&gt;this conversation's still dead on arrival&lt;br /&gt;and there's no way to talk to you&lt;br /&gt;when you're dead on arrival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a rivalry goes so deep between me&lt;br /&gt;and this loss of sleep over you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is side one&lt;br /&gt;flip me over&lt;br /&gt;i know i'm not you're favorite record&lt;br /&gt;the songs you grow to like never stick at first&lt;br /&gt;so i'm writing you a chorus&lt;br /&gt;and here is your...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;whoo!&lt;br /&gt;this is side one&lt;br /&gt;flip me over&lt;br /&gt;i know i'm not you're favorite record&lt;br /&gt;so-o-o-o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is side one&lt;br /&gt;flip me over&lt;br /&gt;this is side one&lt;br /&gt;flip me over&lt;br /&gt;i know i'm not you're favorite record&lt;br /&gt;the songs you grow to like never stick at first&lt;br /&gt;so i'm writing you a chorus&lt;br /&gt;and here is your verse&lt;br /&gt;here is your...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fall Out Boy - Young And Restless&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brothers and sisters, put this record down&lt;br /&gt;Take my advice ('cause we are bad news)&lt;br /&gt;We will leave you high and dry&lt;br /&gt;It's not worth the hearing you'll lose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's just past eight and I'm feeling young and reckless&lt;br /&gt;The ribbon on my wrist says, &amp;quot;Do not open before Christmas.&amp;quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're only liars, but we're the best (we're the best)&lt;br /&gt;We're only good for the latest trend&lt;br /&gt;We're only good 'cause you can have almost famous friends&lt;br /&gt;Besides, we've got such good fashion sense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brothers and sisters, yeah, put these words down&lt;br /&gt;Into your notebook (spit lines like these)&lt;br /&gt;We're friends when you're on your knees&lt;br /&gt;Make them dance like we were shooting their feet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's just past eight, and I'm feeling young and reckless&lt;br /&gt;The ribbon on my wrist says, &amp;quot;Do not open before Christmas.&amp;quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're only liars, but we're the best (we're the best)&lt;br /&gt;We're only good for the latest trend&lt;br /&gt;We're only good 'cause you can have almost famous friends&lt;br /&gt;Besides, we've got such good fashion sense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're only liars, but we're the best&lt;br /&gt;We're only good for the latest trend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're only liars, but we're the best&lt;br /&gt;We're only good for the latest trend&lt;br /&gt;We're only good cause you can have almost famous friends&lt;br /&gt;Besides, we've got such good fashion sense &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fall Out Boy - Catch Me If You Can/Proclamation Of Emacipation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've since fallen glance Paris Tokyo New New New York M-M-M-M-Mexico &lt;br /&gt;Stay plastic woo ooh &lt;br /&gt;Stay tragic woo ooh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proclamation of emancipation &lt;br /&gt;Oh dear lord, please let me into heaven for just an afternoon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh seen the end &lt;br /&gt;I can't go to sleep without ambien &lt;br /&gt;Seem so happy call me mister goodbye &lt;br /&gt;Say catch me if you can, catch me if you can &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh seen the end &lt;br /&gt;I can't go to sleep without ambien &lt;br /&gt;Seem so happy call me mister goodbye &lt;br /&gt;Say catch me if you can, catch me if you can &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rap* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh seen the end &lt;br /&gt;I can't go to sleep without ambien &lt;br /&gt;Seem so happy call me mister goodbye &lt;br /&gt;Say catch me if you can, catch me if you can &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh seen the end &lt;br /&gt;I can't go to sleep without ambien &lt;br /&gt;Seem so happy call me mister goodbye &lt;br /&gt;Say catch me if you can, catch me if you can&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© All lyrics are copyright of their owners.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-2339812725621817561?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/2339812725621817561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/lyricz-lago3-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2339812725621817561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2339812725621817561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/lyricz-lago3-barat.html' title='LyRiCz LaGo3 bAraT'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-2062120211622812558</id><published>2009-06-24T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T23:46:05.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>mEnGinTiP MeNu mAsaKaN Di jEPaNg </title><content type='html'>Selera ternyata tidak mengenal bangsa. Ini terbukti dengan semakin menjamurnya berbagai jenis restoran asing di Indonesia. Mulai dari masakan Barat, India, Korea, Jepang, Thailand, hingga masakan Timur Tengah. Ketidakharmonisan hubungan antar negara tidak pernah menjadi penghalang bertemunya rasa di lidah. Salah restoran yang sangat popular saat ini adalah restoran masakan Jepang. Rupanya rasa makanan Jepang cukup mudah diterima oleh lidah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengolahan masakan itu bervariasi, dengan cara goreng, rebus, kukus, bakar atau panggang, bahkan disajikan mentah, tergantung jenis masakannya. Bahan-bahannya bisa terdiri dari segala jenis bahan baku seperti berbagai jenis daging, ikan, tofu, sayur-sayuran, dan bumbu-bumbu. Di negeri asalnya, penggunaan daging dan lemak babi cukup luas baik sebagai bahan utama maupun sebagai bahan tambahan. Tonkatsu dan tonjiru merupakan contoh jenis masakan berbahan utama babi, sedangkan jenis mi ramen hampir dapat dipastikan mengandung kaldu yang berasal dari tulang babi.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan restoran Jepang di Indonesia? Pada umumnya restoran Jepang di Indonesia menyesuaikan dengan konsumen mayoritas yang beragama Islam, sehingga tidak menghidangkan menu babi. Apakah dengan demikian masakan Jepang menjadi pasti halal untuk dikonsumsi? Tentunya tidak semudah itu. Masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih masakan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehalalan daging yang digunakan tentu menjadi perhatian penting. Apakah ayam dan daging sapi yang digunakan memang berasal dari supplier yang jelas kehalalannya?&lt;br /&gt;Bagimana dengan menu ikan dan sayuran? Memang segala jenis ikan dan sayur-sayuran halal. Tapi kita sering lupa dengan bumbu-bumbu yang digunakannya. Ada dua jenis bahan tidak halal yang sangat umum digunakan dalam masakan Jepang, baik sebagai bumbu dalam campuran masakan atau sebagai campuran saus, yaitu sake dan mirin. Sebagai contoh, mirin digunakan sebagai bumbu dalam masakan mie Udon dan Rame, masakan daging sapi dan kentang Nikujaga, serta masakan ayam dan telur Oyako Donburi.&lt;br /&gt;Sake digunakan dalam masakan bayam dan pasta wijen, masakan daging Sukiyaki serta maskan nasi Sushi Meshi. Sake dan mirin juga digunakan sebagai campuran saus marinasi ayam untuk masakan Yakitori dan campuran saus Teriyaki atau saus Tempura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sake, beras difermentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sake adalah istilah umum untuk minuman beralkohol khas Jepang. Sake merupakan minuman hasil fermentasi yang diproduksi dari beras yang sudah disosoh (polished rice), dicuci, direndam air, dikukus, dan didinginkan dengan kandungan alkohol produk akhir sekitar 15 – 16 persen. Aromanya khas, rasanya sedikit asam dan manis. Dikenal sebagai rice wine dan sangat mirip dengan Chinese rice wine yang bernama shaosing chu.&lt;br /&gt;Secara sederhana prosesnya adalah: beras yang sudah dikukus dicampur dengan koji, moto, dan air kemudian difermentasi selama sekitar 3 minggu. Produk akhir proses ini berupa sake dengan kandungan alkohol maksimum mencapai 20 persen. Satu ton beras sosoh dapat menghasilkan sekitar 3000 liter sake.&lt;br /&gt;Koji adalah konsentrat enzim yang diperoleh dari pengembangbiakan jenis kapang Aspergillus oryzae pada beras kukus, sedangkan moto adalah yeast starter.&lt;br /&gt;Sake merupakan minuman pergaulan di Jepang dan juga sering digunakan dalam ritual keagamaan Shinto. Jenis-jenis sake dapat dibedakan berdasarkan bahan baku beras yang digunakan dan ada tidaknya penambahan alkohol dari luar. Junmai-shu yang berarti pure rice wine adalah nama jenis sake yang dibuat dari beras yang minimum disosoh sebanyak 30 persen dan tanpa penambahan alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mirin, lebih legit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirin adalah sejenis rice wine yang mirip dengan sake. Rasanya lebih manis dengan kandungan alkohol lebih rendah. Ada dua jenis mirin, yaitu hon dan shin mirin.&lt;br /&gt;Mirin umum digunakan sebagai bumbu masak, dimana rasa manis merupakan rasa yang penting dalam masakan Jepang. Selain itu penggunaan mirin menambah cerah penampakan ikan panggang dan menghilangkan bau amis ikan.&lt;br /&gt;Mirin juga digunakan sebagai teman menyantap sushi. Pada pembuatan saus Teriyaki dan saus Tempura, mirin dapat diganti dengan campuran sake dan gula dengan perbandingan 3:1.&lt;br /&gt;Pada gaya masak Kansai, mirin digunakan setelah dipanaskan sebentar untuk menguapkan alkoholnya. Sedangkan pada gaya masak Kanto, mirin digunakan langsung tanpa perlakuan apapun sebelumnya. Pada perayaan tahun baru (O-shogatsu), mirin digunakan sebagai minuman seremonial (otoso).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana kehalalannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, minuman beralkohol yang dikategorikan sebagai khamr jelas haram digunakan, meski dalam jumlah sedikit. Sake dan mirin jelas termasuk kategori khamr, sehingga penggunaanya tidak diperbolehkan, meski kandungan alkoholnya hilang dalam proses pemasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kehati-hatian dalam memilih masakan Jepang perlu sangat diperlukan. Meski bahan bakunya ikan dan sayuran, jika bercampur dengan bumbu yang tidak halal, maka masakan yang dihasilkan tentunya menjadi tidak halal pula.&lt;br /&gt;Ir Muti Arintawati MSi, Auditor LP POM MUI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-2062120211622812558?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/2062120211622812558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/selera-ternyata-tidak-mengenal-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2062120211622812558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2062120211622812558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/selera-ternyata-tidak-mengenal-bangsa.html' title='mEnGinTiP MeNu mAsaKaN Di jEPaNg &lt;haLaL n TiDaKnYA&gt;'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5457887935760234851</id><published>2009-06-24T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T20:05:51.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>DapTaR ToKO yAnG MeNjUAl mAkAnAn hAlAL dI jEpAnG</title><content type='html'>Jan 26, '09 1:33 AM&lt;br /&gt;for everyone&lt;br /&gt;DiPUbLikAsikAn olEh : aGehA_83MuAcH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kendala yang sering dipermasalahkan untuk orang yang ingin pergi ke Jepang, baik untuk urusan pekerjaan, studi, maupun yang lainnya adalah tentang makanan. Ada kekhawatiran khususnya bagi yang beragama Islam untuk mendapatkan makanan yang halal. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jepang adalah bukan negara muslim, dimana tidak ada lembaga khusus yang mengawasi halal atau tidaknya suatu produk makanan. Makanan dari berbagai jenis bahan baku dijual bebas di Jepang. Bahkan terkadang kita akan menemukan beberapa makanan yang setidaknya bagi orang Indonesia akan merasa jijik untuk memakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu sebagai informasi, berikut ini saya berikan referensi beberapa toko yang menjual makanan halal di Jepang. Memang sampai saat ini jumlahnya masih terbatas dan masih ada di kota-kota besar saja. Tapi keberadaan toko-toko ini agaknya sudah sangat membantu bagi komunitas muslim di Jepang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Toko-toko yang menjual aneka ragam makanan dan minuman halal ini kebanyakan dikelola oleh warga keturunan Arab dan Pakistan yang tinggal di Jepang. Di toko-toko ini dijual macam-macam makanan dan minuman. Mulai dari daging ayam, sapi, kambing, ikan, dan macam-mcam bahan pokok lainnya. Beberapa di antaranya memang harganya agak lebih mahal daripada yang dijual di toko-toko makanan biasa. Ini dikarenakan untuk beberapa barang, mereka masih mengimpor dari negara lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut ini adalah daftar nama toko-toko halal beserta alamatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAERAH CHIBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kashiwa &lt;br /&gt;1. A.A.G. Enterprises Pak &lt;br /&gt;   Coop Masuda 103, 16-16, Izumi-cho, Kashiwa-shi 〒472-0011 Tel. 0471-67-2425 Fax: &lt;br /&gt;   0471-34-7606 .  &lt;br /&gt;2. Malik Trading Halal Foods &lt;br /&gt;   Coop Masuda 103, 16-16, Izumi-cho, Kashiwa-shi 〒271-0077 Tel. 0473-68-1155 Fax: &lt;br /&gt;   0473-61-8623.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAERAH IBARAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shimodeta-shi &lt;br /&gt;1. AKTERUZZAMAN ENTERPRISE &lt;br /&gt;   Takanotsu 12-101, Higuchi-1300-155.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAERAH TOKYO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adachi &lt;br /&gt;1. TAJ Enterprises  &lt;br /&gt;   7-4-2, Hanahata, Adachi-ku 〒121-0061 Telp. 03-3860-1727 Fax: 03-3860-0035 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;edogawa &lt;br /&gt;1. Koiwa Halal Food &lt;br /&gt;   Marusho Bldg., 3F, 1-21-8, Nishi Koiwa, Edogawa-ku 〒133-0057 Tel. 03-5693-2528 Fax: &lt;br /&gt;   03-3659-8019   &lt;br /&gt;2. Pak Halal Food &lt;br /&gt;   Room 203, 1-30-5, Higashi Kasai, Edogawa-ku 〒134-0084 Tel. 03-3869-8705 Fax: &lt;br /&gt;   03-3659-8019   &lt;br /&gt;3. Salimar Sweets &amp; Food &lt;br /&gt;   Shali Bldg., 3-30-13, Naka-Kasai, Edogawa-ku 〒134-0083  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katsushika &lt;br /&gt;1. Padma Halal Food &lt;br /&gt;   2-29-2, Higashi Kanamachi, Katsushika-ku 〒125-0041 Tel. 03-5699-1796 Fax  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shibuya &lt;br /&gt;1. Friends Halal Food &lt;br /&gt;   Primera Dogenzaka 913, 1-15-3, Dogenzaka, Shibuya-ku 〒150-0043 Tel. 03-3464-2541 Fax: &lt;br /&gt;   03-3464-2542  &lt;br /&gt;2. Iran Shop &lt;br /&gt;   Flat Bldg., 5F, 1-7-24, Shibuya, Shibuya-ku 〒150-0002 Tel. 03-3407-3737 Fax: &lt;br /&gt;   03-3407-3737  &lt;br /&gt;3. J. S. International Kotobuki Inc. 1304 Noa Dogenzaka Bldg., 2-15-1, Dogenzaka, &lt;br /&gt;   Shibuya-ku 〒150-0043 Tel. 03-5428-0665 Fax: 03-5428-0664 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shinjuku &lt;br /&gt;1. NASCO &lt;br /&gt;   Hyakunin Cho 2-9-3, Azeria 102 Nasir Abdullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taito &lt;br /&gt;1. Ohtsuya Shouten &lt;br /&gt;   4-16-13, Ueno, Taito-ku 〒110-0005 Tel. 03-3834-4078 Mobile: NA   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toshima &lt;br /&gt;1. Al-Flah Trading Co. &lt;br /&gt;   Daitoku Bldg., #101, 2-67-8, Ikebukuro, Toshima-ku 〒171-0014 Tel. 03-3985-3015 Fax: &lt;br /&gt;   03-3590-9794   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tags: japanology, kuliner&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5457887935760234851?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5457887935760234851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/daptar-toko-yang-menjual-makanan-halal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5457887935760234851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5457887935760234851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/daptar-toko-yang-menjual-makanan-halal.html' title='DapTaR ToKO yAnG MeNjUAl mAkAnAn hAlAL dI jEpAnG'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-7867289734594071332</id><published>2009-06-24T19:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T19:52:43.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsIkolOgy DaN HaL2 mEnAkJubkAn dAlAm hIdUP'/><title type='text'>kEpRibAdiAn mENuRuT TaNggAl lAhIr</title><content type='html'>Termasuk kategori pohon apakah Anda ?&lt;br /&gt;Cari tahu karakteristik Anda berdasarkan jenis pohon yang ada di dunia,&lt;br /&gt;hanya berpatokan dengan tanggal kelahiran Anda. Selamat mencoba !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal Kelahiran | Jenis Pohon |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 23 Desember - 1 Januari | Apel |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 2 Januari - 11 Januari | Fir |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 12 Januari - 24 Januari | Elm |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 25 Januari - 3 Februari | Cypress |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 4 Februari - 8 Februari | Poplar |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;9 Februari - 18 Februari | Cedar |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 19 Februari - 28 Februari | Pinus / Pine |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 1 Maret - 10 Maret | Weeping Willow |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 11 Maret - 20 Maret | Lime |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 21 Maret | Oak |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 22 Maret - 31 Maret | Halzelnut |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 1 April - 10 April | Rowan |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 11 April - 20 April | Maple |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 21 April - 30 April | Walnut |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 1 Mei - 14 Mei | Poplar |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 15 Mei - 24 Mei | Chestnut |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 25 Mei - 3 Juni | Ash |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 4 Juni - 13 Juni | Hornbeam |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 14 Juni - 23 Juni | Fig |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 24 Juni | Birch |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 25 Juni - 4 Juli | Apel |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 5 Juli - 14 Juli | Fir | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 15 Juli - 25 Juli | Elm |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 26 Juli - 4 Agustus | Cypress | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 5 Agustus - 13 Agustus | Poplar |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 14 Agustus - 23 Agustus | Cedar | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 24 Agustus - 2 September | Pinu / Pine |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 3 September - 12 September | Weeping Willow | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 13 September - 22 September | Lime |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 23 September | Olive | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 24 September - 3 Oktober | Hazelnut |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 4 Oktober - 13 Oktober | Rowan | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 14 Oktober - 23 Oktober | Maple |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 24 Oktober - 11 November | Walnut | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 12 November - 21 November | Chestnut |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 22 November - 1 Desember | Ash | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 2 Desember - 11 Desember | Hornbeam |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 12 Desember - 21 Desember | Fig | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 22 Desember | Beech |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APEL, Si Cinta&lt;br /&gt;Penuh pesona dan daya tarik, menyenangkan, petualang, senstif, selalu dalam &lt;br /&gt;cinta, suka dicintai dan mencintai, teman yang penyayang dan dapat&lt;br /&gt;dipercaya, sangat dermawan, pemikiran teknis, hidup untuk hari ini, ahli&lt;br /&gt;filsafat penuh imaginasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIR, Si Misterius&lt;br /&gt;Citra rasa luar biasa, mulia, menyukai sesuatu yang indah, perasa, keras &lt;br /&gt;kepala, egois, agak modis, sangat ambisius, berbakat, banyak teman, banyak&lt;br /&gt;musuh, dapat diandalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELM, Si Mulia&lt;br /&gt;Mempunyai fisik yang menyenangkan, modis, tidak gampang memaafkan&lt;br /&gt;kesalahan, periang, suka memimpin dan tidak menyukai dipimpin, teman yang &lt;br /&gt;jujur dan setia, suka mengetahui semua karakter orang dan memberi&lt;br /&gt;keputusan, dermawan, sense of humor yang baik, praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CYPRESS, Si Setia&lt;br /&gt;Kuat, mudah beradaptasi, periang, optimis, memerlukan uang dan pendidikan &lt;br /&gt;yang cukup, benci kesendirian, pecinta yang tidak pernah puas, setia,&lt;br /&gt;pemarah, tidak dapat diatur, dan ceroboh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POPLAR, Si Tidak Pasti&lt;br /&gt;Sangat dekoratif, tidak percaya diri, berani jika diperlukan, memerlukan&lt;br /&gt;lingkungan yang berkeinginan baik dan menyenangkan, sangat pemilih, sering&lt;br /&gt;sendiri, pendendam, bakat artistik, organizer yang baik, cenderung&lt;br /&gt;berfilososfi, dapat diandalkan di berbagai situasi, memandang hubungan&lt;br /&gt;dengan serius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEDAR , Si Percaya Diri&lt;br /&gt;Kecantikan yang langka, tahu bagaimana beradaptasi, menyukai kemewahan,&lt;br /&gt;cenderung memandang rendah orang lain, percaya diri, tidak sabar, mempunyai&lt;br /&gt;banyak bakat, pekerja keras, optimis, menunggu cinta sejati, dapat membuat &lt;br /&gt;keputusan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PINE, Si Istimewa&lt;br /&gt;Menyukai kawan yang sepaham, sangat sehat, tahu bagaimana hidup&lt;br /&gt;menyenangkan, sangat aktif, alami, teman yang baik tetapi jarang&lt;br /&gt;bersahabat, gampang jatuh cinta tetapi cepat pudar, dengan mudah menyerah, &lt;br /&gt;praktis dan dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEEPING WILLOW, Si Melankolis&lt;br /&gt;Si Cantik yang penuh dengan ke - melankolis - an, aktraktif, menyukai&lt;br /&gt;segala sesuatu yang indah dan bercitra rasa, suka berpetualang, pemimpi,&lt;br /&gt;gelisah, pendorong semangat, jujur, dapat dipengaruhi tetapi tidak mudah &lt;br /&gt;hidup dengannya, penuntut, intuisi baik, menderita dalam cinta tetapi&lt;br /&gt;kadang menemukan pasangan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIME, Si Peragu&lt;br /&gt;Menerima hidup apa adanya, tidak menyukai perkelahian, tekanan dan&lt;br /&gt;pekerjaan, cenderung malas dan mengganggur, berkorban demi teman, banyak &lt;br /&gt;talenta tetapi tidak ada kemauan dalam mengembangkan, selalu mengeluh,&lt;br /&gt;setia tetapi sangat pencemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAZELNUT, Si Luar Biasa&lt;br /&gt;Mempesona, tidak penuntut, sangat pengertian, tahu bagaimana membuat sebuah&lt;br /&gt;impresi, pejuang sosial yang aktif, terkenal, pecinta yang mendorong &lt;br /&gt;semangat, teman yang jujur dan penuh dengan toleransi, rasa keadilan yang&lt;br /&gt;tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROWAN, Si Sensitif&lt;br /&gt;Penuh dengan pesona, periang, tidak egois, suka menarik perhatian, menyukai&lt;br /&gt;kehidupan, pergerakan ketergantungan dan mandiri, citarasa tinggi, &lt;br /&gt;artistik, penuh gelora dan emosional, teman bicara yang baik dan tidak&lt;br /&gt;mudah memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAPLE, Si Pemikir Mandiri&lt;br /&gt;Bukan orang biasa, penuh imaginasi dan keaslian, pemalu dan perasa,&lt;br /&gt;ambisius, sombong, menyukai pengalaman baru, kadang gugup, kompleks, &lt;br /&gt;ingatan baik, belajar dengan mudah, kehidupan cinta yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALNUT, Si Gelora&lt;br /&gt;Aneh dan penuh dengan kontradiksi, sering egois, agresif, spontan, ambisis&lt;br /&gt;yang tak terbatas, menimbulkan reaksi yang tak diharapkan, kaku, rekan yang &lt;br /&gt;sulit dan tidak biasanya, tidak selalu disukai tapi sering dipuja, strategi&lt;br /&gt;hebat, sangat pencemburu dan tanpa kompromi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHESTNUST TREE, Si Jujur&lt;br /&gt;Kecantikan yang sukar ditemui, mempunyai rasa keadilan yang cukup baik, &lt;br /&gt;menarik, diplomatis, sensitif dalam kelompok, kadang-kadang bersikap&lt;br /&gt;layaknya pemimpin, merasa tidak mengerti akan cinta, susah menemukan&lt;br /&gt;pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASH TREE, si Ambisi&lt;br /&gt;Daya tarik yang luar biasa, tidak perduli terhadap kritik, ambisius, &lt;br /&gt;pintar, bertalenta, senang akan tantangan, kadang egois, dapat dipercaya,&lt;br /&gt;kadang pikiran menguasai kata hati dan memandang tinggi arti persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HORNBEAM, Si Citarasa Tinggi&lt;br /&gt;Sangat peduli terhadap kecantikan dan kondisi tubuhnya, citarasa tinggi, &lt;br /&gt;cenderung egois, membuat hidup senyaman mungkin, memimpin dengan rasional,&lt;br /&gt;displin tinggi, rekan yang emosional tetapi berkualitas, memimpikan&lt;br /&gt;pasangan yang luar biasa, jarang menyukai perasaannya sendiri, tidak yakin &lt;br /&gt;dengan keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIG TREE, Si Sensitif&lt;br /&gt;Sangat kuat / tangguh, mandiri, tidak membiarkan kontrakdisi atau alasan,&lt;br /&gt;menyukai kehidupan, keluarga, anak - anak dan binatang, rasa humor tinggi,&lt;br /&gt;pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OAK, Si Sehat Alami &lt;br /&gt;Berani, Mandiri, kuat / tangguh, kalem, tidak menyukai perubahan, orang&lt;br /&gt;aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIRCH, Si Inspirasi&lt;br /&gt;Menyukai kehidupan, atraktif, elegan, modis,bersahabat, menyukai hidup&lt;br /&gt;alami dalam ketenangan, tidak terlalu berambisi, penuh dengan imaginasi, &lt;br /&gt;mampu menciptakan suasana yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLIVE TREE, Si Bijaksana&lt;br /&gt;Menyukai surya, perasaan yang teang dan hangat, sangat rasional, adil,&lt;br /&gt;menghindari keagresifan dan keributan, sangat toleransi, periang, kalem,&lt;br /&gt;rasa keadilan yang terbina baik, sensitif, bebas dari rasa cemburu, suka&lt;br /&gt;membaca dan teman yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEECH, Si Kreatif&lt;br /&gt;Citarasa baik, peduli terhadap penampilannya, materialistis, si organizer&lt;br /&gt;yang baik untuk kehidupan dan perjalanan kariernya, ekonomis, pemimpin yang &lt;br /&gt;baik, rasional, menjaga kondisi tubuh dengan baik seperti diet, olahraga&lt;br /&gt;dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-7867289734594071332?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/7867289734594071332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/kepribadian-menurut-tanggal-lahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7867289734594071332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/7867289734594071332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/kepribadian-menurut-tanggal-lahir.html' title='kEpRibAdiAn mENuRuT TaNggAl lAhIr'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-6074116586520533818</id><published>2009-06-22T02:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T02:57:14.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TiPz AnD tRIcKqUe'/><title type='text'>26 tRiCk meNgUrAnGi kElUhAn FiSiK SaAT BeRkOMpUtER</title><content type='html'>1.  Sesuaikan tinggi kursi sesuai tinggi badan&lt;br /&gt;2.  Letak tepi atas monitor ada dalam 1 garis lurus dengan mata sehingga kepala tidak  &lt;br /&gt;    menengadah ataupun menunduk ketika melihat ke monitor&lt;br /&gt;3.  Jarak monitor dengan mata ada dalam jarak membaca (sekitar 50cm) sehingga badan tidak &lt;br /&gt;    perlu membungkuk setiap kali melihat ke monitor&lt;br /&gt;4.  Atur 'refresh rate' monitor sebesar 72Hz atau lebih sehingga mata tidak cepat lelah&lt;br /&gt;5.  Seluruh punggung tersangga dengan baik oleh sandaran kursi yang empuk&lt;br /&gt;6.  Gunakan sandaran telapak kaki (footrest) sehingga posisi tungkai dalam keadaan rileks.&lt;br /&gt;7.  Lengan atas &amp; bawah membentuk sudut 90 derajat saat mengetik&lt;br /&gt;8.  Kedua pangkal telapak tangan bertumpu/bersandar pada meja, tidak menggantung&lt;br /&gt;9.  Gunakan kursi dengan penyangga/sandaran lengan bawah&lt;br /&gt;10. Agar dapat membaca dengan nyaman, atur setting kontras &amp; kekuatan cahaya dari monitor, &lt;br /&gt;    tidak terlalu terang sehingga menyilaukan mata &amp; kontras yang mencukupi sehingga &lt;br /&gt;    tulisan di monitor mudah dibaca&lt;br /&gt;11. Hindari adanya cahaya terang tepat di belakang atau di depan monitor&lt;br /&gt;12. Pastikan penerangan di ruangan mencukupi untuk membaca buku/tulisan tercetak&lt;br /&gt;13. Gunakan &amp; atur dengan tepat headphone &amp; mikrofon (headset) yang disediakan agar dapat &lt;br /&gt;    mendengar dengan jelas &amp; berbicara tanpa perlu berteriak&lt;br /&gt;14. Hindari posisi duduk yang sama selama waktu yang lama, variasikan beberapa posisi &lt;br /&gt;    duduk yang nyaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung kerja yang optimal &amp; mencegah terkena gangguan kesehatan, disarankan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Istirahat selama 5 menit setiap bekerja selama 1 jam, istirahat ini tidak dapat &lt;br /&gt;    digabungkan. Gunakan waktu istirahat singkat ini untuk berjalan, melakukan gerakan-&lt;br /&gt;    gerakan olahraga ringan, atau mengambil minuman&lt;br /&gt;2.  Waktu istirahat yang lebih lama (15-30 menit) setiap 4 jam bekerja, gunakan untuk &lt;br /&gt;    rileks/beristirahat &amp; makan&lt;br /&gt;3.  Untuk mengurangi kelelahan mata, lihat ke luar jendela (pemandangan) atau benda yang &lt;br /&gt;    letaknya jauh setiap 10-15 menit sekali&lt;br /&gt;4.  Pastikan cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan yang disarankan untuk &lt;br /&gt;    mereka yang bekerja di ruangan ber-AC adalah sekitar 50-60 cc/kg BB/hari. &lt;br /&gt;    Contohnya jika berat badan 50 kg, maka paling sedikit harus minum sekitar 2500cc/hari&lt;br /&gt;5.  Jangan menahan kencing untuk mencegah infeksi saluran kemih atau terbentuknya batu di &lt;br /&gt;    saluran kencing&lt;br /&gt;6.  Sesuaikan suhu ruangan kerja, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Suhu yang &lt;br /&gt;    terlalu panas akan membuat cepat lelah &amp; emosi meningkat, sedangkan suhu yang terlalu &lt;br /&gt;    dingin akan membuat otot menjadi kaku &amp; lebih mudah terkena cedera. Suhu yang &lt;br /&gt;    disarankan adalah sekitar 24-25 derajat Celcius&lt;br /&gt;7.  Jika dimungkinkan, putar musik dalam volume yang pelan untuk menghindari kejenuhan &amp; &lt;br /&gt;    meredam emosi&lt;br /&gt;8.  Tidur dalam jumlah yang cukup, sekitar 6-8 jam/hari&lt;br /&gt;9.  Makan makanan yang bergizi lengkap, bervariasi, &amp; seimbang, juga cukup serat &lt;br /&gt;    (sayuran/buah)&lt;br /&gt;10. Makan berat 1-2 jam sebelum mulai bekerja sehingga ada cukup energi untuk bekerja &lt;br /&gt;    tanpa diganggu rasa lapar atau kantuk&lt;br /&gt;11. Berolahraga secara teratur 2-3 kali setiap pekan&lt;br /&gt;12. Segera berkonsultasi dengan dokter setiap kali merasakan ada gejala/keluhan di tubuh &lt;br /&gt;    yang tidak normal sehingga dapat cepat diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan hal-hal di atas, gangguan kesehatan akibat bekerja dengan komputer dapat dikurangi &amp; produktivitas/ efisiensi kerja meningkat. Selamat bekerja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-6074116586520533818?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/6074116586520533818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/26-trick-mengurangi-keluhan-fisik-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6074116586520533818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/6074116586520533818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/26-trick-mengurangi-keluhan-fisik-saat.html' title='26 tRiCk meNgUrAnGi kElUhAn FiSiK SaAT BeRkOMpUtER'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1946707935649935208</id><published>2009-06-21T09:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T09:36:40.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEmUWA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>SuSah MuDaH cArI MeNu hAlAL Di ToKYo</title><content type='html'>By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Rabu, 26 November 2008 pukul 07:02:00 &lt;br /&gt;DiTerBiTkAn kEMbAlI OleH : aGeHA_83mUaCh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau suatu hari Anda berkesempatan pergi ke Tokyo untuk tinggal dalam waktu panjang, ada baiknya untuk membawa bekal makanan halal. Sebab, boleh dikata susah-susah gampang untuk mencari makanan yang betul-betul halal di kota ini. Kebanyakan tempat makan di sini menyediakan menu berbahan dasar daging babi, atau daging yang disembelih tidak atas nama Allah SWT. Orang Jepang memang dikenal sangat menyukai makanan yang terbuat dari binatang laut. Seperti disabdakan hadis Rasulullah SAW: Seluruh binatang laut itu pada dasarnya halal. Tapi jangan dulu berpikir bahwa kondisi itu membuat kita mudah mendapatkan makanan halal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu menu halal yang mudah ditemui adalah nasi. Selain di restoran, makanan ini juga bisa ditemui di banyak supermarket dengan berbagai jenis kemasan. Biasanya, kemasan nasi yang dijual di supermarket ini berupa plastik keras yang bisa langsung dibuang setelah nasinya dimakan. Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari 100 yen hingga lebih dari 200 yen. Selain nasi, menu halal yang juga mudah ditemui adalah sashimi dan sushi. Cuma, Anda belum tentu bisa menikmati menu ini. Dua jenis makanan tradisional ini berupa ikan, cumi-cumi dan udang mentah. Sashimi terbuat dari berbagai ikan mentah yang bisa dimakan dengan sejenis kecap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sushi berupa ikan, udang, dan cumi-cumi mentah yang dimakan dengan nasi. Karena makanan ini terbuat dari binatang laut dan disajikan dalam keadaan mentah, kemungkinan halalnya cukup besar. Di supermarket, mudah juga kita temui menu yang sebenarnya halal tapi sangat potensial tercampur dengan makanan haram. Kita bisa dengan mudah menemui udang goreng, ikan goreng, atau ayam goreng sekalipun. Di restoran Jepang, menu yang terdiri dari ikan goreng, udang goreng, dan sayuran itu sering disebut Tempura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tidak tahu persis minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan tersebut. Bisa jadi, makanan yang pada dasarnya halal itu digoreng dengan minyak yang sebelumnya dipakai untuk menggoreng makanan haram. Dalam kondisi seperti itu, maka otomatis makanan halal tersebut menjadi tercampur dengan makanan haram. Hal itu membuat makanan halal itu statusnya berubah menjadi haram. Jika ingin makan Ikan, ada baiknya untuk memilih ikan bakar. Jenis menu ini juga tidak terlalu sulit ditemui di supermarket. Sebuah supermarket di kawasan Osaki, Tokyo menjual ikan bakar kemasan dengan harga bervariasi sekitar 198 Yen hingga sekitar 300 Yen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, ikan bakar yang dijual di supermarket itu tidak dibumbui apa-apa. Meski rasanya hambar, menu ini tergolong aman. Satu lagi menu yang juga perlu diwaspadai adalah roti. Pada dasarnya roti memang hanya terbuat dari tepung. Tapi, untuk memberi rasa dan aroma, tepung yang dipakai untuk membuat roti itu dicampur dengan bahan-bahan lain. Sesekali ada juga roti yang mengandung wine atau rhum. Kalau Anda mahir berbahasa Jepang dan membaca huruf kanji, katakana, atau hiragana, komposisi bahan pembuat roti bisa mudah dikenali lewat kemasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau tidak bisa keduanya, lebih baik tanya dulu sebelum membeli roti. Sebab, sebagian besar tulisan yang tertera di kemasan roti itu tidak ditulis dalam huruf latin. Untuk menjadi panduan, Islamic Center Jepang membuat daftar restoran halal. ``Daftar ini kami edarkan secara gratis ke tempat-tempat umum, juga masjid atau mushalla,`` tutur Official Islamic Center-Japan Abdul Rab Shaji. Dia berharap, daftar tersebut bisa membuat orang Islam yang tinggal di Jepang tidak mengkonsumsi makanan haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih Aman Jus Kemasan &lt;br /&gt;Tak hanya makanan makan yang susah-susah gampang untuk dicari. Minuman juga serupa. Orang Jepang memang hobinya minum teh dan kopi tanpa campuran apapun. Tapi mereka juga gemar minum bir, wine, atau yang sejenisnya. Di setiap pesta, hampir bisa dipastikan tersaji minuman yang memabukkan itu. Minum bir atau wine bukanlah hal yang tabu bagi orang Jepang. Saat makan bersama dengan tetangga sambil ngborol di rumah, terkadang mereka juga menyajikan salah satu atau kedua minuman tersebut. Di kereta listrik, aroma minuman tersebut juga kerap tercium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kafe, atau restoran juga sama. Kebiasaan itu membuat Anda harus hat-hati memilih minuman. Sebab, walaupun kita pesan kopi atau teh, bisa jadi gelas atau cangkir yang dipakai, sebelumnya digunakan untuk menuang minuman haram. Kalau gelas itu dicuci benar-benar bersih, mungkin hal itu tak jadi soal. Tapi tidak tertutup kemungkinan sisa-sisa minuman haram menempel di wadah yang kita pakai minum teh atau kopi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut juga bisa membuat minuman kita potensial tercampur dengan benda haram. Tapi jangan dulu khawatir, minuman kemasan di Jepang jenisnya bisa mencapai ratusan atau mungkin ribuan. Air mineral adalah salah satu minuman halal yang mudah ditemui. Kemasan air mineral ini sangat bervariasi. Harganya pun beragam dari 98 Yen sampai lebih dari 500 Yen. Selain air mineral, kita juga bisa mudah menemukan juice dalam kemasan. Minuman itu juga tergolong aman karena hanya terbuat dari buah-buahan dan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada juice kemasan yang murni. Harga dan kemasannya sangat bervariasi dan sangat mudah ditemui. Kopi dan susu dalam kemasan juga tergolong minuman yang cukup aman dikonsumsi. Minuman lain yang juga aman adalah air yang langsung mengucur dari kran. Biasanya di fasilitas umum seperti kantor, stasiun, atau taman mudah ditemui kran air bersih. Air dari kran tersebut bisa langsung diminum. Di hotel juga sama. Air yang mengalir lewat kran di kamar mandi juga bisa diminum. ir/dokrep/Oktober 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1946707935649935208?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1946707935649935208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/susah-mudah-cari-menu-halal-di-tokyo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1946707935649935208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1946707935649935208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/susah-mudah-cari-menu-halal-di-tokyo.html' title='SuSah MuDaH cArI MeNu hAlAL Di ToKYo'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-5040111112490660634</id><published>2009-06-21T09:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T09:27:03.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArTikEl-ArTikEl tENtANg jEpAng Dan YanG BerHuBUNgAn dENgANNYa'/><title type='text'>pErbAndInGaN BuDaYa jEpAng vS inDoNeSIa</title><content type='html'>dItUlIS OlEh : Anto Satriyo Nugroho di/pada Agustus 31, 2006&lt;br /&gt;DiTerBiTkAn OleH : aGehA_83MuAcH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini disampaikan dalam seminar budaya di Nagoya International Center, 3 September 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Apakah perbandingan budaya itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari budaya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya sign language untuk tuna rungu), dan telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional[1]. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan dalam makalah ini dibatasi pada perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi sbb. : “nama dan tanda tangan”, “cara pemakaian gesture untuk penghormatan kepada yang lebih tua/dihormati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Tradisi Pemilihan Nama dan Tanda Tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Tradisi penamaan di Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Tradisi penamaan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.&lt;br /&gt;    * Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep&lt;br /&gt;    * Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.&lt;br /&gt;    * Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.&lt;br /&gt;    * Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Perbandingan kedua tradisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan antara kedua tradisi&lt;br /&gt;Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan&lt;br /&gt;salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” (郎), sedangkan perempuan berakhiran “ko”　(子)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara kedua tradisi sbb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran&lt;br /&gt;   2. Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan.&lt;br /&gt;   3. Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji), sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Pengalaman unik yang timbul akibat perbedaan budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Indonesia yg datang di Jepang, saat registrasi, misalnya membuat KTP sering ditanya mana yang family name, dan mana yang first name. Hampir setiap saat saya harus selalu menjelaskan perbedaan tradisi antara Indonesia dan Jepang, bahwa di Indonesia tidak ada keharusan memiliki family name. Umumnya hal ini dapat difahami dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi adakalanya kami harus menentukan satu nama sebagai family name, misalnya saat menulis paper (artikel ilmiah resmi), atau untuk kepentingan pekerjaan. Saat itu saya terpaksa memakai nama “Nugroho” sebagai family name agar tidak mempersulit masalah administrasi. Demikian juga saat anak saya lahir, kami beri nama Kartika Utami Nurhayati. Nama anak saya walaupun panjang tidak ada satu pun yang merupakan nama keluarga. Tetapi saat registrasi, pihak pemerintah Jepang (kuyakusho) meminta saya untuk menetapkan satu nama yang dicatat sebagai keluarga, karena kalau tidak akan sulit dalam pengurusan administrasi asuransi. Akhirnya nama “Nurhayati” yang letaknya paling belakang saya daftarkan sebagai nama keluarga. Bagi orang Jepang hal ini akan terasa aneh, karena dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan (stempel). Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan (stempel). Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. “Mitomein” (認印) dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.&lt;br /&gt;   2. “Jitsuin” (実印) dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.&lt;br /&gt;   3. “Ginkoin” (銀行印) dipakai untuk membuka rekening di bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan (di paspor misalnya), umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.&lt;br /&gt;Ojigi&lt;br /&gt;Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.&lt;br /&gt;Jabat tangan&lt;br /&gt;Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.&lt;br /&gt;Cium tangan&lt;br /&gt;Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.&lt;br /&gt;Cium pipi&lt;br /&gt;Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.&lt;br /&gt;Sungkem&lt;br /&gt;Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang bermanfaat untuk mengetahui pola berfikir bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Salah satu kesulitan utamanya adalah perbedaan karakteristik kedua bangsa: bangsa Jepang relatif homogen, sedangkan bangsa Indonesia sangat heterogen. Karenanya, perbandingan akan lebih mudah jika difokuskan pada satu suku bangsa di Indonesia. Misalnya budaya Jepang dengan budaya Jawa Tengah, atau budaya Jepang dengan budaya Sunda. Hal ini menggiring kita pada pertanyaan berikutnya : apakah bangsa Indonesia memiliki budaya nasional ? Ataukah budaya nasional itu tidak lain adalah kumpulan dari warna-warni budaya suku bangsa kita ? Ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, dan menarik untuk dianalisa lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Referensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. http://www.ethnologue.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Osamu Ikeno, The Japanese Mind: Understanding Contemporary Culture, Tuttle Pub., 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-5040111112490660634?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/5040111112490660634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/perbandingan-budaya-jepang-vs-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5040111112490660634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/5040111112490660634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/perbandingan-budaya-jepang-vs-indonesia.html' title='pErbAndInGaN BuDaYa jEpAng vS inDoNeSIa'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1386038225001247941</id><published>2009-06-21T09:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T09:18:55.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsIkolOgy DaN HaL2 mEnAkJubkAn dAlAm hIdUP'/><title type='text'>10 pHeNomEna ANeh DalAm oTaQ MaNuSiA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deja vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya - anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang-kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deja Vecu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar - seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi - tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya - tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Deja Visite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya "Our Old Home" di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deja Senti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali. Kemampuan mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti ‘Oh, ya. Aku mengerti’, ‘Tentu saja, aku ingat’, dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jamais Vu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Presque Vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, "serasa sudah di ujung lidah" - merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah "presque vu" artinya "hampir melihat". Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang sudah tidur dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;L’esprit de l’Escalier&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L'esprit de l'escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga meninggalkan suatu kejadian. Sebuah kata dari bahasa Jerman “treppenwitz” digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise after the event” atau menjadi bijaksana setelah kejadian. Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Capgras Delusion&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka. Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fregoli Delusion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini "mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Prosopagnosia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul "The man who mistook his wife for a hat” atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau - dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan - dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! - Charles Dickens&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://listverse.com/science/top-10-...na-of-the-mind&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1386038225001247941?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1386038225001247941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/10-phenomena-aneh-dalam-otaq-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1386038225001247941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1386038225001247941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/10-phenomena-aneh-dalam-otaq-manusia.html' title='10 pHeNomEna ANeh DalAm oTaQ MaNuSiA'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-1906818676248137623</id><published>2009-06-21T08:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T09:01:22.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lEaRn mOrE aBoUt nIhOnGo'/><title type='text'>k3iGo HyOuGen (EkSpResI SoPAn dLaM BhaSa jEPaNG)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“O genki desu ka ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti kata ini sudah biasa kita dengar atau baca dalam pelajaran bahasa Jepang. Ini adalah salah satu contoh bahasa sopan, yang umumnya ditandai dengan tambahan huruf O didepannya. Jawaban dari salam di atas Anda pasti sudah tahu, bukan ? “Genki desu”. Kenapa huruf O didepan dihilangkan ? Inilah mungkin salah satu keunikan dari bahasa Japang yaitu tidak boleh "menghormati diri sendiri", seperti halnya kata "San" untuk nama yang tidak boleh dipakai untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak dan kaya-nya pembendaharaan kata dan ungkapan sopan yang mereka miliki yang tampaknya cukup membingungkan sekaligus menarik untuk dipelajari. Secara umum ada 3 kelompok bahasa sopan yaitu Sonkei Go, Teinei Go dan Kenjou Go. Dalam bahasa Inggris, terjemahannya mungkin akan menjadi Deferential (bhs formal) Polite(bhs sopan) dan Humble(bhs merendahkan diri) sedangkan untuk bahasa Indonesia cukup diterjemahkan dengan : bahasa sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti sudah tahu kalau Omizu (air), Okome (beras), Okane (uang) dll. Ini juga bahasa sopan dalam bentuk lain, yaitu sebagai penghormatan terhada benda. Keunikan lainnya tentu masih banyak lagi dan bahkan untuk sebagian orang mungkin keterlaluan. Selengkapnya bisa dibaca lanjutannya di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEINEI&lt;/span&gt; （丁寧）&lt;br /&gt;Bahasa Sopan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “desu” sebenarnya sudah merupakan kalimat sopan dan secara bisa di pakai dalam kondisi umum. Untuk situasi tertentu, lawan bicara yang posisinya sangat penting, dipakai bentuk yang lebih halus lagi yaitu “gozaimasu dan degozaimasu”. Kata ini umum kita dengar atau di pakai di lingkungan restauran, hotel dan percakapan di film berseting kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desu &gt;&gt; De gozaimasu&lt;br /&gt;わたし　は　たなか　です&lt;br /&gt;Watashi wa Tanaka desu [sopan standard]&lt;br /&gt;Watashi wa Tanaka de gozaimasu [sangat sopan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desu &gt;&gt; De gozaimasu&lt;br /&gt;ナシ　　です&lt;br /&gt;Nasi goreng desu [sopan]&lt;br /&gt;Nasi goreng degozaimasu [sangat sopan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aru &gt;&gt; Gozaimasu&lt;br /&gt;ナシ　ゴレン　ありますか&lt;br /&gt;Nasii goreng arimasu ka ?&lt;br /&gt;Hai, arimasu [sopan]&lt;br /&gt;Hai, gozaimasu [sangat sopan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nai &gt;&gt; Gozaimasen&lt;br /&gt;いいえ、ございません&lt;br /&gt;Iie, gozaimasen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O + NOUN&lt;br /&gt;Di depan benda kita tambahkan huruf O sebagai rasa hormat kepada benda dan juga lawan bicara.&lt;br /&gt;Omizu (air), Okome (beras), Okane (uang), Oheya (kamar), Ojikan (waktu), Okosama (anak). Note : untuk anak sendiri kata terakhir tidak bisa dipakai tapi cukup bahasa standar yaitu Kodomo atau Chibi. Otosama dan Okasama juga berlaku aturan yang sama untuk pengganti kata Bapak dan Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan hotel akan menunjukkan nomor kamar kepada tamunya dengan kalimat　:&lt;br /&gt;おへやは　８ごしつす　でございます&lt;br /&gt;O heya wa 8 go shitsu de gozaimasu&lt;br /&gt;(Nomor kamar tuan adalah kamar nomor 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O + ADJEKTIVE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaannya sangat terbatas, hanya pada beberapa kata sifat saja.&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah perbedaan contoh penggunaan kalimat antara guru dan muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishogashii / o ishogashii&lt;br /&gt;たなかくん、いそがしい　ですね&lt;br /&gt;Tanaka kun, isogashii desu ne&lt;br /&gt;Sensei, o ishogashii desu ne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisashiburi / O hisashiburi&lt;br /&gt;たなかくん、ひさしぶり&lt;br /&gt;Tanaka kun, hisashiburi !&lt;br /&gt;Sensei, o hisashiburi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain&lt;br /&gt;どうぞ ごらくに　なって　ください&lt;br /&gt;Douzo O raku ni natte kudasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KENJOU &lt;/span&gt;(謙譲)&lt;br /&gt;Bahasa merendahkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam etika pergaulan orang Jepang, merendahkan diri umum dipakai baik dalam bahasa maupun prilaku. Misalnya merendahkan badan dengan membungkuk adalah ekpresi dari rasa hormat pada orang lain. Merendahkan diri dengan bahasa dan prilaku bukan berarti membuat kita rendah di mata lawan bicara namun justru dianggap tahu etika dan sopan santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakobi / hakobimasu / o hakobi shimasu&lt;br /&gt;わたしが　にもつを　おはこび　します&lt;br /&gt;Watashi ga nimotsu o Ohakobi shimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Au / aimasu / o ai shimasu&lt;br /&gt;きのう　先生の　おくさんに　お会いに　しました&lt;br /&gt;Kinou sensei no okusan ni o ai shimashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsu / machimasu / o machi shimasu&lt;br /&gt;ロビーで　おまち　します&lt;br /&gt;Robi de o machi shimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Special Word&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku / ikimasu / mairimasu&lt;br /&gt;わたしわ　まいにち　きょうとへ　まいります&lt;br /&gt;Watashi wa mainichi Kyoto e mairimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuru / kimasu / mairimasu&lt;br /&gt;いもうとわ　さくねん　にほんへ　まいります&lt;br /&gt;Imotou wa sakunen nihon e mairimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomu / nomimasu / itadakimasu&lt;br /&gt;わたしわ　いつも　ぎゅうにゅうを　いただきます&lt;br /&gt;Watashi wa itsumo gyuunyuu o itadakimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taberu / tabemasu / itadakimasu&lt;br /&gt;何もいただきたくない　です&lt;br /&gt;Nani mo itadakitakunai desu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suru / shimasu / Itashimasu&lt;br /&gt;わたしが　にもつを　はこびします&lt;br /&gt;Watashi ga nimotusu o hakobi shimasu&lt;br /&gt;Watashi ga O nimotus o Ohakobi shimasu&lt;br /&gt;Watashi ga O nimotus o Ohakobi itashimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shinai / shimasen / Itashimasen&lt;br /&gt;わたしわ　なにも　しない&lt;br /&gt;Watashi wa nani mo shinai&lt;br /&gt;Watashi wa nani mo shimasen&lt;br /&gt;Watashi nani mo itashimasen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suru / shimasu / itashimasu&lt;br /&gt;しつれい　します&lt;br /&gt;Shitsurei shimasu&lt;br /&gt;Shitsurei itashimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;SONKEI&lt;/span&gt; (尊敬語）&lt;br /&gt;Bahasa formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O [+VERB] NI NARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaeru / kaerimasu / O kaerini narimasu&lt;br /&gt;先生は　もう　おかえりになりました&lt;br /&gt;Sensei wa mou o kairi narimashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaku / kakimasu / o kakini narimasu&lt;br /&gt;これは　たなか先生が　おかきになった本です&lt;br /&gt;Kore wa Tanaka sensei ga o kakininatta hon desu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsu / machimasu / o machini narimasu&lt;br /&gt;先生のおくさんはロビーで先生を　おまちになっています&lt;br /&gt;Sensei no okusann wa robide sensei o omachini natteimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;RARERU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaeru / kaerimasu / kaeraremasu&lt;br /&gt;先生は　もう　かえられました&lt;br /&gt;Sensei wa mou kaeraremashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaku / kakimasu / Kakaremasu&lt;br /&gt;これは　たなか先生が　かかられた　本です&lt;br /&gt;Kore wa Tanaka sensei ga kakerareta hon desu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsukuru / tsukurimasu / Tsukuraremasu&lt;br /&gt;この　りょうりは　先生の　おくさんが　つくられました&lt;br /&gt;Kono ryouri wa sensei no okusan ga tsukuraremashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yomu / yomimasu / yomaremasu&lt;br /&gt;たなか先生は　しんぶんを　よまれます。&lt;br /&gt;Tanaka sensei wa shinbun o yomaremasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuru / kimasu / Koraremasu&lt;br /&gt;たなか先生は　いつも　７じに　学校へ　来られます。&lt;br /&gt;Tanaka sensei wa itsumo shichiji ni gakkou e koraremasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neru / nemasu / Neraremasu&lt;br /&gt;先生は　なんじに　ねられますか&lt;br /&gt;Sensei wa nanji ni neraremasu ka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Special word&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iru / irimasu / irasshaimiasu&lt;br /&gt;あなたの　お父さんは きょう　家に　いらっしゃいますか&lt;br /&gt;Ananta no otousan wa kyou ie ni irasshaimasu ka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku / ikimasu / irasshaimasu&lt;br /&gt;しゃちょうわ　きのう　とうきょうへ　いらっしゃいました&lt;br /&gt;Sachou wa kinou tokyo e irashaimasita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuru / kimasu / irasshaimasu&lt;br /&gt;どちらの　国から　いらっしゃいました　の　ですか&lt;br /&gt;Raion wa dochira no kuni kara irasshaimashita no desu ka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomu / nomimasu / meshi agarimasu&lt;br /&gt;先生は　ビールを　たくさん　めしあがりました&lt;br /&gt;Sensei wa biiru o takusan meshi agarimashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taberu / tabemasu / meshi agarimasu&lt;br /&gt;ひるごはんは　何を　めしあがりたいですか&lt;br /&gt;Hiru gohan wa nani o meshi agaritai desuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shite iru / Shite imasu / Gozonji&lt;br /&gt;A先生、B先生の　でんわばんご　ごぞんじです　か&lt;br /&gt;A sensei, B sensei no denwa bango gozonji desuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miru / Mimasu / Goran&lt;br /&gt;ごらんください　！&lt;br /&gt;Goran kudasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yobu &gt;&gt; Oyobi dashi&lt;br /&gt;Berita panggilan seperti ini sangat umum kita dengar di pusat perbelanjaan atau sejenisnya.&lt;br /&gt;およびだし　もうしあげます。やまださま　インフォメーションまで　おこしください。&lt;br /&gt;Oyobidashi moushi agemasu. Yamada sama, information made okoshi kudasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CONTOH PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya cukup membingungkan bukan ? Sebagai penutup, saya berikan contoh tambahan sederhana yang tampaknya cukup mudah untuk dipahami. Bisakah Anda menunjukkan mana kalimat Teinei (sopan standar), Sonkei (formal) dan Kenjo (merendahkan diri) ? Tampaknya gampang bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku&lt;br /&gt;父は　きょうとへ　いきます&lt;br /&gt;Chichi wa kyoto e ikimasu&lt;br /&gt;Sensei wa Kyoto e irasshaimasu&lt;br /&gt;Watashi wa Kyoto e mairimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuru&lt;br /&gt;父は　まいにち　ここで　きます&lt;br /&gt;Chichi wa mainichi koko de kimasu&lt;br /&gt;Sensei wa mainichi koko de irasshaimasu&lt;br /&gt;Watashi wa mainichi koko de mairimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taberu&lt;br /&gt;父は　バナナを　たべます&lt;br /&gt;Chichi wa banana o tabemasu&lt;br /&gt;Sensei wa banana o meshiagarimasu&lt;br /&gt;Watashi wa banana o itadakimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomu&lt;br /&gt;父は　ビールを　のみます&lt;br /&gt;Chichi wa biiru o namimasu&lt;br /&gt;Sensei wa biiru o meshiagarimasu&lt;br /&gt;Watashi wa mizu o itadakimasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iu&lt;br /&gt;父が　いますした&lt;br /&gt;Chichi ga iimashita&lt;br /&gt;Sensei ga osshaimasshita&lt;br /&gt;Watashi ga moushimashita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miru&lt;br /&gt;みんなさん、みてください&lt;br /&gt;Minna san, mite kudasai&lt;br /&gt;Minna san, goran kudasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shite iru&lt;br /&gt;先生は　カルティ二さん　を　していますか&lt;br /&gt;Sensei wa Kartini san o shite imasu ka ?&lt;br /&gt;Sensei wa Kartini san o gozonji desu ka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iru / irimasu / irasshaimasu&lt;br /&gt;すみません、たなか先生　いらっしゃいますか&lt;br /&gt;Sumimasen, Tanaka sensei irasshaimasu ka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suru / Shimasu / Nasaimasu&lt;br /&gt;せんせいは　にちようびには　どんな　ことを　なさいますか&lt;br /&gt;Sensei wa nichiyobi ni wa donna koto o nasaimasu ka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suru / Shimasu / Nasaimasu&lt;br /&gt;どうぞ　おらくに　なって　ください&lt;br /&gt;Douzo o rakuni natte kudasai&lt;br /&gt;Dozo O rakuni nasatte kudasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note : Kalimat dan daftar kata yang ditampilkan disini hanya sebatas yang sering dipakai saja, selain itu terpaksa dihilangkan agar lebih simple dan mudah dipelajari. Simple is the best bukan ? Banyak belajar banyak lupa ! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-1906818676248137623?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/1906818676248137623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/k3igo-hyougen-ekspresi-sopan-dlam-bhasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1906818676248137623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/1906818676248137623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/k3igo-hyougen-ekspresi-sopan-dlam-bhasa.html' title='k3iGo HyOuGen (EkSpResI SoPAn dLaM BhaSa jEPaNG)'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-2655319564496387916</id><published>2009-06-21T08:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T08:55:09.382-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TiPz AnD tRIcKqUe'/><title type='text'>TiPz mEnJaDikAn pReSEnTaSI LeBiH MeNaRik</title><content type='html'>Source : http://asnugroho.blogspot.com/2004/09/bagaimana-memberikan-presentasi-yang.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi merupakan satu bagian tak terpisahkan dari kegiatan kita sebagai peneliti. Dengan presentasi, kita berusaha mengkomunikasikan ide kita secara langsung kepada pendengar yang berarti juga pada komunitas ilmiah (thought collective).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali saya melihat di gakkai, banyak peneliti yang sebenarnya materinya sangat menarik, tapi cara mempresentasikan idenya membuat orang malas mengikuti. Ada yang presentasi sambil membaca teks, ada yang terlalu banyak memakai animasi power point yang tidak perlu (huruf loncat-loncat, bendera berkibar-kibar), ada juga yang presentasi seperti membaca hafalan tanpa sekalipun eye-contact dengan pendengar. Sebaliknya, ada juga presentasi yang disajikan amat menarik, efektif, mampu berkomunikasi dengan audience, kadang diselingi humor, sehingga mampu meraih perhatian pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang mudah untuk menilai presentasi kita adalah dari pertanyaan yang diajukan. Presentasi yang menarik, akan memancing banyaknya pertanyaan dan komentar dari pendengar, walau komentar yang bersifat kontra/serangan balik sekalipun. Sebaliknya, kalau tidak ada pertanyaan sama sekali dari pendengar, berarti presentasi kita gagal, penelitian kita tidak menarik, atau membosankan (pendengar mungkin ingin agar sesi kita cepat selesai untuk beralih ke pembicara berikutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masih kuliah dulu, saya kurang memikirkan pentingnya mempelajari teknik presentasi agar ide kita bisa terkomunikasikan kepada thought-collective. Minggu yll. professor di lab. saya (Prof. Hasegawa) menyampaikan rangkuman beliau ttg. tips-tips dalam presentasi penelitian. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;7 tips agar anda sukses dalam presentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point 1&lt;/span&gt; : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat penting dalam memberikan presentasi, adalah kemampuan persuasi dari materi yang disajikan. Hindarkanlah memakai trik atau cara inkonvensional yang kurang perlu, agar tidak mengurangi reliability dari materi yang disampaikan. Jika pendengar presentasi anda terdiri dari para ekspert, presentasi yang bersifat “menyerang”, “straight”, “smash” lebih efektif. Sebalikya, jika cara presentasi anda terlalu bertele-tele, berakibat menurunnya konsentrasi ekspert pendengar yang berusaha memahami penelitian anda. Untuk meningkatkan reliability, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dari materi yang dipresentasikan. Untuk itu, sebelum melakukan presentasi, diperlukan kerja keras untuk memilih, merangkai materi yang akan disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang sering ditempuh, adalah memberikan penekanan pada isi yang dianggap penting. Misalnya mengatakan “Temuan yang paling penting dalam penelitian ini adalah ….”, selanjutnya diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud. Cara lain misalnya dengan beberapa kali memperlihatkan data yang penting, agar pendengar memberikan perhatian lebih terhadap data tsb. Dengan cara tersebut, ide anda dapat tersampaikan secara efektif pada pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 2 &lt;/span&gt;: Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan tiap item/sub bahasan. Pertama-tama jelaskan secara singkat hal apa saja yang akan dibahas, baru diikuti dengan penjelasan detail masing masing sub bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anda ingin menjelaskan karakteristik metode yang anda teliti. Pertama-tama jelaskan ada berapakah karakteristik dari metode tsb. Setelah itu, diikuti dengan menjelaskan masing-masing karakteristik tersebut secara berurutan dan terstruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menjelaskan hasil eksperimen, pertama-tama jelaskan bagian terpenting dari hasil tersebut dengan kalimat yang sederhana dan mudah ditangkap. Baru kemudian siapkan slide yang menjelaskan secara detail karakteristik hasil yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat slide terstruktur seperti ini, saat anda menyampaikan presentasi, ide keseluruhan/outline dengan sendirinya akan dijelaskan pada awal dari slide presentasi. Misalnya “Pada metode ini ada tiga karakteristik yang penting. Ketiga hal tsb. masing-masing A, B dan C. Penjelasan selengkapnya dari ketiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. …… “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 3 &lt;/span&gt;: Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada slide terakhir, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali bagian-bagian penting yang perlu “digarisbawahi”. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat sbb. “Demikian telah kami jelaskan penelitian mengenai W. Sebelum menutup presentasi ini, kami ingin mengulang kembali beberapa hal dan temuan penting dalam penelitian ini”. Untuk menjelaskan per point, anda dapat memakai kalimat misalnya sbb. “Pada studi ini, ada tiga temuan penting, yaitu X, Y dan Z.” Diikuti dengan menjelaskan masing-masing X, Y dan Z. Pemakaian kata “tiga” pada kalimat di atas, yang menunjukkan “banyaknya point” akan sangat membantu pendengar untuk memahami dan mengingat hal-hal yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyampaian tsb., anda perlu memikirkan cara pengungkapan yang paling jitu, dan paling berkesan (chikara wo ireta hanashi-kata), akan tetapi tidak jangan sampai terkesan tergesa-gesa. Fikirkan dengan sebaik-baiknya point-point penting mana yang akan anda sampaikan.&lt;br /&gt;- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point&lt;br /&gt;yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.&lt;br /&gt;- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,&lt;br /&gt;maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir&lt;br /&gt;eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang manapun yang akan anda sampaikan, anda harus membuat alur cerita yang logis, dengan menyampaikan data yang dapat meyakinkan pendengar. Data seperti ini janganlah ditampilkan secara tiba-tiba pada slide yang terakhir, melainkan harus disampaikan pada tengah alur presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian pada slide terakhir harus bersifat hanya sebagai ulangan. Kalau pada slide terakhir tersebut anda justru menampilkan hasil eksperimen yang sama sekali baru dan belum pernah diperkenalkan pada slide sebelumnya, justru akan berakibat membingungkan pendengar dalam menangkap bagian penting presentasi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 4 &lt;/span&gt;: Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : tulisan ini dibuat untuk Hasegawa Laboratory, yang salah satu penelitiannya adalah virtual reality (VR). Jadi yang dimaksud “demonstrasi” di sini adalah memperlihatkan cara kerja software yang telah dibuat tentang tema-tema VR, simulasi virtual endoscopy, dsb. Bisa juga demonstrasi dalam bentuk peragaan alat yang telah dibuat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dianjurkan agar dalam presentasi (di tengah atau akhir) dapat menyajikan demonstrasi software atau menunjukkan cara kerja alat yang telah dibuat. Demonstrasi yang memakai animasi, moving picture, akan memberikan sentuhan tersendiri yang efektif bagi peningkatan kualitas presentasi. Hal ini akan membuat pendengar lebih yakin atas hasil eksperimen yang telah anda jelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tujuan presentasi adalah untuk memberikan impresi pada metode, pada bagian demonstrasi, tunjukkan contoh hasil yang memberikan impact kuat atas hasil eksperimen. Jangan lupa, sebelumnya anda perlu jelaskan secara lisan kepada pendengar, bahwa anda akan memperlihatkan sebuah demonstrasi. Hal ini penting karena akan membuat perhatian pendengar terfokus pada demo yang akan anda perlihatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya cukup 1 jenis demonstrasi saja yang diperlihatkan. Akan tetapi, untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan, sebaiknya disiapkan beberapa jenis demonstrasi yang memiliki karakteristik berlainan, sekitar 2 sampai 4. Dengan demikian anda memiliki kesempatan memilih jenis demonstrasi mana yang akan anda sampaikan dengan memperhatikan reaksi pendengar, dan juga ada cadangan sekiranya salah satu dari demonstrasi tersebut gagal. Jika anda masih punya cukup waktu, tentu saja anda dapat memperlihatkan semua demonstrasi yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anda tidak lupa timing untuk memperlihatkan demonstrasi tersebut, bisa juga disiapkan 1 slide dengan tulisan sederhana “video”, sekedar untuk mengingatkan anda bahwa saat tsb. waktunya untuk menampilkan video (atau demonstrasi software) kepada pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 5&lt;/span&gt;: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya waktu untuk presentasi dibatasi, sehingga untuk menyampaikan materi penelitian, anda perlu memperhatikan pembagian waktu untuk tiap slide. Terutama sekali presentasi di seminar, conference maupun interview pekerjaan, bila presentasi anda melewati batas waktu yang ditetapkan akan berakibat kurang baik pada penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, rancanglah pembagian waktu untuk tiap hal yang akan disampaikan. Jika presentasi ternyata berjalan terlambat dari semestinya, ringkaslah bagian-bagian yang dapat diringkas, sehingga presentasi dapat berakhir sesuai pada waktu yang direncanakan. Untuk hal ini, saat anda membuat persiapan presentasi, urutkan prioritas hal yang tertulis pada slide, sedemikian hingga bagian atas pada suatu slide berisi hal yagn paling penting, semakin ke bawah prioritasnya lebih rendah daripada yang di atas. Hal ini akan membantu anda saat harus melewati bagian-bagian yang tidak penting, yaitu yang berada di bagian bawah, agar presentasi selesai tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah anda harus memperhitungkan terlebih dahulu, waktu untuk memperlihatkan demonstrasi dan waktu untuk tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t = total waktu yang diberikan pada anda&lt;br /&gt;- waktu untuk tanya jawab&lt;br /&gt;- waktu untuk demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengurangan tsb. adalah t, yaitu sisa waktu yang anda pergunakan untuk menyiapkan slide presentasi. Dari slide presentasi tsb. anda bagi ke dalam beberapa blok, dan alokasikan waktu t tersebut ke dalam tiap blok. Jika anda tidak dapat memperkirakan jatah waktu tiap blok, maka cobalah untuk presentasi sambil mengukur waktu untuk tiap blok. Dengan demikian anda akan dapat memperkirakan, berapa waktu yang diperlukan untuk masing-masing blok, dan seterusnya aturlah sebagaimana dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, jika hal di atas terjadi dan anda harus men-skip slide, sampaikan pada audience, misalnya “Karena keterbatasan waktu, rencana presentasi ini&lt;br /&gt;sedikit saya ubah….”. (少し予定を変更して…). Hal ini memberikan kesan yang jauh lebih baik daripada anda diam saja saat melewati topik-topik tertentu dalam pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 6&lt;/span&gt;: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang belum terbiasa melakukan presentasi, dan tiba-tiba diharuskan memberikan presentasi pada seminar atau forum resmi, seringkali ybs. gagal dikarenakan kata-kata macet di tengah-tengah, atau penjelasan yang diberikan ternyata salah. Jika penampilan anda seperti ini, bagaimana pun bagusnya materi yang akan disajikan, kegagalan tsb. akan membuat pihak pendengar presentasi anda menjadi kurang percaya dan sulit untuk menerima argumen anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari kegagalan ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih presentasi berulang kali. Ajaklah teman anda di lab. sebagai sparring partner. Mintalah agar dia bersedia menjadi pendengar, dan berlatihlah seolah-olah anda berada pada situasi formal yang sebenarnya. Sebaiknya teman yang dipilih adalah orang yang terbiasa melakukan presentasi. Dengan demikian, dia cukup berpengalaman untuk dapat melihat sisi-sisi lemah yang perlu dikoreksi, maupun memberikan masukan bagi presentasi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai teman anda tidak dapat menemukan kelemahannya. Jika anda belum terbiasa melakukan presentasi, sekurang-kurangnya anda harus berlatih tiga kali. Perbaikilah slide anda jika ada kritikan terhadap urutan slide maupun kekuranglengkapan lay out presentasi. Usahakan agar anda dapat merekam latihan presentasi tsb., agar anda dapat meneliti kembali hal-hal mana yang perlu dikoreksi. Karena latihan seperti ini karena makan waktu beberapa hari, maka sebaiknya anda mulai berlatih sejak 3 minggu sebelum hari-H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu manfaat berlatih presentasi di depan orang ini adalah meningkatkan rasa keberanian dan percaya diri anda. Tidak ada obat untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri selain membiasakan diri berbicara dan berpendapat di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Point 7 &lt;/span&gt;: Cek lah projector sebelum melakukan presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada artinya jerih payah anda menyiapkan slide atau demo software, jika anda tidak dapat mempresentasikannya pada hari H. Jangan sampai presentasi anda gagal hanya gara-gara alat tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk menghindari kegagalan semacam ini, sebelum presentasi, periksalah apakah alat-alat tersebut dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika untuk presentasi tersebut, anda harus meminjam projector, periksalah spesifikasi dan cara instalasinya. Selanjutnya, datanglah lebih awal daripada jadwal presentasi, dan periksalah sekali lagi apakah alat tersebut bekerja dengan benar. Ini untuk mengantisipasi, bila terdapat kerusakan, anda masih memiliki waktu untuk memperbaiki atau mencari alternatif solusi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anda men-set tampilan proyektor, sebaiknya jangan memakai slide-slide yang akan dipresentasikan. Disarankan untuk menyiapkan beberapa slide yang berfungsi sebagai “test-pattern” di halaman-halaman awal file presentasi anda.&lt;br /&gt;Tips-tips dalam presentasi penelitian adalah catatan Prof.Hasegawa (Chukyo Univ) disampaikan ke anggota lab. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050973438421699577-2655319564496387916?l=agehalovely.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agehalovely.blogspot.com/feeds/2655319564496387916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/tipz-menjadikan-presentasi-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2655319564496387916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050973438421699577/posts/default/2655319564496387916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agehalovely.blogspot.com/2009/06/tipz-menjadikan-presentasi-lebih.html' title='TiPz mEnJaDikAn pReSEnTaSI LeBiH MeNaRik'/><author><name>luce83_agehamuach</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12271048643280690314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YrAYK63c5-w/Sj2Fx9ZUekI/AAAAAAAAAAM/J1XvIrp8Kac/S220/Picture+001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050973438421699577.post-6075806740829380625</id><published>2009-06-20T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T23:42:24.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LyRiCz LaGoE'/><title type='text'>AnIM3 OsT LyRiCz,,,</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BREAKTHROUGH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONE toki wo koete tokihanatta mihatenu yume-tachi&lt;br /&gt;LOVE POKETTO no naka marumeta chizu ima, hiroge yukou&lt;br /&gt;kidou ni noseta kodou kimi ni todoketai&lt;br /&gt;togireru koto no nai ai de sasaeatte&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* I FIND BREAKTHROUGH ashita e mukai&lt;br /&gt;  yami wo kakete asayake wo ukete&lt;br /&gt;  I’M JUST DREAMER samayoinagara&lt;br /&gt;  mitsuketa n’ da mamoru beki mono wo&lt;br /&gt;  arata na hikari motome… NEVER GONNA GIVE UP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONE shiranai ma ni moshi dareka wo kanashimasete itara&lt;br /&gt;NEED sono namida wo mushi shinaide nuguu tsuyosa hoshii&lt;br /&gt;zassou no you ni yurete sassou to ikiteta&lt;br /&gt;kawariyuku kisetsu ni negai wa kawaranai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOU FIND BREAKTHROUGH kitto daremo ga&lt;br /&gt;sagashite iru susumu beki michi wo&lt;br /&gt;YOU JUST DREAMER hitori ja nai kara&lt;br /&gt;arugamama ni toki ni wagamama ni&lt;br /&gt;jibun wo shinjinagara… NEVER GONNA GIVE UP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* repeat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RUN TO WIN!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamori:&lt;br /&gt;donna toki mo minna ga&lt;br /&gt;sasaete kureta kara&lt;br /&gt;akiramezu ni aruite&lt;br /&gt;ima koko ni iruyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sena:&lt;br /&gt;ganbarou tte ii nagara&lt;br /&gt;honto wa kuyashii no mo&lt;br /&gt;onaji yume o mite irunara&lt;br /&gt;wakariaeru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurita Ryoukan &amp; Raimon Tarou:&lt;br /&gt;yorokobi ya kanashimi ga&lt;br /&gt;tsuuji aeru kokoro wa&lt;br /&gt;hitori dewa tsukurenai&lt;br /&gt;kasaneta chikara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All:&lt;br /&gt;hikari yori hayaku hashire&lt;br /&gt;zenryoku de yume o tsukame&lt;br /&gt;mirai e tsunagu kono shunkan&lt;br /&gt;jibun dake no tame ja naku&lt;br /&gt;kaze yori tooku habatake&lt;br /&gt;daichi yori tsuyoku mamore&lt;br /&gt;shinjiaeru nakama ga ireba&lt;br /&gt;mou nan datte kowakunai&lt;br /&gt;mayowa zu fumidasu dake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamori: Run to Win!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamori:&lt;br /&gt;maketakunai kimochi de&lt;br /&gt;tsuyosa o shiri nagara&lt;br /&gt;makerarenai omoi ni&lt;br /&gt;ima kawatte iku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sena:&lt;br /&gt;todoku wake ga nai nara&lt;br /&gt;kurushiku mo nai hazusa&lt;br /&gt;tashika ni chikaduita to&lt;br /&gt;kanjiteru akashi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurita Ryoukan &amp; Raimon Tarou:&lt;br /&gt;miagereba takai kedo&lt;br /&gt;furimukeba konnani&lt;br /&gt;mainichi no kaidan o&lt;br /&gt;kake agatteita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All:&lt;br /&gt;ashita ga aru kara hashiru&lt;br /&gt;kanarazu nani ka o tsukamu&lt;br /&gt;kotae o itsuka mitsukeru no wa&lt;br /&gt;jibun dake no tame ja naku&lt;br /&gt;chikara o karite habataku&lt;br /&gt;kitto yakusoku o mamoru&lt;br /&gt;jishin o nakushi souna toki wa&lt;br /&gt;omoidasuyo kimi no koto&lt;br /&gt;yuuki wa michi o hiraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamori: Run to Win!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurita Ryoukan &amp; Raimon Tarou:&lt;br /&gt;yorokobi ya kanashimi ga&lt;br /&gt;tsuuji aeru kokoro wa&lt;br /&gt;hitori dewa tsukurenai&lt;br /&gt;kasaneta chikara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All:&lt;br /&gt;hikari yori hayaku hashire&lt;br /&gt;zenryoku de yume o tsukame&lt;br /&gt;mirai e tsunagu kono shunkan&lt;br /&gt;jibun dake no tame ja naku&lt;br /&gt;kaze yori tooku habatake&lt;br /&gt;daichi yori tsuyoku mamore&lt;br /&gt;shinjiaeru nakama ga ireba&lt;br /&gt;mou nan datte kowakunai&lt;br /&gt;mayowazu fumidasu dake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamori: Run to Win!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SONG OF POWER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;houkago no kotei ni yohou hazure no ame&lt;br /&gt;ima nara namida nakushite mo barenai to omottetan daro&lt;br /&gt;umai koko ikanakute tsukareteru toki mo&lt;br /&gt;sore de mo egao wo tsukutte hitori tatakatten daro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yokei na kotoba hitokoto ookute&lt;br /&gt;daiji na kotoba hitoko tarinakute&lt;br /&gt;baka de yaho de shoumonai ore dakedo&lt;br /&gt;omae wa hitori ja nai ze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;utau ze Song of Power&lt;br /&gt;todokeru ze Song of Power&lt;br /&gt;utau ze Song of Power&lt;br /&gt;tomenai de Song of Power&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shoujiki ore datte iya naru toki mo arunda ze&lt;br /&gt;sore demo omae ni aeba yareru kigashitekurun da ze&lt;br /&gt;kitto dou ni ka naru ze ore nande konnanda ze&lt;br /&gt;omae wo ijimeru ya(tsu) ba ore ga DROP KICK ga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yokei na koto ha zenbu wasure te&lt;br /&gt;daiji na koto mo kyou wa wasure te&lt;br /&gt;saa Let’s Dance saa Let’s Dance&lt;br /&gt;omae ga waraeru made&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;utau ze Song of Power&lt;br /&gt;tomenaide Song of Power&lt;br /&gt;ore tachi ga SHORT LEG SUMMER&lt;br /&gt;zutto mikata daze SHORT LEG SUMMER&lt;br /&gt;Song of Power x 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FLOWER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kimi to deaeta no wa kitto guuzen janai&lt;br /&gt;itsu no manika sonna fuu ni omoeteta&lt;br /&gt;dokomade mo tsuduku bokura no tabiji&lt;br /&gt;futo kidukeba saitetanda na&lt;br /&gt;bokura no aida ichirin no hana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arigatoutte sunao ni ienakute&lt;br /&gt;sonna jibun ga daikirai de&lt;br /&gt;tatta hito koto nano ni kuchi ni dasezuni&lt;br /&gt;mune no oku de deguchi wo sagashiteru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makimodosu CLOCK AND PLAYBACK EVERYDAY&lt;br /&gt;daikirai datte saken de mitatte&lt;br /&gt;kage oikakeru DAY BY DAY&lt;br /&gt;ARE YOU READY? asokomade&lt;br /&gt;kakekko bakka iji wo hatteta na&lt;br /&gt;WE ALWAYS MADE SOME NOISE EVERYWHERE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sono toki jaanette kimi ga tsubuyaita&lt;br /&gt;saigo no kotoba yake ni mijikakute setsunakute&lt;br /&gt;tere warai uka be&lt;br /&gt;muriyari dashita kotoba ganbatte&lt;br /&gt;tanemaite mizu wo yatte&lt;br /&gt;hikari daite sakaseta FLOWER sousa&lt;br /&gt;eien ni kareru koto wa nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanimo kamo ga barabara ni natte&lt;br /&gt;kowaresoude kiesoude&lt;br /&gt;soredemo bokura sugoshita hibi wo shinjiteru&lt;br /&gt;kawaranai mono zettai aru kara FLOWER                                                                                                                                                                    te no hira kara kobore ochita kimi no kakera wo&lt;br /&gt;hiroi atsume tsunagi awase&lt;br /&gt;marude JIGSAW-PUZZLE no you da ne YEAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UH WE MAKE A HARMONY&lt;br /&gt;JUST LIKE A FLOWER’S MELODY&lt;br /&gt;oretachi no kagayaki marude DIAMOND RING&lt;br /&gt;SO I WANNA SAY TO YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arigatoutte sunao ni ienakute&lt;br /&gt;hontou wa kimi ga daisuki de&lt;br /&gt;itsumademo kimi to boku no omoide wa&lt;br /&gt;mune no oku de zutto kagayaiteru&lt;br /&gt;arigatoutte sunao ni ienakute&lt;br /&gt;hontou wa kimi ga daisuki de&lt;br /&gt;doredake toki ga sugisatte mo&lt;br /&gt;kawarazuni saki tsudukeru&lt;br /&gt;zutto kono basho de FLOWER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INNOCENSE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirei koto de katameta boku no suki darake no difensu&lt;br /&gt;Nani wo mamotteta no?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taka ga shireta riido ni amanjite ubai ni ikanai&lt;br /&gt;Jinsei nado nansensu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukabarenai hibi ha yosou no han’inai to shiyou&lt;br /&gt;Demo yume ha bokura no souzou ijou no chikara de jimen wo keru&lt;br /&gt;Tsugi no shunkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ano kaze wo hikitsukete fuwari to ukabunda&lt;br /&gt;Kinou no kusari ha chigireteku&lt;br /&gt;Boku ga tonde misetara tsuzuite kureru ka na&lt;br /&gt;Nigitta bukiyouna kono te mo tsubasa to shinjite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenkyosa mo mi no hodo shirazu mo tomo ni koutei shita&lt;br /&gt;Aozora no inosensu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shoukyohou ja mirai ga kyuukutsu ni naru dake&lt;br /&gt;Bokura ha kanousei wo machigaezu ni tashi sanshite ikeru sa&lt;br /&gt;Tsugi no tsugi moto he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kono kaze ni akita nara fuwari to oridatou&lt;br /&gt;Kitai to chigau pointo demo&lt;br /&gt;Itsuka soko wo bokura no risou he to kaerya ii&lt;br /&gt;Sore demo mada owari janaina tobou yo nandomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ano kaze wo hikitsukete fuwari to ukabunda&lt;br /&gt;Kinou no kusari ha chigireteku&lt;br /&gt;Boku ga tonde misetara tsuzuite kureru ka na&lt;br /&gt;Nigitta bukiyouna kono te mo tsubasa to shinjite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A DAY DREAMING&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tatoeba soba ni iru kimi ga&lt;br /&gt;nani ka de kuzuresou ni nattara&lt;br /&gt;nani mo iwazuni boku ga&lt;br /&gt;sotto te o sashi no beru darou&lt;br /&gt;kono sora no shita de okoru kiseki o&lt;br /&gt;zutto mitsumeteitai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sunlight comin’ through a window&lt;br /&gt;mada chotto zure kimi no PINTO&lt;br /&gt;I don’t want to wake up&lt;br /&gt;mada sukoshi yumemitetai kara&lt;br /&gt;And even though I really love this moment ore nitotte&lt;br /&gt;You seem to be a sleepin’ mermaid yubi saki made&lt;br /&gt;Stay with me tere warai ukabe&lt;br /&gt;tada soba ni itai dake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arifureta kotoba de shika&lt;br /&gt;ima wa ienai kedo&lt;br /&gt;ari no mama no sono subete ga&lt;br /&gt;boku no kokoro o tsutsumu&lt;br /&gt;naga re yuku toki no naka de&lt;br /&gt;donna mirai ga mieru?&lt;br /&gt;itsu datte bokutachi wa&lt;br /&gt;kibou de egaku ashita o shinjite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dang Dang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanzan sora wo nottotte&lt;br /&gt;Gangan hoshi ni nokkatte&lt;br /&gt;Kaidan ketteagttekou!&lt;br /&gt;Dame nara dame da sore de honmou?&lt;br /&gt;Nanka maipeesu sou ne maineemu&lt;br /&gt;Maji kattari toki ni kattari&lt;br /&gt;Mada shimijimi sunna ikiiki&lt;br /&gt;Kibikibi ike misero iji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naitemo warattemo toki ha tomattekunnai daro&lt;br /&gt;Nakushite te ni irete naa motomoto zero da ze icchou doudai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dandan hare wataru ashita ga aru akirame nantenai ze&lt;br /&gt;Minmin semishigure kikoeru ne minna no natsu da ze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Ah! Yume ni mukatte Ah! Ah! Kunshou wakeatte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Kurushikanai ze! Nanbaawan mezashi hashitte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Ame no hi datte Ah! Ah! Kanjiaitai ze&lt;br /&gt;Ah! Ah! Ashita asatte myougonichi kinou kyou nandakanda maiuei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banbanzai de NIGHT AND DAY&lt;br /&gt;Danzen ii sa naitatte&lt;br /&gt;Nandai kata wo kashiteagetai&lt;br /&gt;Daijoubu kimi ha moomantai&lt;br /&gt;Muri ha shouchi! Mushiro shounin&lt;br /&gt;Katta poochi ni kokkuroochi&lt;br /&gt;Ore ha shinikaru janaku shirigaru&lt;br /&gt;Karugaru ashita hana sakasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kansei, mikansei docchi demo ii tamerauna yo&lt;br /&gt;Rainen, sarainen chikazuitekunda yo isshin doutai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janjan jamaikan konbanha! Akaruku ikou ze&lt;br /&gt;Minmin semishigure kikoeru ne minna no natsu da ze&lt;br /&gt;Janjan sakaagari dekiru kai? Ore ha dekinai ze&lt;br /&gt;Dondon dokidoki ga dogimagi ga ochitsuke kogeruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Ah! Yume ni mukatte Ah! Ah! Koe dashiatte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Kurushikanai ze! Nanbaawan mezashi hashitte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Hare no hi datte Ah! Ah! Kanjiaitai ze&lt;br /&gt;Ah! Ah! Ashita myougonichi kinou kyou nandakanda maiuei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dandan chikaku natteku rain to omou ga tsuka no ma tooku mo nari&lt;br /&gt;Dakiatta eikou ni namidashi ashita ni mukau hashi isshou soukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dandan hare wataru ashita ga aru akirame nantenai ze&lt;br /&gt;Dondon susumeba ii utaeba ii sunao ni egao de&lt;br /&gt;Dandan ashioto ga aoi sora hibike kaze ni nore&lt;br /&gt;Dondon noboreba ii kono semai sekai wo tobidase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Ah! Yume ni mukatte Ah! Ah! Kunshou wakeatte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Kurushikanai ze! Nanbaawan mezashi hashitte&lt;br /&gt;Ah! Ah! Itsuno hi datte Ah! Ah! Kanjiaitai ze&lt;br /&gt;Ah! Ah! Ashita myougonichi kinou kyou nandakanda maiuei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Brand NEW World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAND-NEW WORLD&lt;br /&gt;Atarashii yume no hajimari&lt;br /&gt;Gooru mezasu tabi ha tsuzuiteyuku itsu datte&lt;br /&gt;BRAND-NEW MIND&lt;br /&gt;Jounetsu wo daite tsugi no doa made&lt;br /&gt;Ima da minu sekai he saa hashire&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mijin mo nai nozomi no hoshi ni mo&lt;br /&gt;Kono te nobashi muriyari tsukandari&lt;br /&gt;Yamikumona bokura ha doko ni itai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mure no naka koritsu shiteku imi&lt;br /&gt;Hitori demo kodoku janai wake&lt;br /&gt;Tsunagau nara jikan ha chizu ni naru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari no mama LET'S GO AND TRY&lt;br /&gt;Susume yo shime ha ONE WAY&lt;br /&gt;Aru ga mama DO IT! READY?&lt;br /&gt;Saigo ha negai ni todokunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAND-NEW WORLD&lt;br /&gt;Atarashii yume no hajimari&lt;br /&gt;Gooru mezasu tabi ha tsuzuiteyuku itsu datte&lt;br /&gt;BRAND-NEW MIND&lt;br /&gt;Jounetsu wo daite tsugi no doa made&lt;br /&gt;Ima da minu sekai he saa hashire&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kono ue nai yorokobi shinjite&lt;br /&gt;Sokonashi no kurushimi kanjite&lt;br /&gt;Motto tafu ni naritagaru tamashii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yuke ni DON'T STOP AND CRY&lt;br /&gt;Ima koso INTO THE NEW DAY&lt;br /&gt;Sono kakera WANTED MY KEY&lt;br /&gt;Saisho ni jibun ni kikunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAND-NEW DREAM&lt;br /&gt;Kanaetai yume ga aru nara&lt;br /&gt;Nando datte habatakeru hazu sa kimi datte&lt;br /&gt;BRAND-NEW DAYS&lt;br /&gt;Hiraiteiru tsugi no doa no mukou&lt;br /&gt;Kagayaku sekai ni saa yukou&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari no mama LET'S GO AND TRY&lt;br /&gt;Susume yo shime ha ONE WAY&lt;br /&gt;Aru ga mama DO IT! READY?&lt;br /&gt;Saigo ha negai ni todokunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAND-NEW WORLD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atarashii yume no hajimari&lt;br /&gt;Gooru mezasu tabi ha tsuzuiteyuku itsu datte&lt;br /&gt;BRAND-NEW MIND&lt;br /&gt;Jounetsu wo daite tsugi no doa made&lt;br /&gt;Ima da minu sekai he saa hashire&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CHANGE DE WORLD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to change the world&lt;br /&gt;kaze wo kakenukete   nanimo osorezu ni&lt;br /&gt;ima yuuki to   egao no KAKERA daite&lt;br /&gt;Change my mind&lt;br /&gt;jounetsu tayasazu ni   takanaru mirai e&lt;br /&gt;te wo nobaseba   kagayakeru hazu sa&lt;br /&gt;It's wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Instrumental]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hai-iro no sora no kanata   nanika oite kita&lt;br /&gt;kimi wa   mayoi nagara&lt;br /&gt;sagashi-tsudzukeru&lt;br /&gt;kimi no kokoro furuete'ta   asu no mienai yo&lt;br /&gt;nanimo shinjirarezu mimi wo fusagu&lt;br /&gt;kimi ni deaeta toki   hontou no ibasho mitsuketa&lt;br /&gt;nanigenai yasashisa ga   koko ni atte&lt;br /&gt;bokura mezameru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to change the world&lt;br /&gt;nido to mayowanai   kimi to iru mirai&lt;br /&gt;katachi doreba   doko made mo toberu sa&lt;br /&gt;Change my mind&lt;br /&gt;jounetsu tayasazu ni   shiranai ashita e&lt;br /&gt;tsubasa hiroge   hanabatakeru hazu sa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Instrumental]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bokura wa onaji sekai wo   oyogi-tsudzukete'ru&lt;br /&gt;tagai no negai e   todoku hi made&lt;br /&gt;minna onaji fuan kakaete   sasaeaeru yo&lt;br /&gt;tachidomaru shunkan ni   mitsumete'ru&lt;br /&gt;kono basho ni iru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to change the world&lt;br /&gt;kono te hanasazu ni   mimamoru hitomi wo&lt;br /&gt;uketometara   nandatte dekiru hazu&lt;br /&gt;Change my mind&lt;br /&gt;hitori ni sasenai   minna koko ni iru&lt;br /&gt;donna koto mo   tsukinukete ikou&lt;br /&gt;It's wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Instrumental]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to change the world&lt;br /&gt;kaze wo kakenukete   nanimo osorezu ni&lt;br /&gt;ima yuuki to   egao no KAKERA daite&lt;br /&gt;Change my mind&lt;br /&gt;jounetsu tayasazu ni   takanaru mirai e&lt;br /&gt;te wo nobaseba   kagayakeru hazu sa&lt;br /&gt;It's wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FUKAIMORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fukai fukai mori no oku ni    ima mo kitto&lt;br /&gt;okizari ni shita kokoro    kakushite'ru yo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sagasu hodo no chikara mo naku    tsukarehateta&lt;br /&gt;hitobito wa eien no    yami ni kieru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;chisai mama nara    kitto    ima demo mieta ka na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* boku-tachi wa    ikiru hodo ni&lt;br /&gt;     nakushite'ku    sukoshi zutsu&lt;br /&gt;     itsuwari ya    uso wo matoi&lt;br /&gt;     tachisukumu    koe mo naku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aoi aoi sora no iro mo    kidzukanai mama&lt;br /&gt;sugite yuku mainichi ga    kawatte yuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tsukurareta wakugumi wo koe    ima wo ikite&lt;br /&gt;sabitsuita    kokoro mata ugokidasu yo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toki no RIZUMU wo shireba   mo ichido toberu darou&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boku-tachi wa    samayoi nagara&lt;br /&gt;ikite yuku    doko made mo&lt;br /&gt;shinjite'ru    hikari motome&lt;br /&gt;arukidasu    kimi to ima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Repeat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boku-tachi wa    samayoi nagara&lt;br /&gt;ikite yuku    doko made mo&lt;br /&gt;furikaeru&lt;br /&gt;michi wo tozashi&lt;br /&gt;aruite'ku    eien ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tachisukumu koe mo naku&lt;br /&gt;ikite yuku    eien ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Anime » Z » Zombie-Loan » Chein Ringu - Chain Ring &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boku-tachi ha tsumibukaki Kain    utae yo    iradatsu kokoro de&lt;br /&gt;Aimai na fuseikai    seikai no rain&lt;br /&gt;Bokura ha waratte itai dake &lt;br /&gt;Kimi ga naku no nara&lt;br /&gt;Sou boku ha    kono ame ni narou &lt;br /&gt;Mirai souzou    chouetsu wo&lt;br /&gt;Egaite    ima    shoudou wo    zoukei he saisei he&lt;br /&gt;Poketto nejikonda te ha&lt;br /&gt;Nandatte tsukameru sa    sousei he    chouetsu-shite &lt;br /&gt;Hitogomi ni hajikareta koe    tsuyosa wo motomeru namida ni&lt;br /&gt;Unmei to bokura tsunaida chein&lt;br /&gt;Hagayui ringu wo egaita &lt;br /&gt;Boku ga miemasu ka?&lt;br /&gt;Koe ga todoite imasu ka? &lt;br /&gt;Mirai souzou    chouetsu wo&lt;br /&gt;Kono te de kirisaite ikou    zoukei he    saisei he&lt;br /&gt;Mabuta wo akaku moyashite&lt;br /&gt;Kono me ni tobikonda sekai    sousei he    chouetsu-shite &lt;br /&gt;Rensa-suru rasen no genkyou    hakujaku to naru kokoro    "hikari wo    negai wo"&lt;br /&gt;Kousa-suru ishiki no naka de    yuuhatsu-suru kimi he no omoi wo    koete &lt;br /&gt;Mirai souzou    chouetsu wo&lt;br /&gt;Egaite    ima    shoudou wo    zoukei he    saisei he&lt;br /&gt;Poketto nejikonda te ha&lt;br /&gt;Nandatte tsukameru sa    sousei he    kakusei he &lt;br /&gt;Omoi ha kono sora takaku&lt;br /&gt;Negai ga bokura tsunaida    unmei wo    chouetsu-shite&lt;br /&gt;Mirai eigou    kyounetsu wo&lt;br /&gt;Idaite    someagete ikou    kyoumei he     mirai he &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Broken Youth &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iijii na riyuu issai yurusu jakuhai&lt;br /&gt;Resukyuutai mo yondeoita&lt;br /&gt;Dakara puriizu kisu mii puriizu kisu mii&lt;br /&gt;all night... all night... all night &lt;br /&gt;Migimefuta no kizu ga itainda aitsu oboeteru&lt;br /&gt;Sentehisshou are irai&lt;br /&gt;Tansaibou na omae wa nanra kawacchainainda na &lt;br /&gt;Datenshi no mahou ka koakuma no chachina itazura&lt;br /&gt;Tsumannakunacchau mae ni  &lt;br /&gt;Soore de houre bouringu booru&lt;br /&gt;Kibutsu hason zai nado shouchi&lt;br /&gt;Soredemo koware sou de kowasenai&lt;br /&gt;Nanka motodoori &lt;br /&gt;Saishuu teki ni subete wa arifurete iku&lt;br /&gt;Sensei anta uragiri monda&lt;br /&gt;Ima sugu puriizu kisu mii puriizu kisu mii&lt;br /&gt;All night............... &lt;br /&gt;Karappo na risou mo magai mono na ai mo iiya&lt;br /&gt;Subete ga bakabakashii tte waraerya &lt;br /&gt;Shounen no mukou e mogaitemo&lt;br /&gt;Ibutsu na sonzai daro shouchi&lt;br /&gt;Douse yaburesou de yabukenai&lt;br /&gt;Bokura no sutoorii &lt;br /&gt;Sonna no shouchi i know it &lt;br /&gt;Datenshi no mahou ka koakuma no chachi na itazura&lt;br /&gt;Shikakero ima sugu ni&lt;br /&gt;Karappo na risou mo magaimono na ai mo iiya&lt;br /&gt;Subete wa bakabakashii shiin da &lt;br /&gt;Soore de houre bouringu booru&lt;br /&gt;Kibutsu hason zai nado shouchi nosuke&lt;br /&gt;Kowaresou de&lt;br /&gt;Sonna chikaramakase no puraido mo amai hibi no daishou mo&lt;br /&gt;Koete ikesou de&lt;br /&gt;Tocchirakatta kanjou de kirihirake yo&lt;br /&gt;Kowaresou de&lt;br /&gt;Kowasenai bokura no shouri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alones&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oreta awai tsubasa&lt;br /&gt;Kimi wa sukoshi&lt;br /&gt;Aosugiru sora ni tsukareta dake sa&lt;br /&gt;Mou dareka no tame ja nakute&lt;br /&gt;Jibun no tame ni waratte ii yo &lt;br /&gt;Izen to shite shinobiyoru kodoku&lt;br /&gt;Uchigawa ni tomoru rousoku&lt;br /&gt;Nigiwau ba ni gouka na shanderia to wa urahara ni &lt;br /&gt;Tarinai kotoba no&lt;br /&gt;Kubomi o nani de umetara ii n' darou&lt;br /&gt;Mou wakaranai yo &lt;br /&gt;Semete yume no naka de&lt;br /&gt;Jiyuu ni oyogetara anna sora mo iranai no ni&lt;br /&gt;Kinou made no koto o&lt;br /&gt;Nuritsubusa nakute mo asu ni mukaeru no ni &lt;br /&gt;Oreta awai tsubasa&lt;br /&gt;Kimi wa sukoshi&lt;br /&gt;Aosugiru sora ni tsukareta dake sa&lt;br /&gt;Mou dareka no tame ja nakute&lt;br /&gt;Jibun no tame ni waratte ii yo &lt;br /&gt;Rettoukan to no wakai wa&lt;br /&gt;Kantan ni wa kanawanaisa&lt;br /&gt;Jiishiki no teppen ni suwaru&lt;br /&gt;Kagami ga utsusu hanabira &lt;br /&gt;Furishiboru you ni&lt;br /&gt;Kogoreta ai wo sakende miru keredo&lt;br /&gt;Modokashikute &lt;br /&gt;Meguru toki no naka de&lt;br /&gt;Kizuguchi wa yagate&lt;br /&gt;Kasabuta ni kawatte iku&lt;br /&gt;Kimi wa sore o matazu&lt;br /&gt;Totemo utsukushiku&lt;br /&gt;Totemo hakanage de &lt;br /&gt;Hagare ochita ato no&lt;br /&gt;Ubuge no you ni&lt;br /&gt;Hi damari no naka de furueru inori&lt;br /&gt;Ima wa muri ni dareka no koto wo&lt;br /&gt;Ai sou to omowanakute ii no ni &lt;br /&gt;[instrumental] Instrumental &lt;br /&gt;Toki ni kono sekai wa&lt;br /&gt;Ue wo muite&lt;br /&gt;Aruku ni wa sukoshi mabushii sugiru ne&lt;br /&gt;Shizumu you ni&lt;br /&gt;
